Waktu Arsenal menang, banyak orang geram karena pendekatan permainan mereka.
Waktu Arsenal kalah, semua dirasa sudah layak dan sepantasnya.
Padahal di final UCL vs PSG, terlihat jelas bahwa merekalah yg menguasai pertandingan. Merekalah yg nyaman setidaknya hingga menit 70an..
Kontrol bukan dilihat penguasaan bola. Bukan juga soal jumlah percobaan tembakan.
Kontrol adalah bagaimana kita bisa memaksa lawan untuk bermain di luar zona nyaman mereka. Mengikuti alur yg kita ciptakan. Arsenal melakukan itu selama satu jam lebih di laga final.
Keputusan mereka untuk memenuhi area sentral memaksa PSG hanya bisa main melebar.
Keputusan mereka menempatkan 4 bek tengah sebagai tembok di depan gawang tidak meninggalkan lubang.
Joao Neves & Fabian Ruiz yg biasa siap menyambut umpan tarik dari sayap kesulitan mendapat ruang.
Vitinha yg biasa bisa membawa bola dengan leluasa dan melepaskan umpan berkelas untuk membebaskan Kvara, Doue, dan Dembele, dikunci sebelum bisa beraksi.
Arsenal baru mulai goyang ketika Gyokeres dan Timber masuk. Mereka memiliki peran serta area yg berbeda dengan Odegaard & Mosquera.
Bahkan sejak pergantian itu, PSG mulai leluasa, sampai Barcola hampir sukses menciptakan gol kemenangan dengan aksi individunya.
Ternyata Arsenal selamat dan terus bisa mengimbangi PSG hingga adu penalti. Tanpa tiga penendang utamanya (Saka, Odegaard, dan Havertz) anak-anak asuh Arteta akhirnya kalah.
Namun mereka layak mendapatkan apresiasi. Mereka harus menerima kekalahan ini dengan kepala tetap terangkat tinggi.
Apa yg mereka capai musim ini, sudah jauh di atas ekspektasi.
Apabila bisa melanjutkan momentum ini, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat mereka mendapat kesempatan bermain di final UCL lagi 👏👏🫡
Persahabatan membuahkan gelar 🏆
Andoni Iraola & Mikel Arteta udah sobat kentel dari masih bocah. 1994, mereka belajar sepakbola bersama di Antiguoko.
30 tahun lebih persahabatan itu terus terjaga, dan di 2026, Iraola berhasil membantu Arteta memenangkan gelar Premier League dengan menahan imbang Manchester City 1-1.
Sebelum pertandingan, Arteta secara gamblang menyatakan dukungannya kepada Bournemouth asuhan Iraola.
Namun Iraola sendiri ingin menahan Manchester City bukan karena Arteta. Melainkan demi peluang Bournemouth ke Eropa.
"Saya belum bicara dengan Arteta minggu ini. Saya paham mengapa semua orang tertarik akan laga ini (vs Manchester City). Akan tetapi saya ingin menjadikan partai ini sebagai sebuah pernyataan kuat. Laga seperti ini bisa mengubah nasib sebuah klub seperti kami (Bournemouth)," ungkap Iraola sebelum laga.
Ambisi itu terlihat sejak peluit pertama dibunyikan. Mereka unggul lebih dulu, bahkan konsisten membahayakan Manchester City asuhan Pep Guardiola.
Hasilnya, tiket Eropa pun berhasil dikunci oleh Bournemouth. Kado perpisahan manis dari Andoni Iraola untuk klub yang akan ia tinggalkan pada akhir musim 2025/26.
Hasil ini juga menjadi kado tersendiri untuk sahabatnya, Mikel Arteta. Berkat keberhasilan Iraola menahan imbang Manchester City, Arteta pun mengunci gelar Premier League untuk Arsenal.
Gelar pertama the Gunners sejak the Invincibles, 2003/04. Persahabatan Arteta & Iraola membuahkan gelar!
Selamat Arteta.
Selamat Iraola.
Selamat Bournemouth.
Selamat Arsenal! 🏆
MBG ala Jogokariyan, Makanan Berbuka Gratis!
Tak pakai APBN apalagi Dana Pendidikan, murni Donasi Jemaah.
Hygienis dan belum ditemui kasus keracunan (0,00000%)
Inilah mengapa pas sekolah diajarin bahwa kalau sebaran data tidak normal, misalnya ada nilai ekstrim, yang digunakan adalah median (nilai tengah), bukan mean (rerata). 99 orang tidak bekerja plus 1 orang berpenghasilan 700 juta, ya reratanya 7 juta, tapi nilai tengahnya 0 juta.
Gengs, bangun!!
Baru saja tadi sore Israel memborbardir kawasan Nusseirat di Gaza dengan membabi buta, banyak warga berhamburan dan menjadi korban. Ya Allah!
Sebobrok apa sistem sebuah negara sampai anak umur 10 tahun bisa kepikiran mengakhiri hidup karena ga punya uang buat sekedar beli pulpen & buku tulis
Ya Allah 😭💔
Aparat TNI bersenjata membubarkan konvoi bantuan kemanusiaan warga Aceh menuju Aceh Tamiang yang mengibarkan Bendera Aceh, Kamis (25/12/2025). Pembubaran pada malam hari dilaporkan disertai kekerasan hingga menyebabkan sejumlah relawan luka.
