Baca berita ini bikin ngenes.
Intinya, Himbara menggelontorkan kredit sindikasi Rp220 triliun kepada Agrinas Pangan untuk membangun 80.000 KDMP. Bunganya 6%, tenor 6 tahun.
Di atas kertas, Agrinas adalah debitor. Tapi tagihannya? Pemerintah yang akan menanggung, melalui DAU/DBH atau dana desa.
Masalahnya muncul sekarang. Per 25 September 2026, kewajiban pokok + bunga yang jatuh tempo mencapai Rp37,7 triliun.
Dana yang disiapkan pemerintah baru Rp8,1 triliun. Artinya ada potensi lubang Rp29,6 triliun. Lalu siapa yang menanggung kekurangannya?
Kalau pemerintah tak membayar, risikonya bisa merambat ke neraca bank-bank Himbara, selain pasti ke DAU/DBH atau dana desa.
Ruwet banget ini KDMP, belum jalan sepenuhnya sudah jadi beban. Jadi bingung jg, apa ini benar-benar kredit korporasi, atau utang pemerintah yang ditaruh dulu di neraca BUMN?
TW // dugaan femisida/suicide
2 VERSI KEMATIAN WINDA
Seorang perempuan Winda Lorenza Gowasa (30 tahun) ditemukan meninggal dunia pada 2 Agustus 2026 di kamar mandi sebuah rumah di Kota Medan, Sumatera Utara.
Versi keluarga Winda:
- Keluarga (terutama ayah Sanalui Gowasa) menolak keras kesimpulan polisi yang menyebut bunuh diri. Menurut mereka, ini hasil kekerasan/penganiayaan atau pembunuhan terhadap perempuan, bukan penembakan diri sendiri.
- Saat melihat jenazah, keluarga menemukan banyak lebam tidak wajar: di leher (diduga bekas pencekikan), mata, kaki, paha, perut, serta seluruh tubuh membiru.
- Akses ke jenazah dibatasi: hanya boleh melihat wajah, tubuh ditutup, dilarang mengambil foto, dan sempat diminta agar jenazah langsung dimakamkan tanpa disemayamkan di rumah.
- Hasil autopsi lengkap belum diberikan kepada keluarga, dan mereka merasa tidak dimintai izin secara memadai saat proses autopsi.
- Detail penting menurut keluarga: Sekitar dua bulan sebelum kejadian, ibu mantan suami (ibu Brigpol Iman Syahputra Harefa) menjemput Winda di Jakarta dan membawanya kembali ke Medan karena ada niat untuk rujuk kembali. Tapi bukan Winda yang minta rujuk dan berangkat sendiri ke Medan.
- Ayah korban mengaku baru mengetahui hal ini setelah putrinya meninggal. Sebelumnya ia mengira Winda masih tinggal di Jakarta.
- Winda sebelumnya tinggal di Jakarta, bekerja menjual pakaian sambil mengasuh anak mereka.
- Keluarga telah melapor ke Polda Sumatera Utara untuk meminta penyelidikan lebih mendalam dan keadilan, karena merasa kesimpulan “bunuh diri” terlalu cepat dan tidak sesuai kondisi jenazah.
- Keluarga mulai mendapatkan teror dan ancaman karena speak up kejanggalan ini
(1)
Testimoni keluarga korban:
teman2, tolong bantu viralkan. diberitakan bun*h dir* tp luka2nya jelas ada indikasi penyiksaan. mantan suaminya adalah polisi dan keluarga mantan suami seperti menutupi sesuatu #justicefowindalorenza
silahkan cek IG @/justiceforwindalorenza
FREE ADOP
nama : cantika
kucing cewe umur 6bulan(?)
pupip di pasir, sehat, clingy, gak nakal
free adop krn udh kebanyakan kucing di rumah
lokasi bekasi utara #adopsi kucing bekasi
yg minat ambil ke rumah
open adop (free)
kitten umur 2 bulan kurang dikit
2 jantan 2 betina
sehat, aktif, pupip di pasir
lokasi bekasi utara. dm for detail. thankyou
#adopkucing#freeadop@kochengfs#wts kucing
jujur sering bgt ada demo tapi NGGAK ADA BERITA NYA SAMA SEKALIIIII
hrs liat langsung baru ngeh kalo ada demo 😭 ya Allah astaghfirullah, kmrn aku lewat ada jg & aku gatau berita ini sama sekali
2 tahun nikah belum dikasih anak... (tapi emg awalnya ga promil) awalnya cuma mikir "gpp emg blm rejekinya". ternyata setelah dicek, gw pcos. makanya cenderung susah hamil. kata dr. obgyn bisa hamil tapi bakal lebih effort daripada orang yg gak pcos.
PCOS (sekarang disebut PMOS) itu dialami banyak banget banget perempuan, tapi ironisnya masih sangat under-researched. A lot of my friends have PCOS :(
Bahkan diperkirakan sekitar 70% penderitanya belum terdiagnosis karena edukasi soal PMOS masih minim banget.