harga barang yang berpotensi naik,
efek 1 $USD = Rp.18.000
tapi tenang sobat, tidak akan ada demo. selama bbm tdk di naikkan harganya. @prabowo tau banget soal ini.
1). Mi instan
2). Tahu dan tempe
3). Tepung terigu
4). Roti dan kue
5). Smartphone / Handphone
6). Laptop dan komputer
7). Komponen PC (seperti RAM, kartu grafis/VGA, dan prosesor)
8). Daging ayam potong
9). Telur ayam ras
10). Obat-obatan (baik generik maupun obat paten)
11). Suplemen dan vitamin impor
12). Alat kesehatan (seperti masker medis, alat cek darah, dan perban)
13). Suku cadang (*spare parts*) mobil dan sepeda motor
14). Mobil dan sepeda motor baru
15). Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi (Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex)
16). Susu formula anak (yang menggunakan bahan baku bubuk susu impor)
17). Produk kosmetik dan perawatan kulit (skincare) merek luar negeri
18). Barang elektronik rumah tangga (Televisi, AC, Kulkas, Mesin Cuci)
19). Pakaian, sepatu, dan tas bermerek impor
20). Daging sapi impor (*frozen beef*)
21). Bawang putih (karena mayoritas pasokan nasional masih diimpor)
22). Buah-buahan impor (seperti apel, anggur, pir, dan kurma)
23). Gula pasir (sebagian besar bahan baku gula mentah/rafinasi didatangkan dari luar negeri)
24). Gas LPG non-subsidi (Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg)
25). Keju, mentega (*butter*), dan krim olahan susu impor
26). Konsol game (PlayStation, Nintendo Switch, Xbox)
27). Kamera digital dan lensa fotografi
28). Smart TV dan Android TV
29). Perangkat audio (Speaker bluetooth, *headphone*, dan *earbuds* nirkabel)
30). Powerbank dan aksesori pengisi daya (charger serta kabel data)
31). Oli dan pelumas mesin kendaraan (bahan dasar *base oil* menggunakan standar harga global)
32). Ban kendaraan bermotor (menggunakan komponen kimia pengolah karet impor)
33). Aki kendaraan (battery mobil dan motor)
34). Pupuk kimia non-subsidi (bahan baku fosfat dan kalium sepenuhnya diimpor)
35). Biji plastik (bahan baku utama pembuatan botol, kantong, dan wadah kemasan industri)
36). Kertas fotokopi dan kertas cetak (harga bubur kertas/pulp terikat harga komoditas global)
37). Besi beton dan baja ringan untuk konstruksi pembangunan
38). Cat tembok dan cat industri (menggunakan pigmen dan bahan kimia inti impor)
39). Sepatu olahraga merek global (seperti Nike, Adidas, Puma, dll.)
40). Parfum original merek luar negeri
41). Pakaian dan jaket dari lini mode internasional (fast fashion retail)
42). Mainan anak bermerek impor (seperti Lego, diecast Hot Wheels, dan action figure)
43). Alat musik modern (Gitar listrik, keyboard, piano digital, dan drum elektrik)
44). Alat olahraga impor (Raket badminton/tenis, sepeda, dan peralatan gym)
45). Pakan kucing dan anjing (pet food) merek internasional
46). Susu kedelai kemasan pabrikan
47). Cokelat batangan dan produk berbasis kakao olahan dari luar negeri
48). Saus dan bumbu masakan kemasan impor (seperti saus pasta instan, kecap Jepang, dan mayones)
49). Suplemen kebugaran (seperti whey protein, kreatin, dan susu diet impor)
50). Tiket pesawat terbang rute internasional (karena biaya avtur global dan sewa pesawat menggunakan mata uang USD)
udah terlalu ga percaya sama negara sampe liat berita penangkapan gini bukannya excited.. yg muncul dipikiran malah "hadeh main drama apaan lagi nih mereka."
RUPIAH ANJLOK, BEGAL DIMANA MANA, KORUPSI MENINGKAT, KRIMINALISASI MENINGKAT, HARGA KEBUTUHAN NAIK, BENCANA ALAM,
MATI LAMPU SATU PULAU.
"BELAJAR BAHASA PRANCIS YUK"
Dongo banget dah heran gue 🙂
- Ke Brazil → Ingin bahasa Portugis diajarkan di sekolah-sekolah
- Ke Russia → Siapkan kandidat untuk ikut program kosmonot Rusia.
- Ke Korea selatan → ingin memperbanyak konser K-Pop
- Ke perancis → ngin bahasa Prancis diajarkan di sekolah-sekolah
- Di Indonesia → pidato selau tidak suka asing
HEY ANTEK-ANTEK ASING
Presiden kita ini benar benar tidak punya rem untuk tidak mengambur hamburkan uang negara. Coba istana jelaskan ke rakyat secara gamblang tentang hasil nyata dari tiap kunjungan yang dilakukan hampir tiap minggu melawat ke luar negeri? Berapa anggaran negara yg dihabiskan hanya untuk berpergian? Pantaskah itu dilakukan saat rupiah terpuruk terhadap dollar, harga saham merosot dan remuk di mata investor, serta banyak rakyat sedang kesulitan ekonomi karena harga harga kebutuhan yang makin mahal? Apa tidak ada orang di sekeliling presiden yg bisa menasehati agar pak Prabowo lebih punya empati, hingga mendahulukan bekerja berdasarkan prioritas dan akuntabilitas?
Terima kasih banyak, TVRI. Selayaknya seperti dokumenter Pesta Babi, lewat konten ini lagi-lagi kami disuguhi dokumentasi yang menayangkan fakta, bahwa pejabat negara kita (sangat) goblok dalam memilih prioritas.
orba here we go again~ 👋
skenarionya tar lagi tni polri akan dilibatkan dan beberapa tokoh masyakarat yang kritis pemerintahan akan mulai dipantau, dan mungkin ditangkap atas dalih pelaku pocong-pocong ini~ 🥲
We ain't ready for this sht.
02 voters, remember your sins.
blood on your hands 🫵
"I want you to praise me.. for being alive"
"I am so Proud of you for staying alive Robin"
Tears won't stop. One Piece is so special man. This reunion was perfectly directed. It hit so hard. I am so proud to be alive to witness this