X do your magic! 🥹💔
Sedih banget pas nemu live bapak ini. Pakai batik rapi, berambut putih, beliau semangat banget nawarin kerajinan kayu pinus buatannya (ada tempat tisu, tatakan, dll). Tapi penontonnya cuma hitungan jari & belum ada yg beli 1 pun.
Kalian tau gak kenapa selalu trus sepi .?.
Pas bapaknya sampe, liat cara bapaknya bawa motor dan turun pelan2 bawa pesanan sambil senyum blg “maaf lama ya”,
yg tadinya bete langsung ciut hati ini 😢 netes air mata.
Ternyata bapaknya udah lansia dan kesulitan berjalan. Maafin ya pak 😭😭😭
Sc : threads ariestadianty
Kadang kita terlalu fokus sama estimasi waktu dan prioritas lupa kalau yg nganter juga manusia biasa yg lagi berusaha sekuat tenaga. Bapak lansia itu tetap senyum dan minta maaf padahal jelas” susah jalan. Ya mudah”an postingan ini jadi pengingat buat kita semua biar lebih sabar dan empati.
JEDEEERRRR!!!!
HATI ADIK GUE PATAH BGT SHAYYY
Cuma adik gue ckp tau porsi dia itu gimana, dia jg lg coba buat cari cara sampaikan ini tanpa menyinggung ortunya anak tsb.
Tapi disini gue belajar banyak dan paham (adik gue dan gue beda sekolah kebetulan) disekolah gue ada konsen~
Ini bukan cerita gue, tapi adik gue.
Kita adalah guru untuk anak berkebutuhan, bedanya adik gue adalah shadow teacher gitu.
Adik gue cerita, kalau saat dia visit kerumah saat libur untuk kasih pembelajaran dia sedih dan marah gitu tapi dia tau. Dia gak bisa bantu apapun.
Terus ini dijawab sm kakaknya itu
Mau tau apaa, disini adik gue langsung ngerasain sedih marah kecewaaa gituuu sm ortu anak tsb (btw, anak berkebutuhannya ini tuh udah dari SD sm adik gue diajarinnya)
"Iya mas sedih gak dpt meja belajar, kata bunda mas berdua aja sm ayah"~
Gak kuat gue kalau keinget tulisan yg bilang "mereka juga kesayangan, kebanggaan dan harapan orang tuanya dirumah/dulu" 🥺🥺🥺🤍🤍🤍
Terus video/fotonya sepuh² atau anak²/sebaya gue yg udah gak punya siapa²😭😭😭😭
Siapa sangka mbul ini sekarang jadi leader paling keren paling kuat paling serbabisa dan paling kelinci 💜💜💜💜
HAPPY 3 YEARS WITH SION
#3YearsWithSION#오시온_루키즈_공개3주년_축하해
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
Ingin mengucapkan terimakasih kepada mas² baju batik karena sudah mau pindah tempat duduk untuk gue bisa duduk cukup (terharu). Pdhl sebenernya masih muat, cuma bapak² sebelah gua dan sebelah masnya itu benar² ngangkang kakinye😫