Waktu aku single, aku itu ngerasa secure (triggernya minim)
Tapi pas masuk relationship, luka batin itu keliatan. Aku bs tau apa yang perlu aku sembuhkan.
Jadi aku mikir klo beberapa luka batin hanya akan terlihat pas kita masuk ke relationship.
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
Kenapa ngotot banget MBG DAN KOPDES?
Karena itu lumbung suara mereka 2029, tiap2 pemilik SPPG dan kepala KOPDES akan diberikan tugas memenangkan calon mereka di 2029 nanti, kalau sampai mereka tidak menang di daerah itu, siap2 pemilik SPPG dan kepala KOPDES nya diburu KPK 2029 , bahasa pendeknya adalah SANDERA POLITIK
MBG kan ada SPPG
sppg yang akan di bangun tuh 30.000
sementara kopdes akan ada 80.000 unit
kita anggap aja tiap sppg dan kopdes yang kerja 10 orang
SPPG:
35.000 unit × 10 orang = 350.000 orang
KOPDES:
80.000 unit × 10 orang = 800.000 orang
Total keseluruhan:
350.000 + 800.000 = 1.150.000 orang
Jadi kalau asumsi tiap unit diisi 10 orang, totalnya sekitar 1,15 juta orang.
1.15 juta suara terkumpul tanpa perlu sogokan dll
Kalau tiap unit 20 orang
115.000 × 20 = 2.300.000 orang
Kalau tiap unit 30 orang
115.000 × 30 = 3.450.000 orang
Kalau tiap unit 40 orang
115.000 × 40 = 4.600.000 orang
Kalau tiap unit 50 orang
115.000 × 50 = 5.750.000 orang
@torusu@tobacconation@Disco2000an Gw sempet make sure bener dia ato gak, soalnya kan bisa orang mirip2, gw tungguin dia pake baju lengen pendek biar keliatan tatonya, pas pake baju lengen pendek...bener dong wkwkwk🤣
@kcharenina Aku dulu playgroup kuncup bunga di THR surabaya, punya si dr kresno iniii kalau aku ngga salah tahun 2004-2006 an, dapat free main di THR tiap datang kelasnya
A Gen Z joined the team.
Week one.
During onboarding, the manager said,
“We sometimes stay late during peak periods.”
Gen Z nodded.
Then asked,
“Is that paid… or just expected?”
The room went quiet.
- No attitude.
- No rebellion.
- Just a question.
Later that day, HR mentioned “growth opportunities.”
Gen Z replied,
“Does growth include raises, or just more responsibility?”
Again, silence.
- No laziness.
- No entitlement.
- Just clarity.
That’s when the team realized something.
When people say
“Gen Z is lazy,”
what they really mean is:
Gen Z watched old generation
- skip meals,
- miss birthdays,
- work weekends,
- and burn out
only to be told
“budgets are tight”
and “be grateful you have a job.”
So Gen Z chose differently.
- They don’t romanticize overwork.
- They don’t confuse suffering with ambition.
- They don’t trade health for praise.
They still work hard.
They just refuse to work for nothing.
It’s not laziness.
It’s pattern recognition.
And honestly,
after everything old generation went through…
Can you really blame them?
@lamiapd Dulu di teras rumah ada 1 tukang becak yang numpang tidur, betul pakaiannya hanya 2-3 biji tersembunyi dibawah jok kursi penumpang, alhamdulillah sekarang malah lihai jd tukang, full booked terus