Gue pernah mendaki bareng rombongan yg salah satunya bawa anak kecil (bukan todler). Waktu itu di gunung merbabu sekitar tahun 2015-2016an.
Kejadiannya hampir serupa, kita berhenti dan bikin tenda di pos 4 kemudian dilanjutkan summit ke puncak. Tau apa yg akhirnya dilakukan?
Kami berhenti di pos 4 dan ga summit. Ortu si anak pun udah bilang, kalian tetap aja summit, kami tunggu di sini. Tapi kami tetap tidak summit dan lebih menikmati bercengkerama di post 4 dengan tim lengkap.
Gue sempet tanya waktu itu, kenapa kita ga lanjut kan bisa bagi tim? Temen gue jawab, "buat apa?".
Dari situ gue paham, esensi naik gunung itu bukan hanya menikmati alam tapi juga mengendalikan Ego.
Kepemimpinan sejati lahir dari kepercayaan rakyat.
Karena perjuangan untuk Indonesia tidak pernah menjadi jalan yang sunyi.
#KamiBersamaPrabowo#Garudamerah
Sementara gerombolan akun2 ternak masif melakukan Pembusukan terhadap Pemerintah...
Banyak nitizen baik, diam2 mengumpulkan donasi untuk seragam anak2 di sekolah di wilayah 3T
Seragam adalah kebahagiaan dalam kebanggaan
MBG adalah bukti perhatian dn cinta negara kpd mereka
Penanganan Karhutla di Kalbar sangat masif
8 heli dilibatkan
Jika ada yg bernarasi seolah kebakaran diabaikan itu mah hoaks
Berita ini harus disebar agar dicontoh kepala daerah wilayah lain
Siang ini, Selasa (13/10/2026), saya bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan, Ibu Dyah Roro Esti, dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Ibu Irene Umar.
Kami membahas langkah-langkah akselerasi peningkatan hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara Dunia Islam.
@tijabar Inilah bajingannya bajingan...
Kurang bajingan apalagi coba, bencana karhutla blm selesai dan masyarakat masih sesak nafas akibat asap eeehhhh tetiba ada kabar pimpinan BNPB nya korupsi..
Bajingaaan bajingaaan
Benar Presiden @prabowo Dunia PERMALINGAN sangat parah
Terbukti, 81 tahun merdeka masih banyak rakyat hidup miskin
Saat bencana melanda, SESTAMA BNPB & 14 orang di-OTT KPK, Korupsi Pengadaan & Dana Kebencanaan BNPB
Diamankan uang Rp 1,4 M & emas
Kurang setan apalagi mereka?
Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji: Fakta Sidang vs Asumsi Publik!
Dari rangkaian persidangan dugaan korupsi kuota haji hingga 8 Oktober 2026, sejumlah fakta patut dicermati secara objektif tanpa terburu-buru menyimpulkan.
Pada 17 September, Rizky Fisa Abadi menyatakan tidak pernah menyerahkan uang kepada Gus Yaqut. Sejumlah saksi lain juga memperlihatkan perbedaan antara keterangan dalam BAP dan kesaksian di persidangan. Sidang 8 Oktober justru kembali mengangkat isu pengajuan kuota tambahan dan dugaan manipulasi kuota petugas haji.
Sejauh fakta yang terungkap, aliran dana kepada Gus Yaqut belum dapat dianggap terbukti hanya berdasarkan tuduhan atau keterangan yang dibantah. Namun, menyimpulkan seluruh dakwaan sekadar rumor juga prematur. Semua harus menunggu pengujian alat bukti oleh majelis hakim.
Wajar jika banyak yang mempertanyakan konsistensi penegakan hukum, termasuk mengapa pihak-pihak yang disebut menerima atau menyalurkan uang masih berstatus saksi. Status saksi saja tidak otomatis membuktikan mereka bersalah.
Pada akhirnya, yang harus diuji adalah bukti aliran uang, keterlibatan setiap pihak, dan pertanggungjawaban hukumnya, bukan asumsi, framing, atau opini sepihak.
Lapor,
Desa Adat SADE yg kemarin terbakar ludes siap menyambut tamu dengan BTN penyumbang mudah-mudahan selanjutnya bisa membantu dan menemani desa SADE tumbuh dan menjadi destinasi Internasional. Mohon doa dan dukungan untuk #SadeBangkit! . ๐๐