@740_st@orioniswin Ya knp dulu wanita gak nglawan balik ? Artinya kesempatan yg dinikmati wanita jaman modern ini, krn kemurahan hati pria membuka akses untuk kesetaraan. Dan kalo feminazi lama kelamaan makin ngelunjak, pria bs menutup kembali akses itu. Gitu ya konklusi sejarahnya
GAIS AKU BOLEH PAMER TIDAKKK GAJIKU BULAN INI TEMBUS 1,5jt?!!! ya Allah terima kasihh akhirnyaa setelah 1 1/2 tahun kerja jadi asisten apoteker + administrasi + rekam medis (dikit) bisa dapet 1,5jt lebih, alhamdulillahhh!!😭🫶
Perempuan pintar itu rata” pemberontak,
Harus siap dgn sifat pemberontakny, kritisny, dan ambisiusny. Hanya laki laki yg puny energi tinggilah yg bisa d sampingny, karena harus selalu siap upgrade & berada di atas levelnya terus.. jadi klo gk kuat mending mundur..
“pembalut cuma 17rban aja berisik bgt”
HELLOW??? lo fikir pembalut 20pcs ini akan bisa dipake 20 tahun? ini cuma bisa dipake MAKSIMAL 4 hari. ganti pembalut itu HARUSNYA 3-5 jam sekali. belum ganti panties kalau bocor.
atau emang kita harus pake daun pisang kali ya☺️
seumur ngekost d sini, baru denger tetangga kost ngeluh biaya hidup sampe hrus nurunin kelas bpjs untuk satu kluarga ke kelas 3. tp emang separah itu eh skg 😔
Pembalut merupakan kebutuhan biologis perempuan, tetapi hingga kini masih dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Hal ini menjadi sorotan setelah unggahan di Threads viral dan mempertanyakan mengapa produk menstruasi tidak termasuk barang yang dibebaskan dari pajak.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menjelaskan bahwa pembalut belum termasuk dalam daftar barang yang mendapat fasilitas pembebasan PPN.
DJP juga menegaskan bahwa pajak tersebut bukan dikenakan khusus kepada perempuan, melainkan bagian dari sistem perpajakan atas konsumsi barang.
Baca: https://t.co/gubNSZQFRP
< #Pajak #Pembalut #infografikslide [20261029143054026]