URGENT!
Warga NTT sedang menghadapi masa sulit.
Semangat saling jaga warga harus dibuktikan sekarang.
Kita bisa ikut meringankan beban mereka secara langsung.
Berikut cara kita ikut menjaga:
- Buka tautan donasi.
- Kirimkan bantuan terbaik kamu.
- Bagikan info ini ke orang terdekat.
Saling jaga warga adalah cara kita bertahan.
https://t.co/Lk4m87h9sD
ngeliat besok those upper class ngumpul di istana negara all smiles and laughs for independence day while people in aceh, ntt, and papua still struggling... we really live in a dystopia country 🥲
KORBAN KONTEN🚨
Bantuan Berujung Perundungan Ketika Kekuasaan Pejabat Dijadikan Alat Permalukan Rakyat demi Konten!
Sebuah tren mengkhawatirkan kembali menjadi sorotan publik wak, potongan video Gubernur Jawa Barat KDM, yang berulang kali merendahkan verbal bullying mahasiswa Unpad di depan kamera.
Mulai dari ucapan menohok ENGGAK BOLEH PUNYA MENTAL GESER, emang yang mau BANTU SIAPA, hingga membeberkan masalah privasi keluarga warga ke ruang publik secara terbuka.
Bagi sebagian orang, gaya ini mungkin dikemas sebagai PENDIDIKAN MENTAL atau KETEGASAN SEORANG PEMIMPIN. Namun, mari kita membongkar realitas di balik kamera ini secara jernih wak.
1. Ketimpangan Relasi Kuasa POWER IMBALANCE
Seorang Gubernur memegang kekuasaan politik, anggaran, dan sorotan media. Sementara warga terutama mahasiswa atau rakyat biasa berada di posisi rentan yang datang untuk meminta solusi atau bantuan.
Menggunakan posisi kekuasaan tersebut untuk mempermalukan, menyindir, atau menghakimi urusan pribadi rakyat di depan kamera bukanlah bentuk edukasi, melainkan PERUNDUNGAN VERBAL /verbal abuse yang dilindungi oleh tirai popularitas.
2. Eksploitasi Kerentanan Demi Algoritma & Monetisasi Konten
Jika niat seorang pejabat publik murni untuk membantu rakyat yang mengalami kesulitan finansial atau masalah pendidikan
- Mengapa harus ada proses intimidasi verbal di depan lensa kamera?
- Mengapa privasi dan kehormatan keluarga warga harus dikorbankan demi mengejar durasi video, ENGAGEMENT, dan VIEWS di media sosial?
Bantuan dari uang rakyat atau anggaran daerah adalah HAK WAKAF MASYARAKAT, bukan kemurahan hati pribadi pejabat yang harus dibayar dengan harga diri dan martabat warga!
3. Bahaya Laten Normalisasi BULLYING oleh Pejabat
Ketika seorang Kepala Daerah mencontohkan pola komunikasi yang gemar merendahkan warga kecil, hal ini mengirimkan pesan berbahaya bagi masyarakat luas wak, seolah-olah siapa pun yang memiliki uang dan jabatan berhak membully pihak yang lebih lemah.
Negara ini dibentuk atas dasar nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Tugas pejabat adalah memfasilitasi solusi kebijakan secara bermartabat, bukan menciptakan panggung PENGADILAN MORAL harian di akun media sosialnya.
Rakyat butuh Gubernur yang bekerja secara terstruktur melalui sistem dan kebijakan publik, bukan konten kreator yang menjadikan kesulitan warga sebagai bahan olokan dan pencitraan politik!
Bagaimana pandangan kalian wak? Apakah gaya komunikasi pejabat yang suka mempermalukan warga demi konten ini masih bisa dimaklumi, atau sudah melampaui batas etika kepemimpinan?
-star Vernon merasa Kpop kini semakin mirip pop Amerika karna produser banyak mengadopsi sound Barat. Menurutnya batas antara ke2nya makin tipis. ia merindukan Kpop era 2000-2010an seperti Wonder Girls, BIGBANG & 2NE1
tp masih bnyak bgt yg ngomong kan selera masing" pdahal lagi ngomongin KPOP NYA kayak yaudahhh sih akuin aj skarang makin kebarat"an, gw ke atz aja ngakuinnn era golden hour makin ksana huft (sdih dkit)
ACEH MENCEKAM🥀😭
ALL EYES ON ACEH 🚨🚨🚨🚨
Peringatan Hari Damai Aceh (21 Tahun MoU Helsinki) yang seharusnya menjadi ruang refleksi sejarah justru berakhir mencekam. Pelataran Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh berubah menjadi arena ketegangan dan gesekan fisik antara warga dengan aparat keamanan.
Momen simbolis pengibaran bendera daerah di gerbang masjid menyulut bentrokan hebat. Letusan senjata api terdengar di tengah kerumunan, dan warga di lapangan menemukan selongsong peluru di area publik/rumah ibadah.
3 Alasan Mengapa Kita Harus Mengawal Isu Ini:
1. Trauma Konflik & Penggunaan Kekuatan Berlebih
Suara tembakan di area Masjid Raya Baiturrahman membuka kembali luka trauma masa lalu masyarakat Aceh. Pendekatan represif dan penggunaan senjata api di tengah aksi massa sipil adalah langkah mundur bagi perdamaian yang telah dirawat selama dua dekade.
2. Pengabaian Hak & Status Hukum Bendera Aceh
Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh terus digantung oleh pemerintah pusat tanpa kejelasan legalitas. Ketidaktegasan Jakarta dalam menuntaskan regulasi ini menjadikan simbol daerah sebagai pemantik bentrokan rutin saban tahun.
3. Komitmen MoU Helsinki & Keadilan Ekonomi yang DIBERANGUS
Dua dekade pasca kesepakatan damai 2005, Aceh masih terjebak dalam angka kemiskinan tinggi di Sumatra. Sementara hasil bumi dan SDA seperti Blok Andaman terus dikuras, hak bagi hasil dan otonomi penuh yang dijanjikan dalam kesepakatan politik tak kunjung diserahkan secara utuh.
Perdamaian di Aceh dibangun di atas darah dan air mata, bukan untuk dihancurkan oleh ketidakadilan pusat dan intimidasi senjata!
Kawal terus situasi di Banda Aceh dan pastikan hak-hak sipil serta keselamatan warga terlindungi!
IMPORTANT.
A CNN journalist witnessed Israeli settlers abduct and blindfold a Palestinian farmer for refusing to leave his land, as IDF soldiers stood guard.
He was later shot, while the IDF blocked the road to prevent anyone from coming to his aid, making sure he would die.
ALERTA
Dua orang ditangkap karena unggah pidato Prabowo soal nuklir Iran di Threads.
Padahal MK lewat putusan 115/2024 udah mutusin kalo kata “kerusuhan” di UU ITE cuma berlaku kalo ada kerusuhan fisik di dunia nyata, bukan di media sosial.
Tapi aparat kita tetap pake alasan “berpotensi menciptakan kegaduhan”.
Putusan MK diabaikan?
Bebaskan mereka.
#SalingJagaWarga
#BebaskanKawanKami