Guru yang kalo njelasin sambil "eh bentar, tunggu, saya lihat dulu, harusnya gimana"
Kemudian coret-coret sendiri, ketemu, habis itu ngajak muridnya "jalan" bareng dari awal sampe ketemu.
Mantap.
Sedikit kaget dgn replynya yang malah ngata2in sender
Sebagai orang yg di rumah pakai listrik yg non token, dan waktu kos sudah include bayar listrik, aku pun baru tau
Jadi hal yang biasa untuk kalian, bisa jadi hal yang baru untuk orang lain. Tetaplah menjadi baik
Aku pernah mengajar di KELAS PRAKERJA.
Itu kan GRATIS ya.
Tahu gak POV-ku sebagai pengajar gimana?
Sebagai gambaran:
Tiap kelas berlangsung 5 hari.
Tiap sesinya 3 jam.
Itu aku berasa bicara dengan tembok 🥲
Hampir semuanya OFF CAM dan PASIF.
Buka sesi tanya jawab,
gak ada yang nanya.
Lalu, pas dikasih tugas tahu gak apa yang kudapat?
Anggap ada 15 peserta.
Itu bisa 10-12 nya ngerjain asal-asalan.
Bahkan ada yang kelihatan banget pake chatGPT 😭
Ya, kelas gratis sering yang datang MENTAL GRATISAN.
Mau cerita lain dari contoh ilmu yang dikasih GRATIS?
Aku punya grup menulis.
Terbuka dan gratis untuk umum.
Semua bisa diskusi dan belajar di situ.
Tapi, KALAU MAU ✨
Karena yang kudapat banyak banget SILENT READER.
Tiap aku sharing materi,
sepi dari tanggapan.
Padahal yang "seen" itu banyak banget.
Sementara itu, di balik materi webinar hingga komunitas, ada effort yang kucurahkan. Ada waktu yang kugunakan buat nyiapin materi. Ada pengalaman yang kubagi cuma-cuma.
Di situ aku punya kesimpulan:
MENTAL GRATISAN dan MENTAL SIAP BAYAR itu berbeda ✨
Contoh:
Aku beberapa kali itu bootcamp berbayar.
Di sana suasananya aktif sekali.
Sesi tanya jawabnya hidup.
Tugas dikerjain sungguh-sungguh.
ILMU BERBAYAR ternyata jauh lebih dihargai dari ILMU GRATISAN.
Nah, kalau ada yang bilang "Kok ujung-ujungnya jualan kelas?"
Ya, buat menyaring siapa saja yang siap dengan ilmu.
Termasuk menghargai yang membagikan ilmunya ✨
secara data dia bener, tapi pendapat ini juga bisa menyesatkan kalo dipakai sebagai justifikasi kebijakan.
70% oksigen di dunia memang diproduksi oleh fitoplankton, hutan memang bukan paru-paru utama dunia.
narasi yang sering muncul sebab dari pendapat di atas adalah "kalo laut yang bikin oksigen, kenapa kita ribut soal hutan?"
nah, di titik inilah false dichotomy muncul. dipertentangkan seolah harus memilih salah satunya.
padahal ekosistem itu sepaket, gabisa cangcingcup pilih salah satu.
di bukuku, Arcana Oceanis, ada salah satu bagian di mana aku bahas gimana hubungan laut dan darat.
teman-teman, kalo hutan rusak, efek kerusakannya itu bukan hanya dirasakan darat, tapi juga sampai ke laut.
kalo hutan rusak, sedimentasi meningkat. akibatnya, terumbu karang bisa mati.
hutan rusak juga bisa menyebabkan ledakan alga yang menghasilkan racun bagi kehidupan laut serta manusia.
suhu laut yang naik juga disebabkan oleh daratan yang rusak, khususnya hutan.
jadi gabisa kita ambil salah satu, sementara lainnya kita abaikan. semua udah dalam satu harmoni, saling terhubung.
memang paling benar, ayola semua pemangku kebijakan, kita taubat ekologis.
memanglah secara ekonomi atau pertumbuhan ga secepat apa-apa yang ada di atas kertas modern, tapi para pendahulu kita, hidup dengan nyaman, mati dengan tenang, tanpa merusak apapun.
Suddenly, you're 27.
You make your coffee, rush to work, come home around 7, and you're too tired to do anything except eat, scroll on your phone, and pass out.
Then you wake up, and do it all again.
And when Friday comes, maybe you go out, or maybe you're just too tired. Then, out of nowhere, it hits you.
How did everything pass by so quickly?
You don't even feel 27.
You still feel like that 17 year old kid who thought they had all the time in the world.
But somehow, 10 years just disappeared. And you start missing the past. The feeling of being young, excited, and clueless.
But then you realize, one day, you'll miss this, too.
Being 25, being confused, being tired, but still trying.
So maybe the trick is to slow down a bit and actually live this chapter before it also becomes just another memory.
The point is no matter what age you are, you’ll miss these days. Life gets busy sometimes and it’s always a good time to stop and smell the roses.
My goal for 2026 is a simple one: #kaburajadulu to Singapore by getting a job there.
That goal includes learning Mandarin and Korean. Maybe even Japanese. So, I'll say I'll continue to study these 3 languages as part of the goal.
#langtwt