“Seandainya hari ini, hanya Engkau menerima satu doa, maka kabulkanlah do pemimpin negeri kami [shoot ke Prabowo], karena doanya pasti berdampak bagi segenap dan seluruh warga bangsa dan negerinya.”
Menteri Agama dalam doanya seharusnya tidak memosisikan Tuhan layaknya birokrasi negara yang dapat membatasi kuota layanan, sedangkan Ia adalah entitas yang tak terbatas.