Tak saling menyapa
Saling melupa
Anehnya seperti tersengat lebah
Ingin lupa tapi terus teringat
Bingung
Tak tau arah pulang
Hal pasti bukan lagi aku tujuan
Tanggal 24 tepat hari ini
Agustus segera tenggelam
Tarik jangkar dari atas kapal
Segera berlayar angin di turut
Lumba lumba mengejar pelan
Tak sempat terkejar
Pelabuhan telah sampai
Suasana baru membiru
Asing tak seorangpun tau
Termasuk kamu yang beriring
Langit tidak selalu biru
Kadang dia hitam gelap pekat
Tak juga kulihat dia tersenyum haru
Karna kulihat dia sudah terikat
Bukan lagi bersamaku
Sisaku hanya sebuah sekat
Kau tak memihakku kembali
Tak lagi aku yang kau cari
Kabarku bukan lagi yang kau nanti
Mungkin hadirku dulu sebab sepi
Sekarang kau pergi memilih pengganti
Cepat membuatku mengerti
Bahwa aku tak lagi berarti
Perasaanku mungkin tampak sepele
Tp percayalah aku mengerahkan semua waktu & energiku untuk kamu
Hingga tak tersisa untuk diriku sendiri
Hingga tak ada ruang untuk aku bangkit kembali
Ketika kamu meninggalkanku pergi
Aku hancur seragaku
Menutup fakta kau memilihnya
Aku terlupa
Telah sampai ku di waktu tak terduga
Sekeliling tampak asing
Tanpa kau di samping
Tak lagi kabarku mengganggumu
Nantiku hanya angan-angan
Tak lagi menemui kenyataan
Kini hadirmu hanya bayangan
Sekedar angan yang lepas
Telah terbatas
Tawamu menyengat
Terpahat tepat di hati yang hangat
Hadirmu seketika memberi sekat
Menuntun pergi saat kau tak lagi ingat
Menepimu bersama orang yang kuanggap teman dekat
Berhentilah kita tak lagi saling terikat
Ingatlah kelak kita sama-sama di jemput malaikat
Tawamu menyengat
Terpahat tepat di hati yang hangat
Hadirmu seketika memberi sekat
Menuntun pergi saat kau tak lagi ingat
Menepimu bersama orang yang kuanggap teman dekat
Berhentilah kita tak lagi dekat
Ingatlah kelak kita sama-sama di jemput malaikat
Penuh sesak, liku tajam jalanan bergeronjal
Mendung awan lalu hujan yang tiba tiba datang
Memaksamu berteduh di rumahku sebentar
Tak kusangka cerahnya mentari membawamu pergi
Aku menepi seorang diri