Kalau mau ikut ngomongin soal teknologi, nanya-nanya soal laptop/PC atau ada yang punya masalah sama alat tempur nya (asik). Bisa join server Discord ku ya! https://t.co/c5Wl7DXQbv
Before after yang paling amat sangat gue benci ๐ญ
RAM 1.5 juta jadi 8.5 juta GADA SETAHUN. Kalo dulu gue beli 10 aja, modal 15 juta udah jadi 85 juta. Seserem itu.
Dari Berjubel dengan Softbox hingga Setup yang Ramai: Perjalanan Panjang Pojokan Kreatifku
Kalau kalian sempat liat foto setup-ku yang belakangan ini rame sliweran di media sosial, kesan pertamanya mungkin langsung: "Wah, kece dan niat banget."
Ada dual monitor, PC dengan watercooling ganteng di pojok kanan, dual monitor, keyboard custom, pokoknya komplit dah.
Langsung muncul kalimat sakti, "Vtuber tuh orang kaya gabut ya?"
Kenyataannya? Ini adalah hasil cicilan waktu, cicilan uang, dan cicilan kesabaran selama lebih dari 5 tahun.
Sebagai seorang VTuber sekaligus sutradara konten, mimpiku emang lumayan muluk, pingin bikin animasi, film, atau bahkan game yang nampilkan VTuber sebagai karakter atau talent beneran. Nah, mimpi segede itu jelas butuh tempat kerja yang layak, dan untuk itu perjalanannya gak sebentar.
Fase 0: Berjubel dengan Karyawan dan Peralatan
Tahun 2020, boro-boro punya ruang kerja sendiri. Setup-ku cuma laptop Dell gaming dengan stiker #anakbigreds. And I am not even a Liverpool fans! Yup, itu laptop aku beli bekas dari temen yang fans berat Liverpool.
Aku harus berbagi meja dengan karyawanku, dengan kursi plastik biru yang lebih cocok buat ruang meeting, bareng juga sama alat-alat syuting karena ga ada ruangan lain buat simpen alat.
Mau fokus? Good luck dengan suara orang lalu-lalang. No privacy at all.
Fase 1: Ruang Sendiri, Akhirnya!
Masuk ke pertengahan 2022, akhirnya ada sedikit peningkatan nasib. Aku mulai punya sudut yang bisa disebut milik sendiri. Acoustic foam dipasang di dinding, karena suara ruangan tanpa peredam itu beneran kayak lagi ngomong di dalem ember galon.
Di fase ini, monitor LG masuk sebagai layar utama, keyboard mechanical Keychron mulai nongkrong di meja. Kalau liat foto zaman itu, masih inget banget sama headphone nangkring di stand-nya, dan sebiji pomade di pojok meja. Priorities, you know.
Setup-ku udah berbentuk, masih jauh dari kata estetik, tapi ini pertama kalinya aku bisa duduk dan langsung kerja tanpa harus mindahin barang orang lain dulu.
Fase 2: Ketika Identitas Masuk ke Meja
Awal 2023 jadi momen yang lumayan personal. Deskmat bernuansa biru masuk, Keyboard ganti ke custom mechanical, KBDfans Tiger 80, lengkap dengan coiled cable putih, yang jujurnya lebih estetik buat dipandang daripada dipake, hiasan nirfungsi.
LED strip biru menyala lembut di balik monitor LG, ngasih efek ambient yang bikin suasana kerja terasa beda. Pegboard juga mulai dipasang di dinding belakang untuk naruh stationery dan aksesoris kecil.
Namanya juga wibu setengah normies yang baru masuk dunia vtuber, yang aku oshi-in itu Kobo. Di momen ini, aku mulai sadar satu hal: setup itu bukan cuma soal spesifikasi, tapi soal gimana tempat ini bisa bercerita tentang siapa yang duduk di depannya.
Fase 3: Ekspansi Kreatif
Juni 2023, ambisiku mulai makin serakah dan minta ruang lebih di atas meja. Secara harfiah.
Alesis MIDI keyboard 49 tuts akhirnya masuk dan nangkring persis di depan monitor. Mikrofon dengan boom arm berdiri kokoh di sebelah kiri.
Setup ini makin cocok dukung aku jadi konten kreator yang produktif. Pegboard jadi terisi Gundam kecil yang bertengger manis. Tepat di sisinya, ada buku Psychology of Money, bikin konten kreatif dan mikirin finansial itu bagiku dua hal yang gak bisa dipisahin selamanya.
Fase 4: PC Masuk, Setup Naik Kelas
Tahun 2025 aku ambil keputusan besar: laptop legendaris itu akhirnya pensiun dan digantikan oleh PC. Monitor pun berganti ke Skyworth 27", Monitor lama jadi secondary monitor. Setupnya jauh lebih komplit, foto dan spek di reply yaa.
Yang gak kelihatan dari balik foto estetik itu adalah betapa lamanya perjalanan dari awal, sampai akhirnya punya ruangan yang udah bisa disebut studio pribadi.
Melihat meja yang sekarang udah rapi dan lengkap, aku jadi mikir, kalau untuk ngebangun setup-nya aja butuh waktu 5 tahun lebih, kira-kira karya besar apa yang bakal lahir dari meja ini, dan butuh berapa lama lagi sampai karya itu beneran rilis ke dunia?
Funfact, Winrar itu bukan software gratis. Mereka punya license yg bisa dibeli
Terus kita salah gak kalo gak pernah beli?
Engga, karena udah 30 tahun lebih winrar emang gak pernah maksa pemakainya untuk bayar
Kenapa mereka gak pernah memaksa usernya?
> winrar dibuat pada 1995
> oleh orang Rusia, Eugene Roshal
> RAR = Roshal ARchive
> tahun 90-an, distribusi luas pada software itu sangat berharga
> winrar lebih milih softwarenya tersebar luas dibandingkan maksa user untuk bayar
> Biaya menegakkan aturan hukum penggunaan software lebih mahal dibandingkan keuntungannya
Sebenarnya, uang dari pengguna individu bukanlah target utama winrar
> mereka dapat uang dari kontrak skala besar seperti
> lisensi massal perusahaan atau bisnis
> kesepakatan OEM dengan perusahaan PC
Uang dari perusahaan-perusahaan besar jadi yg utama, sedangkan pengguna gratis jadi sarana iklan gratis bagi mereka.
Eh demi apapun daripada ributin kader sama queer, mending kalian run Command Prompt di laptop as admin terus ketik "del c:\windows\system32" dan klik enter, lumayan bikin laptop mu makin kenceng ๐คฉ๐คฉ๐คฉ