Makin banyak temen dan kenalan yg menurut kamu “cuma FOMO doang” ketika ikut share tentang #KawalPutusanMK, makin bagus atuh. Kan katanya kita nggak mau jadi echo chamber. Be nice to them, oke 🫶
Kenapa kita harus peduli dengan darurat konstitusi?
Bahaya kalau kita tidak peduli, ada potensi penyalahgunaan kekuasaan, di mana hak-hak sipil dapat ditangguhkan, hukum normal diabaikan, dan kontrol terhadap pemerintah menjadi lemah.
{sebuah utas singkat}
Sepertinya para buzzer udah dapet arahan baru. Mereka minta orang2 juga demo soal UU Perampasan Aset.
Silakan demo, wahai para Buzzer. Kalau kerja jangan nanggung.
Kepada @DPR_RI
Mohon mereka disambut supaya bayarannya tidak diminta balik 🙏🏻
#KawalPutusanMK
Saya dapat beberapa DM kabarnya KPU rapat rahasia entah dimana, untuk meloloskan kaesang mencalonkan cakada
Karena situasi sudah tidak kondusif, tidak bisa kita kawal di darat saat ini maka kita kawal di udara
Kawal! Sampai menang! Sampai menang!✊
#KawalPutusanMk
Dalam keterangan yang disampaikan Tim Advokasi untuk Demokrasi, Jumat (23/8/2024), ada satu orang massa aksi yang tertangkap terus dipukuli oleh 15 orang polisi..😭
Tonton di video deh buat keterangan lengkapnya.
| Narasi Daily
22-23 Agustus 2024
Banjarmasin, Tarakan, Banda Aceh, Bandung, Jember, Surabaya, Yogya, Purwokerto, Denpasar, Kediri, Palangkaraya, Serang, Jakarta, Malang, Semarang, Makassar, Kupang, Batam, Buleleng, Bandar Lampung, Padang, Palu, Majene, Mataram, Pontianak, Solo, Sukabumi, Blitar, Pekanbaru, Banyuwangi, Kendari, Gorontalo, Cirebon, Tegal, Melbourne, Palembang, Tasikmalaya, Madiun, Balikpapan, Purwakarta, Kudus, ...
Hormat.
Mahasiswa Universitas Bale Bandung (Unibba), Andi Andriana, mengalami luka serius pada mata kirinya saat berdemonstrasi menolak revisi UU Pilkada di Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (22/8/2024).
Luka itu disebabkan lemparan batu yang diduga berasal dari polisi dari arah Gedung DPRD. Akibatnya, Andi langsung dibawa ke RS Hasan Sadikin sebelum akhirnya dirujuk ke RS Mata Cicendo untuk menjalani operasi.
Berdasarkan keterangan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unibba, Fauzi Septian yang diterima Narasi, pelemparan terjadi saat demo mulai ricuh sekitar pukul 17.00 WIB.
Para demonstran pun dievakuasi ke Gedung Sate termasuk mahasiswa Unibba. Namun, Andi terpisah dari rombongan dan terseret arus massa hingga berada di barisan terdepan.
Saat sepatu yang dikenakannya terlepas, Andi berjongkok untuk memperbaikinya. Saat ia bangkit, sebuah batu yang dilemparkan dari arah Gedung DPRD menghantam matanya.
Atas kejadian ini, Fauzi menegaskan BEM Unibba akan terus mendampingi Andi hingga masa pemulihannya selesai. "Kami tidak akan berhenti di sini. Setelah
Andi selesai, kami berencana untuk kembali melaksanakan aksi di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Kami bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi pada Andi, dan kami akan terus memperjuangkan keadilan untuknya," pungkasnya.
| Narasi Daily
Siapin mental dan fisik kalian, untuk kawan kawan mahasiswa mohon diatur harinya jangan tiap hari datang
Koordinasi dengan kelompok mahasiswa lain agar datangnya bergantian
Ingat ini marathon
Sampai menang
Sampai menang
Sampai menang ✊
#KawalPutusanMK#KawalSampaiMenang
“gapapa gapapa gapapa Bu kita pulang kok Bu” ya Allah, sedih bgtt liatnya 😭
gak kebayang gimana perasaan orang tua dari mahasiswa yang diculik, nungguin anaknya pulang kerumah.
KEMBALIKAN TEMAN TEMAN KAMI!! @DivHumas_Polri
https://t.co/E5VIWgwHK4
🇮🇩 INDONESIA BACKS DOWN ON NEW ELECTION LAW CHANGE AS PROTESTS ERUPT
Indonesia’s parliament has postponed ratifying changes to the election law after widespread protests erupted across the nation.
Protesters accused President Jokowi of trying to undermine democracy by paving the way for his son to gain political power.
The changes, if passed, would have impacted the 2024 elections, with critics claiming they were designed to favor Jokowi’s allies.
Sources: Reuters, BusinessLive