[TOLONG BANTU RT]🙏
bantu ayah aku dapet orderan🥺
btw ini usaha ayah aku udah hampir setahun ini sepi bangett😭 bahkan hampir ga ada yang order. sblmnya udah ada pelanggan tetap cuma orangnya sudah pindah jauh jadi ga order kesini lagi🥲
baiknya Allah sama aku, sampe aku lelah dan jatuh pun selalu aku dapet tangan yg bikin aku bangkit lagi
yaaAllah semoga engkau jaga selalu teman” baik seperti mereka
peluk jauhh 🥹🫶🏻🫶🏻
serta gaya hidup flexing/pamer di sosial media diperparah dengan jauhnya anak muda dari nilai agama, dan disfungsi keluarga menjerumuskan mereka pada stress sosial.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (7/9) memperingatkan bahwa diperkirakan lebih dari 340 juta perempuan dan anak perempuan, atau sekitar 8 persen dari populasi perempuan di dunia, hidup dalam kemiskinan ekstrem pada 2030. (https://t.co/WtLzIEFlSC)
Para kapitalis global yang diuntungkan sementara anak muda justru kehilangan finansialnya dan pada akhirnya berujung pada tekanan hidup karena kebutuhan semu.
Kapitalisme telah merusak potensi besar kaum muda membajaknya mereka, merusak moral dan fitrah kaum muda, merapuhkan mental demi kepentingan ekonomi mereka. Tekanan hidup multidimensi serta arus marketing produk-produk teknologi hiburan kapitalistik,
perempuan semakin menderita untuk bisa mewujudkannya. Bukan hanya itu, industrialisasi budaya populer yang didukung oleh digitalisasi, seolah telah menyihir para anak muda pada kebutuhan hiburan semu ala kapitalisme,
Demi cuan industri kecantikan, kapitalisme menciptakan mitos-mitos kecantikan, sebagai standar body goals para perempuan saat ini. Kulit putih dan glowing, wajah tirus, hidung mancung, tubuh langsing, dan berbagai standar cantik lainnya bak boneka barbie yang justru membuat
Para kapitalis memanfaatkan mereka yang rentan secara psikologis terhadap segala perubahan dan perkembangan zaman untuk memasarkan komoditinya secara implisit.