Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
kata pemilih 02 kemarin, “emgnya beda kl anies yg jd presiden?”
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 i will forever ungkit pilihan lo semua ya grgr lu semua kite yg kaga milih jg kebawa sialnya
DI KABUPATEN ACEH TAMIANG BANYAK MAYAT BERSERAKAN TAPI TIDAK DILIPUT. MEREKA KEKURANGAN BANTUAN. MEREKA KEKURANGAN MAKANAN, MINUMAN, DAN BBM.
MEREKA TIDAK DAPAT SPOTLIGHT PADAHAL KONDISI MEREKA JUGA SAMA PARAHNYA.
Desember D nya apa??? Deforestation is an accumulation of bad political decisions and policies by state officials who prefer to serve the interests of the capitalists who loves to cripple the environment over serving the people.
Muara ini memuntahkan gelondongan kayu kelaut lepas.
Alam seperti membawa barang bukti didepan mata kita, tanpa suara, tanpa debat.
Masihkah pemerintah terus mengelak.?
Lu liat sendiri kehancurannya! 604 nyawa melayang! Gubernur Aceh sampai menangis bilang ini Tsunami Kedua, 4 kampung hilang entah ke mana! Bupati terpaksa terbitkan surat "TAK MAMPU" karena sistem kalian bangkrut! Kalian tahu apa yang paling memalukan? Di tengah semua kehancuran ini, rakyat kami harus mengemis minta tolong ke Raja Thailand dan Brunei karena bantuan RI tak kunjung datang! Kalian lebih takut rugi gengsi daripada kehilangan nyawa!
Kalian hanya mengirimkan tangisan Eko Patrio, bukan ekskavator yang dibutuhkan!
Sekarang lihat prioritas kalian yang busuk! Kalian cepat sekali kerahkan Polisi untuk menangkap 16 warga Sibolga yang cuma cari makan, tapi headline jelas-jelas bilang: Penjarah Hutan Tak Tersentuh Hukum! Kalian melindungi gudang minimarket, tapi kalian membiarkan pembunuh lingkungan yang menyebabkan longsor ini aman! Dengar pesan dari korban selamat, Reni: "Jangan Tebangi Hutan Kami Lagi!" Kalian berjanji akan membangun kembali rumah, tapi janji itu omong kosong selama kalian masih melindungi cukong yang menjual tanah air kami!
Kalian sudah melihat aib dan bukti busuk ini. Jangan biarkan kemarahan ini jadi sampah yang berserakan di linimasa! Kalian tahu siapa yang patut disalahkan. Kumpulkan barisan! Ajak setiap jiwa yang punya darah panas dan hati nurani yang sama untuk ikut menyaksikan dan menyebarkan kebenaran yang tidak akan disensor ini.
Kalian menjual hutan kami, dan harga mati yang dibayar adalah darah rakyat! Kumpulkan suara. Kalian tahu ke mana harus mencari sumber suara yang tak mau minta maaf ini kan!
Sama demo, takut.
Sama tenda, takut.
Sama kritik, takut.
Sama lagu, takut.
Sama lukisan, takut.
Sama meme, takut.
Sama media, takut.
Sama sosmed, takut.
Sama warga, takut.
Sama tulisan, takut.
Sama bendera, takut.
Sama patung, takut.