️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
Satu yang pasti, mukanya memerah karena malu. Kepalanya merencanakan reaksi yang harus ia lakukan.
"Then I think I should put this here..." melanjutkan pekerjaan @audendum. Bibirnya merengut saking fokusnya.
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
"Aaa... I guess I was too clumsy," ucapnya sembari terkekeh pelan. Membangunkan kembali rangkaian blok yang jatuh dan meraih potongan balok nun jauh di sana, sementara sang tuan agak menjauh dari meja.
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
"Wait, let me..."
Tangannya membentang hingga sudut lain meja, tempat satu potong blok berada. Sibuk menghindar kontak dengan bangunan blok, justru kontak mata dengan @audendum yang terjadi. Galuh jadi kikuk.
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
Alih-alih jadi pengamat semata, sang nona mengambil satu demi satu potongan blok yang hendak disusun. Posisinya agak canggung, tangannya berkali bersinggungan dengan bangunan kecil blok yang tengah dirangkai.
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
"I've put another five blocks, dunno if it's right. At least I put them together," lalu terkekeh.
Memandang @audendum, Galuh jadi terkesima dalam diam. Mungkin ada laporan yang lebih penting untuk disampaikan.
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
Dalam sekejap, kepalanya menggeleng cepat, mengembalikan dari lamunan. Galuh baca teliti instruksi dan memasangkan beberapa potongan hingga Keenan kembali bermenit kemudian. Mungkin waktu memang berjalan cepat.
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
Bibir Galuh membulat begitu dengar ucapan @audendum. "Tau juga istilah asem untuk yang belum mandi? At this rate you're practically Indonesian," ucapnya kaget.
"Okay, I'll wait here sambil coba nyusun lagi!"
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
Keenan meletakkan bawaannya, maka saat itu juga Galuh meletakkan konstruksi lego-nya di atas karpet. Cukup menguasai permukaan meja kalau-kalau semua perintilan dan wujud jadinya diletakkan di tempat yang sama.
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️️️ ️️
@audendum ️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
"Let's finish theee... no! I can bring it myself!"
Masih dengan konstruksi lego yang hampir jadi di kedua tangan, ia mengejar langkah besar @audendum menuju unit kediaman si tuan. "Kopinya? Dibawa, kan?"
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
Galuh bergegas turun dan mengambil lego yang ia simpan di kursi belakang. Dengan sumringah, ia tunjukkan pada @audendum rangkaian balok yang ia susun dua minggu terakhir.
"Masih ada progress, kan? Not bad."
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
Ibukota mulai merayap lagi dengan kendaraan, mengingat beberapa orang akan mulai kembali pada rutinitas esok hari. Setelah menit berlalu dan puluhan tanya diajukan pada sang empu rumah, keduanya tiba di tujuan.
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
"Mm-m, we're on thirties, Keenan. Coffee is fine but not immediately after running. Kandungan air dalan tubuh yang keluar karena keringat pun belum keganti, dan udah ditambah kafein? Mm-m, not good," ocehnya.
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️️️ ️️