Semalam aku mendengar satu podcast yang sangat ngena.
Hidup sebaiknya berpaksikan waktu sholat.
• Bekerja setelah Subuh
• Makan siang sebelum Zuhur
• Makan malam sebelum Magrib
• Tidur setelah Isya
• Punya waktu untuk diri sendiri sebelum Subuh dengan qiyamul lail
• Menikmati ketenangan pagi saat matahari terbit
Ketika hidup berpaksikan sholat, bukan hanya waktu yang menjadi lebih teratur, tetapi hati juga terasa lebih tenang.
"Jangan selipkan sholat di sela-sela kesibukanmu. Selipkan kesibukanmu di antara waktu-waktu sholat."
KAYA BERAAAAAAAAAK beneran my youth is in your past bayangin lu sepanjang hidup sejak lobus frontal belum fully developed bareng terus pas udah mature baru oh it won’t work anymore let’s be happy in our way……..
KAYA BERAAAAAAAAAK beneran my youth is in your past bayangin lu sepanjang hidup sejak lobus frontal belum fully developed bareng terus pas udah mature baru oh it won’t work anymore let’s be happy in our way……..
@pingueoo@erlanishere Valid kak, merindingnya beda
Kebetulan pas malem aku ngantor sendirian hahaha jadi kebayang bayang
Buat aku yg sering sendirian di kantor pas shift malem ini feel nya kerasa banget sih
Tahukah kamu???
Hatimu dan hati jodohmu itu sudah diatur frekuensinya oleh Allah. Jarak dan waktu tidak akan pernah bisa membatalkan apa yang sudah tertulis di lauhil mahfudz.
Ketahuilah...
Pemilik hatimu dan pemilik hatinya adalah Dzat yang sama, yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebelum kalian saling mengenal di dunia, Allah sudah tahu kapan hatinya akan digerakkan untuk mencarimu, dan kapan hatimu akan siap untuk menerimanya.
Semua sudah disetting dengan presisi yang sempurna. Tidak akan tertukar, tidak akan terlambat, dan tidak akan tertinggal.
“Jangan minta yang kecil, kepada Dia yang Maha Besar.”
Ada yg ngetik ini di threads kemarin.
Terus langsung inget kalo besok hari Arafah. Hari dimana bukan malaikat, tapi Allah yang turun langsung ke bumi.
Maka dari itu, berdo’a lah se-banyak dan se-mustahil mungkin.
Manfaatkan momen hari arafah ini dengan se baik-baik nya🫶
Ini ada list do’a yg bisa kalian baca, incase bingung mau do’a apa😅
Guys, Juansen Leo suaminya Evelyn Chrestella baru ngomong sesuatu soal punya anak yang menurut gue paling jujur dan paling tidak munafik yang pernah gue dengar dari seorang konten kreator.
Dan jawabannya bikin gue mikir ulang soal pertanyaan yang semua orang tanya tapi jarang ada yang jawab dengan benar.
"Udah siap belum punya anak?"
Jawaban Juansen:
tidak ada yang akan pernah siap:
Selama hamil orang pada tanya ke Juansen,
"Udah siap belum jadi ayah?"
Jawabannya selalu sama: belum.
Dan dia jelaskan kenapa dengan sangat konkret.
Pas lahiran, anak mereka langsung masuk NICU karena ada lendir di paru-paru.
Saturasi oksigen turun sampai 79.
Juansen yang biasanya tenang gemeteran.
Justru Evelyn yang backup dia.
Bilang "tenang, semua bakal baik-baik aja."
Lalu Evelyn kena mastitis infeksi payudara
karena ASI tersumbat,
demam sampai 40 derajat,
menggigil, satu tahap sebelum harus operasi.
Siap enggak Juansen menghadapi itu semua?
Tidak mungkin.
Karena tidak ada yang bisa mempersiapkan diri
untuk hal yang belum pernah dijalani.
Poinnya satu:
tidak ada yang akan siap kalau tidak dijalanin langsung. Tapi itu bukan alasan untuk tidak mulai.
Soal orang tua zaman dulu yang suka bilang "dulu mama enggak gini":
Juansen ngomong ini dengan sangat tegas dan minta maaf duluan ke yang lebih tua.
Punten.
Zaman sekarang sama dulu itu beda.
Dulu belum ada COVID.
Dulu belum ada virus-virus yang sekarang bermunculan.
Dulu standar sterilisasi barang bayi tidak seketat sekarang.
Dulu informasi medis tidak semudah sekarang diakses.
Jadi ketika orang tua bilang "dulu anak mama enggak diginiin juga sehat-sehat aja" itu bukan argumen yang valid. Itu nostalgia yang dibungkus jadi kritik.
Konteks berubah.
Ilmu berkembang.
