Ada satu penyesalan dari keluarga pasien stroke di IGD yang sering banget bikin aku ikut nyesek pas dengernya:
"Dok, tadi pagi badannya tiba-tiba lemas, kirain cuma kecapekan biasa. Terus disuruh tidur dulu aja..."
Atau, "Tadi udah dibawa ke tukang urut Dok, tapi malah makin parah, separuh badan ga bisa gerak."
Ternyata pas diperiksa di IGD, kondisinya udah lewat dari masa emas.
Tolong ya ges, di bagian saraf, kami punya pegangan erat: Time is Brain. Waktu adalah otak.
Pas pembuluh darah di otak mampet karena sumbatan, setiap detiknya ada jutaan sel otak yang mati kelaparan ga dapat oksigen. Makanya ada yang namanya Golden Period atau masa emas penanganan stroke, yaitu maksimal 4,5 jam sejak gejala pertama kali muncul.
Kenapa sih ngejar waktu di bawah 4,5 jam itu penting banget? Karena kalau pasien datang cepat, kami masih punya senjata buat menyelamatkan sel otak yang belum mati.
Ada obat khusus yang disuntikkan lewat infus untuk menghancurkan gumpalan darah yang nyumbat itu. Tindakan ini namanya Trombolisis. Ibarat saluran air yang mampet, obat ini tuh kaya cairan pembersih super kuat buat ngelancarin alirannya lagi.
Terus, gimana kalau gumpalan darah yang nyumbat ukurannya gede banget? Ada tindakan lanjutan namanya Trombektomi. Dokter bakal masukin semacam selang kecil dari pembuluh darah di paha, terus naik ke arah otak, buat "menangkap" dan menarik gumpalan darah itu keluar secara langsung.
Tapi ges, tindakan krusial kaya Trombolisis dan Trombektomi ini butuh fasilitas khusus seperti alat CT-Scan dan kesiapan tim medis, yang biasanya cuma ada di Rumah Sakit besar.
Jadi kalau ada saudara atau orang tua yang tiba-tiba ngalamin gejala kelemahan separuh badan, pelo, atau gejala stroke lainnya...
Tolong jangan buang waktu. Jangan tunggu "siapa tau nanti sore mendingan". Langsung bawa ke IGD Rumah Sakit besar, bukan Puskesmas atau Klinik
Ingat, argo 4,5 jam itu berjalannya cepet banget. Makin cepat sumbatan dibuka, peluang pasien selamat dari kecacatan permanen jauh lebih besar.
Boleh minta tolong di-bookmark atau dibagikan ya postingan ini. Siapa tau dari satu retweet teman-teman, ada nyawa dan masa depan seseorang yang bisa terselamatkan 🙏🏽
Padahal ibarat beli ayam goreng kaki lima vs ayam KF*, isinya sama, cuma beda kemasan & margin.
Obat generik yang di BPJS itu HET-nya udah dinego pemerintah biar rakyat kebeli. Makanya keliatan “murah” bukan berarti obatnya murahan.
Yang mahal di luar itu bukan zat aktifnya, tapi rantai distribusi + margin asuransi swasta.
Kalau bisa sembuh pake obat generik, kenapa harus pake yang paten?
Kenapa ya orang lebih percaya yang mahal drpd yang disubsidi? 🤔
Kalau ada kasus gigitan ular jangan diikat rapat kaya gini yaa. Karena malah beresiko memotong suplai aliran darah ke ujung jari, nanti malah jarinya perlu amputasi karena jaringannya mati ga kebagian darah.
Fun fact bisa ular itu menyebarnya bukan lewat aliran darah di pembuluh darah, tapi dari aliran limfe. Dan aliran limfe itu dipompa sama gerakan otot. Jadi, first aid untuk gigitan ular itu dengan mengistirahatkan otot dari tangan atau kaki yang terkena, jangan sampai ototnya bergerak.
Caranya gimana? Dengan ✨pressure immobilization technique✨, kombinasi antara bebat tekan dan bidai/splint.
