round 1 menurut gw ceritain tentang perempuan yang di-objectified & sexualized. semenjak mizi jadi idol, dia mulai berubah. mungkin karena angan2 mizi tentang jadi idol hancur karena dia dijadikan bahan fantasi laki-laki. most of penonton zombie stage juga laki-laki :)
gue nggak ngeliat masa depan gue di sini karena
1. gue queer
2. indog masih misoginis dan patriarkis
3. pemerintah demoin rakyatnya sendiri
4. feminis dianggap freak di sini
5. racist, corrupt, and homophobic country
Pdhl budaya jawa asli sblm pengaruh agama abrahamik terbuka bngt sm ragam gender. Klo engga ga mungkin lahir kesenian2 jawa ky lengger, jaranan, ronggeng dan manuskrip abdi dalem lintas gender.
Religion of peace but their mindset is just "let's k*ll the kafirs, k*ll the gays, k*ll the minorities" just so you can feel holy and secure your spot in heaven