JURUSAN KULIAH SESUAI HOBI
Hobi Menghitung
1. Matematika
2. Fisika
3. Kimia
4. Akuntansi
5. Ekonomi
6. Farmasi
7. Aktuaria
8. Teknik Informatika
9. Teknik Sipil
10. Statistika
Hobi Jalan-Jalan
1. Pariwisata
2. Manajemen Perhotelan
3. Antropologi
4. Kehutanan
5. Perencanaan Wilayah dan Kota
6. Geografi
7. Jurnalistik
8. Teknik Geologi
Hobi Menggambar
1. Arsitektur
2. DKV
3. Tata Busana
4. Seni Rupa
5. Desain Produk
6. Desain Interior
7. Desain Grafis
Hobi Membaca
1. Sastra
2. Sejarah
3. Filsafat
4. Ilmu Politik
5. Ilmu Perpustakaan
6. Ilmu Hukum
7. Psikologi
Hobi Eksperimen
1. Teknik Kimia
2. Teknik Mesin
3. Teknik Elektro
4. Fisika
5. Biologi
6. Bioteknologi
7. Kedokteran
#intinyadeh seorang ibu di Kalideres, Jakarta Barat, tewas terlindas kendaraan iring2an TNI yg melintas.
Di CCTV terlihat motor yg diboncengi korban ditabrak truk TNI dr belakang, korban jatuh, terlindas. Meninggal di tempat.
Saksi: udh berusaha minggir, truk kecepatan tinggi.
Viral! Limbah Hitam Diduga dari PT MKS Cemari Sungai di Sekayam, Warga Resah
Viral di media sosial, dugaan pencemaran lingkungan oleh limbah hitam pekat mencuat di wilayah Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Lumpur berwarna gelap dilaporkan menyelimuti aliran Sungai Surya dan Sungai Sebloh yang berada di Dusun Perimpah, Desa Sungai Tekam.
Warga setempat menyebutkan, limbah tersebut diduga berasal dari aktivitas pabrik kelapa sawit milik PT Mitra Karya Sentosa (PT MKS). Kondisi air sungai yang sebelumnya jernih kini berubah menjadi keruh kehitaman, menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari aliran sungai tersebut.
“Airnya jadi hitam pekat, baunya juga menyengat. Kami khawatir dampaknya ke kesehatan dan lingkungan,” ujar salah seorang warga.
Selain mencemari aliran sungai, lumpur hitam itu juga dikhawatirkan berdampak pada ekosistem perairan, termasuk ikan dan biota sungai lainnya. Warga mendesak pihak perusahaan untuk segera bertanggung jawab dan melakukan penanganan serius terhadap dugaan pencemaran tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT MKS belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan investigasi serta mengambil langkah tegas guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.