Langkahnya:
1. Bebat tangan/kaki yang terkena dengan kasa atau kain dari ujung jari, dibalut rapat hingga luka gigitan sampai melewati sendi diatas gigitan
‼️DILARANG MENCUCI LUKA GIGITAN‼️
2. Tempatkan bidai di salah 1 sisi balutan hingga melewati 2 sendi pada bagian tubuh yang terkena gigitan. Bidai bisa terbuat dari karton tebal, papan, atau tongkat kayu.
3. Balut bidai dengan bebat tekan kembali.
4. Setelah pemasangan pasien harus dipindah dengan digotong atau menggunakan tandu, tidak boleh berjalan sendiri.
Ilustrasinya seperti gambar ini
Demam dengan ruam adalah keluhan yang paling sering ditemui oleh para dokter dalam menangani pasien anak.
Dan memang keluhan demam-ruam ini sangat triggering bagi para orang tua, buat dokternya pun seringkali jadi ikut gemetaran ketika menghadapi pertanyaan ortu, “kira-kira ini demam ruamnya kenapa ya dok?”
Nah, sebenarnya kita bisa membedakan beberapa diagnosis banding demam ruam ini dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang cermat dan teliti,
Dimulai dari usia pasien, pola demam, dan pola ruam.
Bagaimana pola durasi demamnya? Langsung mendadak tinggi kah atau perlahan-lahan? Naik turun atau terus menerus?
Kemudian ruamnya muncul pada hari ke berapa? Apakah ruamnya muncul bersamaan demam atau setelah demam? Bagaimana distribusi dan bentuk ruamnya, muncul dari bagian mana dulu? Teraba menonjol kah? Dan saat ditekan hilang atau tidak?
Itu semua aku coba rangkum di dalam 1 tabel dibawah ini…
Semangat me-refresh ilmu di malam minggu TS 😉☺️
Jujur baca kolom komentar rada susah gue ngejelasin bolak-balik kalo ini beda sama tonsilitis alias radang amandel.
Jadi betul Difteri ini bisa menyerang tonsil, tapi dia penyebabnya spesifik, yaitu kuman C. Diphtheriae yang menghasilkan racun alias toksin difteri, dan ini sifatnya akut. Beda sama amandel yang bisa kena berulang-ulang yang penyebabnya macem2 dan bisa dilakukan operasi pengangkatan amandel.
Kalau Difteri ini gak bisa dioperasi sayang2ku, karena dia menyerang semua saluran napas atas dari rongga hidung, tonsil, sampai laring, bahkan pada kasus yang ekstrim ke tracheanya juga. Gak mungkin kan semuanya diangkat??
Terus ada juga yang jadi worry karena lagi amandel + ada putih2nya. Nah disinilah alasan kenapa sekolah kedokteran umum itu makan waktu sampai 6 tahun, agar bisa membedakan mana yang amandel biasa mana yang difteri, karena ya mirip-mirip. Jadi jangan self diagnosed dan overly worried yah..
Terus aku yakin yang komen disini rata-rata adalah usia balita lebih 20 tahunan. Gak usah khawatir cinta, Difteri ini banyaknya menyerang anak usia balita sampai usia sekolah. Jadi balita lebih 20 tahun aman, kecuali lu nakes yang kontak dengan pasien difteri, nah itu baru lu perlu minum obat profilaksis difteri (termasuk guweh).
Lebih lengkapnya silakan baca AI generated content dibawah. Sekian dan terimakasih.
Pov edukasi ke keluarga pasien
👨⚕️: Fungsi ginjalnya sudah jauh menurun..
angka kreatinin sudah tinggi..
pasiennya juga ada kalium tinggi..
bengkak dan sesak nafas juga
ini disarankan segera cuci darah
💁♀️: jangan dok, kita bawa pulang saja daripada ketergantungan cuci darah.. nanti kita beri ramuan saja
me be like : dikasih apa bu tadi ?
