Inilah karmamu hadiah dari langkahmu sendiri
ketika kau memilih menjawab lelaki yang bukan milikmu.
Tunggulah karma berikutnya datang,
wahai yang mengaku setia…
Kau kira aku tak menyayangi lelaki yang kupilih?
Aku mencintainya, segenap hati.
Namun bila benar kau perempuan yang setia,
tak mungkin kau membalas pesannya
tapi kenyataan berkata lain.
Balasanmu adalah bukti, bahwa kesetiaanmu hanya bayang.
Maka wajar bila hubunganmu runtuh;
aku tersenyum melihat topeng kesetiaanmu retak,
mengungkap siapa dirimu sebenarnya.
Kau menyebutku munafik?
Baiklah aku terima, bila itu namamu untukku.
Baru kini kau tahu rupanya.
Lucu, sungguh lucu.