Dan generasi baru yang mencoba menerapkan standar yang lebih baik untuk anak mereka tidak seharusnya dihakimi hanya karena caranya berbeda dari cara lama.
Yang paling penting untuk disiapkan
dan ini bukan soal uang:
Juansen bilang hal pertama yang harus disiapkan adalah ilmu.
Bukan finansial.
Finansial penting tapi punya uang banyak tidak otomatis membuat seseorang siap jadi orang tua.
Ilmu bisa dicari gratis.
Uang harus dicari susah payah.
Dan Juansen membuktikannya sendiri.
Setiap hari dia tanya ke ChatGPT dari yang serius sampai yang paling random.
Soal lahiran, soal ASI, soal perkembangan bayi,
soal mastitis.
Dia research pecah ketuban sebelum kejadian makanya waktu kejadian dia dan Evelyn bisa santai, tahu harus ngapain.
Ketenangan itu bukan karena tidak takut.
Tapi karena sudah tahu.
Soal baby blues dan kenapa Juansen siapkan support system jauh sebelum lahiran:
Juansen tidak menunggu Evelyn kelelahan dulu baru cari suster.
Suster sudah dipanggil satu bulan sebelum lahiran supaya Evelyn punya waktu untuk kenal dan cocok dulu.
Kalau dalam dua minggu tidak cocok, ganti.
Orang tua Evelyn sudah hadir sebelum lahiran.
Hasilnya:
tidak ada baby blues.
Bukan karena mereka kebal.
Tapi karena support system sudah dibangun jauh sebelum dibutuhkan.
Dan Juansen bilang sesuatu yang sangat penting soal ibu-ibu yang harus mengurus bayi sendirian tanpa suami yang bertanggung jawab,
tanpa bantuan apapun dia tidak bisa menghakimi mereka yang kena baby blues.
Karena setelah tahu sendiri betapa beratnya dia justru heran kenapa ada yang tidak baby blues dalam kondisi seperti itu
Siap punya anak bukan soal tabungan yang cukup. Siap punya anak adalah soal ilmu yang terus dicari, support system yang dibangun jauh sebelum dibutuhkan,
dan kerendahan hati untuk mengakui bahwa banyak hal yang tidak akan pernah bisa diprediksi tapi bisa dihadapi kalau tidak dijalanin sendirian.
Dan untuk yang suka bilang "dulu mama enggak gini juga sehat" zaman sudah berubah. Standar yang lebih tinggi bukan berarti lebay.
Itu berarti kita peduli lebih dari generasi sebelumnya. Dan itu hal yang seharusnya dirayakan, bukan dikritik.
kalo Allah udh berkehendak, gaakan ada yg bisa menghalangi.
sebaliknya, kalo Allah bilang engga, even itu udah di depan mata, ya gaakan terjadi.
sama halnya dengan rezeki dan musibah guys. mau kita menghindar gimanapun, kalo udh rezeki atau musibah, pasti kita bakal tetep dapetin itu.
jd jgn khawatir soal rezeki. rezeki kita udh diatur dan disiapkan. kita cuma disuruh doa dan ikhtiar. sisanya serahin ke Allah. jalan rezeki Allah tuh banyak. bumi Allah luas. kita dapet rezeki bukan karena usaha kita semata, tapi memang itulah porsi rezeki kita.
semangat y✨
yg bikin capek tuh sebenernya kita mikirin hal hal yg harusnya ga kita pikirin, karena itu hal hal yg di luar kuasa kita dan cuma Allah yg berkuasa atas itu.
mikirin rezeki dan masa depan.
kita tuh sebenernya gaperlu mikirin itu. karena rezeki udh Allah atur, begitu jg masa depan.
yg perlu kita lakuin cuma doa dan ikhtiar semampunya semaksimal mungkin. udah. sisanya biar tawakkal ke Allah.
selama kita masih bernafas, artinya rezeki kita masih ada.
ada bbrp pertanyaan yg belakangan ini susah bgt kujawab:
"biasanya weekend ngapain aja?"
"kamu hobinya apa?"
"suka dengerin lagu apa? artis favoritnya siapa?"
i don't even know what i like; it seems that nothing ever excites me anymore 🥹
i want to rediscover my spark.
baru sadar, ternyata setiap kita ‘level up’, pasti ‘kehilangan’ sesuatu.
entah itu kebiasaan, pertemanan, pasangan, atau versi diri kita yang lama.
tapi, itu bukan berarti kita benar-benar kehilangan melainkan kita bertumbuh. menyeleksi apa yang udah gak sejalan dengan versi kamu yang lebih baik diatas sana.
TW : Manipulasi identitas, pelecehan digital
bayangin ada orang yang diem-diem pakai foto kamu, ngaku ke orang-orang kalo kamu istrinya, bahkan bikin cerita kamu lagi hamil… padahal kamu ga pernah punya hubungan apa" sama dia.