Lulusan S3 Australia.
Belasan tahun jadi dosen. Bersaksi di MK.
Gaji pokok: Rp 2,6 juta/bulan.
Kampusnya buru-buru klarifikasi:
"tapi kalau ditambah honor ngajar, insentif penelitian, honor KKN, honor penguji... total Rp 9–16 juta!"
Nah itu dia masalahnya.
Dosen pendidik bangsa ini hidupnya bergantung pada honor yang tidak tetap, bukan gaji pokok yang layak.
Sakit satu bulan, nggak bisa ngajar ,honornya hangus.
Kita bicara orang yang mendidik dokter, hakim, insinyur masa depan bangsa.
Kelayakan hidup mereka harusnya dijamin negara , bukan diserahkan ke mekanisme honor yang fluktuatif.
🙄
Dari zaman kuno banyak masyarakat memiliki ritual scapegoat: satu orang dipilih untuk menanggung dosa, kesialan, atau “kotoran” seluruh masyarakat. Setelah itu, ia diusir atau dihukum. Secara simbolis, masyarakat merasa dirinya kembali “bersih”.
Jung melihat bahwa mekanisme ini tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya berubah bentuk. Yang berubah bukan lagi ritualnya, tetapi targetnya. Kulit hitam, china, boti, dll.
Ketika sebuah kelompok menjadi sasaran cemoohan, perburuan, dan penghinaan secara kolektif, mereka berpotensi menjadi wadah bagi collective shadow, yaitu tempat masyarakat membuang segala hal yang tidak ingin mereka akui tentang dirinya sendiri.
Dalam konteks fenomena “boti hunter”, pertanyaannya bukan sekadar “mengapa mereka membenci boti?” Pertanyaan yang lebih menarik adalah:
Mengapa figur “boti” menjadi simbol yang begitu kuat hingga perlu diburu, dipermalukan, dan dijadikan tontonan?
Dari perspektif Jung, intensitas reaksi sering kali lebih informatif daripada objek reaksinya. Semakin besar dorongan untuk memburu “musuh”, semakin mungkin masyarakat memindahkan sisi yang tidak ingin mereka lihat dalam dirinya seperti agresi, rasa takut, ketidakamanan, dan kebutuhan akan musuh ke satu kelompok yang dianggap aman untuk disalahkan.
it's part of the misogyny yang berakar dari jaman dulu, orang² benci ngeliat cowo jadi feminine karena di sangkutkan menjadi cwe, become a girl itself atau dikatain "lu kek cwe" adalah sebuah penghinaan karena mereka dianggap sebagai kaum lemah, emosional dan dependent
hallo semuanya!
apparently surviving in nangor requires money, jadi akhirnya aku memberanikan diri buat buka oil painting commission 🎨
one slot only!
feel free to DM me if you're interested, atau tanya-tanya dulu juga boleh <3
Tapir di Register 45 lari ke jalan karena hutannya udah habis digerus konsesi perusahaan.
Warga yang ngebunuh?
Mereka hidup di lahan konflik agraria puluhan tahun , tanahnya direbut korporasi, haknya diabaikan negara.
Lalu negara muncul buat ngancam 15 tahun penjara.
Jadi biar gue paham:
hutan dikasih ke perusahaan = legal.
Satwa kehilangan habitat = dibiarkan.
Warga miskin ngebunuh satwa yang masuk permukimannya = 15 tahun.
Yang ngerusak ekosistem sampai tapir stres lari ke jalan, dapet izin dari siapa?
🤔