Banyak orang salah paham tentang perempuan mandiri. Sering dicap keras kepala, susah diarahkan, bahkan egois. Padahal, mereka terbentuk seperti itu bukan tanpa alasan. Keadaanlah yang menempanya, ia belajar bertahan karena seringkali tidak ada yang bisa diandalkan selain dirinya sendiri. Terbiasa mengurus banyak hal sendirian, menahan rasa sakit tanpa banyak bicara, dan menjadikan dirinya sebagai satu-satunya sandaran.
Kamu harus coba, setidaknya sekali dalam hidup, pergi sendirian. Keluar kota atau bahkan keluar negeri, tanpa ditemani siapa pun. Bukan sama teman, bukan sama pasangan, juga bukan keluarga, tapi benar-benar sendiri.
Rasain gimana rasanya naik pesawat sendirian, bingung cari gate sendiri, duduk di kereta tanpa ada yang diajak ngobrol, atau naik transportasi umum sambil belajar percaya diri sama diri sendiri. Coba juga makan sendirian, dari restoran yang mahal sampai warung kaki lima di pinggir jalan. Duduk di tenda sederhana, makan bareng orang-orang yang nggak kamu kenal, tapi tetap terasa hangat.
"dia berubah?"
enggak!!!
dia sembuh, dia belajar, dia tumbuh, dia menetapkan batasan, dia berhenti menyerah, dia menggunakan logikanya, dan dia mengutamakan dirinya sendiri.
mari menormalisasikan mencintai dengan tenang dan nyaman, tidak sibuk mencurigai atau bahkan ketakutan ditinggalkan hingga mengobarkan diri sendiri, mari bertumbuh bersama tanpa menuntut berlebihan.