Laporan analisis terbaru Harian Kompas melempar alarm ekonomi paling mengerikan tahun ini: Setelah fenomena "MANTAP" (Makan Tabungan), kini masyarakat kelas menengah-bawah meluncur ke fase "MATANG" (Makan Utang) hanya demi mencukupi kebutuhan perut sehari-hari.
Ketika Istana sibuk mengklaim "fundamental ekonomi bagus" & pertumbuhan di atas 5%, data OJK & Bank Indonesia per Mei 2026 justru membongkar kenyataan berdarah-darah di lapangan.
1. Pinjaman Konsumtif Meroket Rp160,7 Triliun.
Total saldo utang dari Pinjol (Pindar), Kartu Kredit, dan Paylater melonjak 26,4% (YoY) menembus Rp160,7 Triliun. Pinjol memegang porsi terbesar hingga Rp103 Triliun, sementara pembiayaan Paylater tumbuh paling liar mencapai 42,04%.
2. Pegadaian Kebanjiran Warga yang Gadai Barang.
Pembiayaan industri Pegadaian meledak 57,97% (YoY) menjadi Rp131,2 triliun, di mana 84% di antaranya adalah rakyat yang terpaksa menggadaikan barang berharga demi bertahan hidup.
3. Tsunami PHK Sektor Riil
Sebab utamanya dibeberkan oleh CELIOS (Nailul Huda): badai PHK sektor riil kian tak terkendali. Data Kemnaker per Juni 2026 mencatat korban PHK melonjak 23 kali lipat dalam sebulan (dari 829 orang di Mei menjadi 19.530 orang di Juni).
4. Konsumsi Semu Hasil Numpuk Cicilan
Guru Besar FEB Unand (Prof. Syarifuddin Karimi) menegaskan: tingginya angka belanja warga hari ini bukan karena pendapatan riil naik, melainkan ditopang utang berulang . Warga terjebak lingkaran setan cicilan yang siap meledak menjadi krisis kredit macet (NPL) dan pemicu kriminalitas sosial.
Inilah dampak nyata dari kebijakan fiskal ugal-ugalan: APBN dibakar ratusan triliun untuk proyek pemborosan non-produktif, sementara sektor riil dibiarkan sekarat, BBM dinaikkan, dan daya beli rakyat dihancurkan. Mengelola negara itu menggunakan rasio ekonomi riil, bukan modal omon-omon klaim statistik di atas kertas.
Video ; kompas tv
"kemiskinan terjadi karena pemimpin yg tidak pandai"
"kemiskinan terjadi krn pemimpin tidak paham cara menjalankan pemerintahan dgn sebaik-baiknya"
ayo ayo coba dipikir secara logika ayo ayooo
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia, Rachmat Pambudy: MBG LEBIH MENDESAK DARIPADA LAPANGAN KERJA!!!
***
Pada waktu saya ditanya , "Mengapa MBG itu penting?"
"Apakah MBG itu penting?" Penting sekali!
Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan
MBG LEBIH MENDESAK DARIPADA LAPANGAN KERJA!!!
Tetapi, dikatakan, katanya, MBG lebih penting daripada lapangan kerja.
MBG penting, lapangan kerja penting.
TETAPI MBG LEBIH MENDESAK!
Ada yang bilang, "Tolong kasih kail, jangan kasih ikan!"
KALAU DIKASIH KAIL, SUDAH KEBURU MATI!!!
menurut Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, rata-rata take home pay dosen:
- tenaga pengajar berkisar Rp20 juta hingga Rp21 juta per bulan;
- asisten ahli menerima sekitar Rp25 juta;
- lektor Rp33 juta-Rp34 juta;
- lektor kepala Rp38 juta-Rp39 juta; dan
- guru besarantara Rp45 juta hingga 50 juta per bulan.
Bu Rektor, kok saya engga 😭
investasi paling mahal itu jadi aspri prabowo:
- yang kiri jadi ketua BGN, komisaris pupuk indonesia, wamentan
- yang kanan jadi spesial asisten prabowo sekarang, penulis buku tentang prabowo+ punya sekolah
respon DPR soal ada nya universitas republik indonesia:
- bingung tiba tiba ada
- tidak pernah di bahas bersama DPR sebelumnya
- DPR juga belum dikasih tahu resmi soal dasar hukum, tugasnya, dan anggarannya berapa
- DPR minta pemerintah buktikan kenapa harus bikin universitas baru
- padahal udah banyak kampus negeri yang bisa cetak pemimpin