Tadi pagi jam 4 subuh ada pasien datang ke IGD, anak usia 1,5 bulan dibawa sama orang tuanya karena batuk pilek terdengar grok-grok sejak kemarin sore dan minum ASI terputus-putus, gak lancar kayak biasanya
Terus orang tuanya, a lovely newly weds couple, khawatir debay nya kena pneumonia…
Pas aku periksa, ternyata bukan pneumonia, alias selesma atau batuk pilek biasa.. Dan si debay minum ASI terputus karena hidungnya buntu aja..
Nah disini, aku buatkan rangkuman yaa buat moms and dads kalo punya bayi, kapan sih harus curiga ke arah pneumonia?
Save and share kalau bermanfaat 😉
Di utas sebelumnya kita bahas kasusnya. Sekarang kita bahas bedanya luka gigitan ular berbisa vs tidak berbisa.
Banyak orang ngira ular berbisa pasti ninggalin 2 titik taring yang jelas.
Gigitan ular berbisa bisa:
• cuma 1 titik
• 2 titik
• 4 titik
• bahkan lebih dari 7 titik pada king cobra
Karena posisi taring, gerakan ular, dan cara menggigit bisa beda-beda.
Jadi jangan jadikan “jumlah titik luka” sebagai patokan utama.
Kalau habis digigit ular dan ragu itu berbisa atau tidak anggap dulu sebagai berbisa sampai terbukti sebaliknya.
Karena keterlambatan penanganan bisa fatal.
Soal UKNPDPD barusan yang lagi rame, coba buat versi baru ala ala USMLE Step 1 karena pernah dapet👇🏻
Seorang anak laki-laki 10 tahun dibawa ibunya ke klinik karena urin tampak kemerahan sejak sore hari setelah mengikuti latihan sepak bola intens selama 2 jam di cuaca panas; selama latihan ia hampir tidak minum. Ia tidak mengeluh nyeri saat berkemih, sering berkemih, nyeri pinggang, nyeri perut, batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau ruam kulit. Tidak ada riwayat faringitis atau infeksi kulit dalam beberapa minggu terakhir. Suhu 37,1°C, tekanan darah 102/64 mmHg, denyut nadi 92/menit, dan laju napas 18/menit. Anak tampak sehat dan aktif, dengan mukosa mulut sedikit kering, tanpa edema periorbital atau edema tungkai. Abdomen tidak nyeri tekan, tidak ada nyeri ketok sudut kostovertebral, dan kulit tidak menunjukkan purpura atau lesi impetigo. Urinalisis menunjukkan urin kemerahan, hematuria ringan, protein negatif/trace, leukocyte esterase negatif, nitrit negatif, tidak ditemukan silinder eritrosit, dan kreatinin serum normal.
Apa mekanisme yang paling mungkin mendasari hematuria pada pasien ini?
A. Deposisi IgA di mesangium glomerulus setelah infeksi saluran napas atas
B. Nekrosis papila ginjal akibat penggunaan analgesik kronis
C. Trauma mekanik berulang pada dinding kandung kemih selama aktivitas fisik berat
D. Pembentukan kompleks imun setelah infeksi Streptococcus pyogenes grup A
E. Perdarahan glomerulus akibat vaskulitis pembuluh kecil
Chatting
🧒 : Halo mas aku nanya-nanya boleh?
👨⚕️ : boleh, mau nanya apa?
🧒 : adikku dan istrinya meninggal karena kecelakaan. Nah ternyata mereka tuh HIV+. mereka meninggalkan anak umur 5 tahun yang ternyata HIV+ juga. Keluarga dari istri adikku nggak ada yang mau nerima anak ini. Alhasil aku selaku kakak dari ayah anak ini mau nggak mau ngasuh anak ini. Tapi istriku masih ketakutan gitu soal HIV. kira-kira ini gimana yah? terus perawatan anak dengan HIV apakah mahal? soalny kalau dari sisi keuangan jujur aku pas pasan
👨⚕️ : Sebelumnya turut berduka yah mas. soal adik dan istrinya. Maaf sebelumnya tahu anak tersebut pengobatan ARVnya dimana?
