Kenapa Pertalite ditahan mati-matian harganya padahal BBM yang lain naik gila-gilaan?
Karena kalau Pertalite naik, chaos 98 pasti akan terjadi.
Yang akan meletuskan bubble kemuakan masyarakat hanyalah Pertalite.
Karena harga Pertalite lah yang akan dirasakan secara langsung dan merata oleh semua kalangan.
Bahkan pendukung 02 sekalipun.
Masyarakat belum terlalu ngeh dengan kenaikan suku bunga.
Orang kaya senang karena SBN mereka cuan.
Warga menengah mengeluh karena KPR mereka makin berat.
Warga bawah gak merasakannya langsung.
IHSG dan Rupiah juga begitu. Belum merata dan efeknya belum langsung.
Tapi kalau Pertalite berubah, tamatlah sudah alkisah wowo dan bolu ketan.
Menjelang sore, RUU Polri disahkan. Sebuah UU yang menjadikan asas legal bagi parcok-parcok menduduki jabatan sipil, selaiknya si bangsat sony sonjaya.
Lalu menjelang dini hari, BBM non-subsidi secara resmi dinaikkan. Ntap!
Rezim ini memang paling becus menghadirkan bencana.
Kalo masih ada yg bilang petamax kan cuma buat org yang mampu wkwkwk eitss menurut gua akan ada efek domino yang muncul setelahnya.
Dan efek domino ini justru bisa nyampe ke orang yang bahkan nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
1. Orang langsung cari alternatif yang lebih murah Ini perilaku manusia paling normal.
Kalau Pertamax naik, sebagian orang bakal pindah ke Pertalite. Masalahnya, Pertalite itu kuotanya terbatas. Kalau yang ngantri makin banyak, tekanan ke stok juga makin besar.
2. Pertalite makin rame
Kalau permintaan naik terus, antrean makin panjang. Yang biasanya isi santai jadi rebutan.
Yang nggak kebagian?
Ya terpaksa beli BBM yang lebih mahal.
3. Biaya transportasi dan logistik pelan-pelan ikut naik
Di negara kepulauan kayak Indonesia, hampir semua barang harus diangkut. Begitu biaya energi naik, biaya distribusi ikut naik. Dan biaya distribusi yang naik itu biasanya nggak berhenti di jalan.
Ujung-ujungnya diterusin ke konsumen.
4. Harga barang ikut naik seperti Beras. Sayur. Makanan. Jasa kirim. Ojol.
Bahkan UMKM kecil pun bisa kena. Karena modal operasional mereka ikut naik.
5. Daya beli makin tertekan
Ini yang menurut gua sering diremehin.
Gaji nggak naik setiap bulan. Tapi pengeluaran bisa naik pelan-pelan. Awalnya mungkin nggak kerasa.
Tapi lama-lama orang mulai mikir dua kali sebelum belanja. Mulai nahan konsumsi. Mulai batal checkout.
6. Yang kena bukan cuma orang kaya
Narasi "yang pake Pertamax kan orang mampu" menurut gua terlalu sederhana.
Karena ekonomi itu saling terhubung.
Ketika biaya di satu titik naik, efeknya bisa nyebar ke mana-mana.
Kadang yang kena justru orang yang nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
Makanya menurut gua yang perlu dilihat bukan cuma siapa yang pakai Pertamax?
Tapi juga: apa yang terjadi setelah Pertamax naik?
Karena sering kali yang bikin berat bukan kenaikan harganya. Tapi efek domino nya.
Unik, konvoi pakai bendera prabowo-gibran hanya karena gak suka PSS. Apa mereka gak ikut dinamika negaranya sendiri ya. Padahal, rupiah kita lesu, mbg bikin ribuan orang keracunan. Rezim ini nepotisme, kkn dan militerisme subur. Turut berduka atas nalar yang hilang, oalah pantes.