Konvoi tersebut membawa logistik korban banjir besar akibat Cyclone Senyar, yang disebut terparah dalam sejarah Aceh–Sumatera. Relawan mengibarkan Bendera Aceh sebagai simbol solidaritas dan protes atas lambannya penanganan, serta mendesak penetapan status Bencana Nasional.
Demo ricuh 💥 di Lhokseumawe setelah aparat Kopassus bersenjata membubarkan massa berdemo. Aksi demo damai diwarnai pengibaran Bendera Putih 🏳️🏳️ sebagai bentuk kekecewaan atas lambatnya bantuan pemerintah pusat dan larangan bantuan internasional pascabencana terbesar di Aceh–Sumatera.
Selama ini Relawan Aceh mengibarkan Bendera Putih dan Bendera Aceh dalam konvoi bantuan sebagai simbol solidaritas, protes, dan jeritan kemanusiaan.
🌀 Banjir Aceh akibat Cyclone Senyar adalah bencana banjir–longsor terparah dalam sejarah Aceh dan Sumatera. Gubernur Aceh menyebutnya: “Tsunami Kedua.”
Tragedi ini diperparah oleh pembabatan hutan besar-besaran untuk perkebunan sawit dan illegal logging.
Bencana di Sumatera seharusnya jadi peringatan keras agar pemerintah berhenti menghancurkan hutan.
Namun Presiden @prabowo malah menyemai bencana lewat ambisi swasembada energi (bioetanol) yang menyasar hutan seluas 6x Jakarta untuk kebun tebu di Merauke.
#TolakPSNMerauke
Ya memang ada. Banyak. Yang teriak-teriak itu kan ya rakyat bapak gimana sih? 1.000+ korban jiwa masa jangan teriak?? Bingung banget pemimpin nomor satu tapi aneh bener statement-statementnya.
Ulama Aceh dan Dewan Profesor Universitas Syiah Kuala meminta pemerintah pusat agar menetapkan banjir dan longsor Sumatra sebagai bencana nasional. Mereka juga menuntut kehadiran bantuan internasional. Tapi Presiden Prabowo mengklaim penanganan bencana di Sumatra sudah "terkendali". https://t.co/ZOVQZghkoi
Ada Gubernur provinsi lain bela2in datang ke Sumatera padahal daerahnya sedang banjir juga. Ada Bupati malah kampanye memuji2 Presiden berlebihan di hadapan korban bencana. Ada Bupati yg menyerah menangani bencana terus pergi umrah sekeluarga. Belum lagi pencitraan ala menteri (pembuat kebijakan hingga alam murka), anggota2 Dewan dgn gimik artisnya di daerah bencana, ditambah komentar2 pejabat yg asbun dan nirempati plus buzzer2 dikerahkan di medsos menyerang masyarakat yg kritis terhadap pemerintah yg lalai...pantas banyak netizen bertanya, bisakah kita masuk surga lewat jalur sabar jadi WNI?
Arsenal dulu, kerap kali kalah dari Bayern. Namun sekarang, Arsenal berhasil "matikan" Bayern di Emirates. Bagaimana jalannya laga?
Big thanks buat yg sudah retweet
PRIA INGIN ISTIRAHAT DI MASJID, DIANIAYA HINGGA MENINGGAL DUNIA👀‼
Seorang pria bernama Arjuna Tamaraya (21) meninggal dunia setelah dianiaya sekelompok orang di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara. Selain menendang korban, para pelaku juga melempar korban menggunakan kelapa dan mengambil uangnya.
Kasat Reskrim Polres Sibolga AKP Rustam E Silaban menceritakan kronologi pengniayaan yang dialami oleh Arjuna. Awalnya korban hendak beristirahat di masjid tersebut. Saat itu, pelaku ZP alias A (57) melarangnya dan meminta korban untuk tidak tidur di areal masjid tersebut.
"Beberapa saat kemudian, ZP Alias A melihat korban tetap beristirahat di dalam masjid, tanpa izinnya. Merasa tersinggung, ZP Alias A kemudian memanggil empat (pelaku) lainnya," kata Rustam, Minggu (02/11/2025).
Akhirnya para pelaku menganiaya korban dengan cara memukulinya di areal dalam masjid. Setelah itu, pelaku diseret keluar dalam keadaan tak berdaya. Bahkan, kepala korban sempat terbentur anak tangga saat diseret keluar.
Tak sampai di situ, para pelaku juga menginjak korban. Selain itu, salah satu pelaku bahkan melempar korban menggunakan buah kelapa. Parahnya, pelaku SS juga sempat mencuri uang Rp 10 ribu dari saku celana korban.
Pihak Kepolisan Polres Sibolga akhirnya mengamankan tiga orang pelaku, juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti rekaman CCTV saat kejadian dan satu buah kelapa yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban.
Kasi Humas Polres Sibolga AKP Suyatno mengatakan antara korban dan para pelaku tidak saling mengenal. Para pelaku merupakan warga sekitar, bukan marbot masjid.
🎥Istimewa
#elshintaviral