🧒 : Kemaren udah ke rumah sakit tempat biasa anak itu ambil obat sih mas. Kan kita beda kota nih sama anaknya. itu bisa dipindahin ke kota daerah kita nggak yah?
👨⚕️ : bisa mas. ada nomor pendamping arv kota tersebut?
🧒 : ada mas
👨⚕️ : nanti mas hubungi pendamping arv tersebut atau kalau nggak ada bisa ke komisi penangulangan aids kota/kab tersebut. paling nanti dibantu pindah administrasi ambil obat ARV anaknya jadi ke kota masnya.
🧒 : Ada tips biar istri saya nggak parno?
👨⚕️ : Paling kalau mau koordinasi juga soal sama petugas pendamping dan tempat ARV anak tersebut. biar istri mas dikasih edukasi juga. Kondisi anaknya sehat nggak ada sakit lain-lain kan?
🧒 : Nggak ada sih mas pak cek kesana. Cuma ya itu karena tahu ini anak HIV+. Jujur agak panik juga takutnya biaya besar
👨⚕️ : Pengobatan anak dengan HIV disupervisi sama dokter spesialis anak. insyallah selama rajin ARV dan pola hidup sehat bisa sehat kayak anak pada umumnya. Paling urus BPJS anaknya biaya kontrolnya bisa tercover.
🧒 : Ada pantangan khusus nggak mas?
👨⚕️ : Nggak ada mas biasanya kayak anak pada umumnya. paling nanti nanya ke dokter tempat ARV. barangkali anaknya punya alergi obat, makanan atau kondisi khusus.
🧒 : Terima kasih mas
👨⚕️ : Sama-sama mas. terima kasih mau mengasuh anak tersebut. semoga segala sesuatunya dimudahkan.
🧒 : aamien mas
H-1 keberangkatan.
Semua yang saya siapkan selama dua bulan terakhir, insyaAllah sudah sampai di titik akhir.
Persiapan fisik sudah. Tas emergency berisi alat medis dan obat-obatan untuk jamaah sudah siap. Data medical check up jamaah sudah saya pelajari. Alur rujukan pasien sudah disiapkan. Koper pribadi juga sudah tertata.
Kain Ihram pun sudah siap.
Sekarang tinggal menata satu hal terakhir.
Hati.
Semoga tubuh ini kuat. Semoga pikiran ini jernih. Semoga langkah ini dijaga. Semoga setiap keputusan medis yang saya ambil nanti selalu Allah tuntun dengan ilmu, ketenangan, dan kasih sayang.
Besok, insyaAllah saya berangkat untuk menjalani Spiritual Journey ini, menjalankan amanah menjaga kesehatan jamaah Haji di Tanah Suci sampai kembali ke Tanah Air.
Bismillah. Bismillah ya Allah. Mudahkan. Kuatkan. Lindungi kami semua.
Di tengah wabah campak, tetap ada 1 diagnosis penyakit yang nggak boleh terlupakan, dan semua orangtua harus tahu: apa ini namanya. Karena > 70% anak < 2 tahun mengalaminya. Namanya adalah...
Teman-teman, Insya Allah 7 hari lagi saya akan berangkat haji ke Tanah Suci bersama PIHK Sahid Tour.
Saya mendapat amanah untuk mendampingi dan menjaga kesehatan 500 ++ jamaah Haji Khusus Sahid Tour dari berbagai kota, sejak keberangkatan sampai Insya Allah nanti kembali ke Tanah Air.
Tanggung jawab besar yang saya persiapkan 2 bulan terakhir bersama dg tim medis.
Insya Allah, selama di sana saya akan berbagi catatan perjalanan, edukasi kesehatan haji, dan hal-hal kecil yang bermanfaat untuk teman-teman yang suatu hari nanti juga Allah panggil ke Baitullah.
Teman-teman juga bisa follow @sahidtour untuk mengikuti perjalanan yang lebih lengkap.
Bagi saya, perjalanan ini terasa amat sakral.
