Orang ini ditugasi Gus Dur buat berdialog dengan para Eksil politik di Belanda.
Orang-orang dikumpulkan. Ada harapan kembali ke tanah air dan kembali mendapatkan kewarganegaraan.
Pulang dari Belanda, orang ini malah nulis "bahaya komunisme, komunisme tidak dapat diterima di Indonesia dan Islam tidak mungkin dapat dikompromikan dengan komunisme."
Hingga Gus Dur lengser, tidak ada tindak lanjut dari pertemuan di Belanda.
Ingat namanya, Yusril Ihza Mahendra, orang yang telah berdosa kepada para Eksil.
mengutip mantra dari salah satu kawan "Innamal a'malu binniyat and the result not justify ends karena proses adalah segalanya.” selalu percaya pada proses, toh ngapain juga jika menjalani sesuatu ternyata kita tak benar-benar cinta pada prosesnya.
Agak lumayan kaget dengan semangat kawan-kawan benah beberapa bulan terakhir.
Yang terus mencoba konsisten, bergerak dari satu kesempatan ke kesempatan berikutnya. Dari sedikit kemungkinan, dicoba lagi lewat kemungkinan yang lain.
setidaknya, kita selalu ruang aman untuk berjejaring, bercerita, mengeluh, menangis, bahkan menggembosi balon amarah, satu hal yang selalu layak di syukuri.
Warga Dago Elos di Festival Asia Afrika, Sabtu 11 Juli 2026. Warga masih terus mengawal konflik agraria yang tengah berlanjut di PK kedua serta menyuarakan solidaritas untuk Palestina.
#DagoElos#DagoMelawan