Ia mencuci sisa-sisa krim pada wajahnya, dengan handuk kecil yang kemudian ia โtap-tapโ perlahan pada area wajah.
Ia melihat ke arah cermin kembali. Kemudian ia terkekeh pelan, โAnjay, cakep. Sangat cmihuy (dibacanya cemihuy alias cihuy).โ
Teringat bahwa ia belum mandi, ia segera mengambil handuk untuk membersihkan tubuhnya sebelum benar-benar rehat dari hari yang cukup panjang.
Ia juga teringat dari beberapa komentar orang-orang terdekatnya terkait penampilannya belakanganโkumis dan jenggotnya yang tumbuh.
ใ ค
Beberapa gakusei menutup mata sambil memanjatkan harapan, sementara yang lain menatap langit dengan sorot kagum ketika cahaya-cahaya kecil itu bergerak menuju rembulan purnama.
ใ ค
ใ ค
Bahkan, Ia kembali menyaksikan pesona rembulan bertabur kelopak sakura nan anggun.
"Ahh kerinduan yang tak mungkin bisa kubandingkan dengan apapun. Rumah keduaku.. Tsukiyomi... " ucapnya sambil mengikuti rangkaian akhir dari parade lentera malam itu.
ใ ค
ใ ค
Usagi-chan melompat kecil mendekati bibir panggung. Tatapannya melembut, dan bilah suaranya merendah menjadi penenang yang tulus di tengah dinginnya malam. "Jiwa-jiwa muda yang luar biasa... tawa dalam permainan tadi telah merajut ikatan di antara kita.
ใ ค
@jadezstill "Besok? Boleh saja. Tapi aku belum tau kapan waktu yang pas. Apakah siang atau sore atau malam."
Sang puan sejenak memberi jeda di antara percakapan mereka.
"Kalian akan tinggal bersama ya? "