Ini jawaban dari doa yang saya panjatkan saat embrio-embrio calon bayi saya dan istri terbentuk.
“Ya Allah Ya Robbi, beri aku petunjuk-Mu. Apa yang harus aku lakukan agar Engkau Ridho aku mendapatkan predikat seorang Ayah."
Lalu tiba-tiba Sahid Tour menghubungi.
“Dokter Gia, apakah dokter bersedia menjadi tim medis untuk menjaga kesehatan Jamaah Haji Khusus Sahid Tour?”
Saya gemetaran saat membaca, lalu menjawab.
“Bersedia.”
Karena saya tahu, ini bukan perjalanan biasa.
Jelas bukan perjalanan untuk mencari kenyamanan. Ini perjalanan melepaskan keduniawian selama sebulan dan untuk pertama kalinya sejak menikah, saya tidak bersama istri lebih dari 10 hari.
Mohon doanya, teman-teman.
Semoga seluruh jamaah diberi kesehatan, kekuatan, kesabaran, keselamatan, dan pulang menjadi Haji yang Mabrur.
Postingan ini akan saya pin.
Teman-teman boleh titip doa di kolom komentar.
Insya Allah, saya akan usahakan membacanya satu per satu saat berada di Tanah Suci, terutama ketika berada di Masjidil Haram.
Semoga setiap doa yang teman-teman titipkan, Allah terima dengan kasih sayang-Nya, Allah jaga dalam rahasia terbaik-Nya, lalu Allah kabulkan pada waktu yang paling indah.
Dan semoga suatu hari nanti, nama teman-teman semua ikut dipanggil ke Tanah Suci.
habis nonton indra frimawan dengan bintang tamu dokter @GiaPratamaMD di channelnya om deddy corbuzier, dapet ilmu baru guys
coba kalian periksa ke MCU, lalu cek kolesterol total dan HDL
HDL (High Density Lipoprotein) adalah jenis lipoprotein yang sering disebut sebagai "kolesterol baik". (source: alodokter)
angka HDL ini harus diatas 60 (lebih bagus lagi kalo diatas 80).
rumusnya: angka kolesterol total dibagi HDL
hasilnya harus dibawah 4. contoh:
kolesterol total = 180
HDL = 20
180 : 20 = 9 (bahaya)
kolesterol total = 240
HDL = 80
240 : 80 = 3 (aman)
jika hasilnya dibawah 4, maka jauh dari serangan jantung, dan jauh dari stroke
Barusan mencoba share ilmu di aplikasi tetangga. Karena sy lihat banyak banget dokter di app tsb. Sehingga sy inisiatif berbagi ilmu. Agar teman2 dokter umum bs melakukan terapi yg tepat tanpa harus merujuk k kami.
Namun yg ada malah ditegur oleh teman2 dokter sendiri. Dikatakan jangan share di medsos karena nanti pasien akan beli sendiri. Itu ada obat typhus, nanti kalau pasien dikasih obat itu bilang kan itu obat ISK. Sy malah bingung. Bagaimana mungkin pasien bs beli obat sendiri. Sedangkan d utas tsb sy tdk menyertakan dosis dan lama pemberian. Dan skrg pembelian antibiotik sudah diperketat teman2 apoteker. Tdk bs tanpa resep. Walau ada apotik yg masih membebaskan.
Padahal sy berharap teman2 dokter umum merespon utas dan berdiskusi. Malah ditegur. 😁
Ya udah balik sj k X dengan segala kegaduhan dan hujatannya.
Niat baik berbagi ilmu malah berujung teguran. Dari teman2 sejawat sendiri lagi. 😅
Ga usah panik soal hanta virus, asalkan kamu ga KEMPROH dan JOROK.
Wong virusnya aja biasanya nongol di tikus.
Cara pencegahannya tu basic banget.
Ya higienitas alias kebersihan diri.
Paham lah ya.
“Kok bisa sampe kapal pesiar”
Ya mngkin pada kemproh kali. Wkwkwwk