The MVP has found his new home. 💙
Yang paling dibicarakan, yang paling diperebutkan, kini resmi menjadi bagian dari #PERSIB
Mariano Peralta resmi bergabung sebagai #SumangetAnyar untuk menambah daya serang #PERSIB
Let’s make history together, Mr. MVP! 🇦🇷
🚨🔵 BREAKING: MORGAN ROGERS TO CHELSEA, HERE WE GO!
Club to club agreement reached today with Aston Villa to anticipate Arsenal official bid.
£117m proposal has been accepted, as @David_Ornstein reported.
Agreement done with Morgan Rogers on personal terms until June 2032. 🫱🏻🫲🏼
Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐️
🚨 BREAKING: Xabi Alonso has accepted to become Chelsea next manager, HERE WE GO! 🔵🔜
The agreement is set to be completed.
#CFC prepare official announcement for the upcoming days, but Xabi said YES. 💣
🚨 BREAKING: Chelsea part company with head coach Liam Rosenior. #CFC wanted to give 41yo much longer but results dictated otherwise. FA Cup + CL push key factors. Calum McFarlane to take interim charge before permanent appointment in summer @TheAthleticFC https://t.co/ASk6XrxJdo
"Moment @prabowo 'kesurupan' saat diwawancarai oleh Najwa Shihab"
Wowo ini salah satu penghalang orang masuk surga, liat dia ngomong bawaannya pen banget maki² ajg 😭
WELCOME TO ONIC ID, KELRA!🔥
From ONIC PH to ONIC ID, a new chapter begins. Let’s make history together!
Give a warm welcome to KELRA, SONIC! 💛🖤
#WelcomeKelra#ONICID#SONIC
🚨💣 BREAKING: Chelsea and Enzo Maresca agree to part company with immediate effect. It’s OVER.
Official statement to follow but all done after tension growing last 24/48h.
Chelsea will now start working on new manager appointment. 🔵🔜
Satu juta. Angka itu bukan statistik. Itu adalah 1.057.482 tatapan kosong di tenda pengungsian, bau basah dari pakaian yang tak sempat diselamatkan, dan 961 kursi kosong di meja makan yang takkan pernah terisi lagi.
Kau tahu apa yang paling menjijikkan dari data 961 nyawa melayang dan hampir seribu orang hilang ini? Estimasi biaya pemulihan.
BNPB bilang, butuh Rp51,82 triliun untuk memulihkan Aceh, Sumbar, dan Sumut. Bayangkan. Kerugian yang disebabkan oleh kelalaian sistematis pembalakan liar, tata ruang abal-abal, dan penegakan hukum tumpul terhadap korporasi perusak kini harus ditanggung negara. Uang kita.
Pejabat datang, pasang wajah prihatin di depan kamera, bilang "Indonesia Mampu Atasi Musibah". Mereka memastikan APBN cukup (Kata Mensesneg 3 Des 2025). Tentu saja cukup! Anggaran untuk event pencitraan, studi banding, atau food security project yang tiba-tiba muncul, angkanya jauh lebih berani.
Lihat kontrasnya:
Biaya pemulihan: Rp51,82 Triliun.
Bantuan yang diserahkan Menag tahap awal: Rp155 Miliar (fakta, 2 Des 2025) – mayoritas dari donasi Baznas dan lembaga lain, bukan murni kucuran APBN Penuh.
Korban meninggal hampir 1.000 jiwa, tapi Pemerintah Pusat TIDAK MAU menetapkan status Bencana Nasional (fakta, dikritik ekonom karena membatasi ruang fiskal darurat - 1 Des 2025). Kenapa? Karena menetapkan Bencana Nasional berarti pejabat harus kerja, bukan pencitraan. Itu berarti membuka dompet sebesar-besarnya, bukan sekadar mengirim 3-4 pesawat Hercules berisi mi instan.
Sementara anak-anak di pengungsian merindukan satu piring nasi hangat, elite di Jakarta sibuk berdebat: Apakah lebih penting kerja lapangan atau administrasi? (fakta, alasan belum ditetapkan Bencana Nasional - 3 Des 2025).
Jutaan nyawa terancam. Ribuan hilang. Puluhan triliun rupiah ludes karena keserakahan yang dilegalkan. Dan kita, yang kehilangan saudara, hanya bisa melihat mereka beradu argumen di podium.
Kita menabur kemanusiaan, yang kita tuai hanya lip service dan angka kerugian yang membengkak.
Hindia talks about Sumarsih during his speech at the #AMIAwards:
“Di rilisan ini juga ada tentang seorang ibu yang kehilangan anak pada tahun 1998, dan perjuangan dia sampai hari ini dalam mencari keadilan dan memupuk harapan. Untuk ruang dan apresiasi terhadap realita tersebut, terima kasih.”