Bad news hari ini:
• Korban gempa NTT yang meninggal di pengungsian lebih banyak dari korban yang meninggal secara langsung saat gempa.
• Pelajar yang demo tolak MBG di Papua ditangkap Polisi, ada isu diintimidasi juga.
• Kalimantan asap makin tebal, mati listrik dan langka BBM
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah klaim keberhasilan dalam pidato kenegaraan belum lama ini.
Ia mengklaim pemerintah telah merevitalisasi 71.744 sekolah—kanon perbaikan terbesar dalam sejarah Indonesia, menciptakan jutaan lapangan kerja, hingga meningkatkan pendapatan pengemudi ojek online.
Program unggulan Prabowo, seperti makan bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, juga diklaim telah memberikan manfaat bagi orang banyak.
Tapi data di lapangan menunjukkan angka berbeda. Kok bisa?
Berkala pagi membahasnya di https://t.co/MR22quvEVO
#TempoPlus
"Monyet yang rakus hanya bisa menghabiskan dua tandan pisang,
Gajah yg mengamuk hanya bida merusak 10 pohon saja,
Tapi manusia rakus dengan akalnya bisa membakar hutan, merusak pulau, dan gunung!"
-media askar
“To my friend who isn't my friend anymore.
I used to know all your colours and share the same hues,
but now you've become a you I'm colourblind to”
I'm in love with this poem by Maxine Meixner 😭😭😭😭
Ongkos ojek di Papua Rp500 ribu. Lebih mahal dari perusahaan meminta hutan pak Vincen Kwipalo yang dihargai Rp300 ribu per hektare.
Segera BTS Pesta Babi part 2 di YouTube Watchdoc Documentary
#PestaBabi#PapuaBukanTanahKosong
🚨🚨🗣️ Thierry Henry with an Emotional Speech as Arsenal wins the 2025/2026 Premier League Title 🥹❤️
“22 years… 22 long years of waiting, dreaming, suffering, hoping and believing. let that sink in. Today, Arsenal are finally Premier League champions again and honestly… this one feels different. This one is emotional.
I know what this football club means to the people. I know what those fans have been through. People laughed at Arsenal, people mocked the club, questioned the players, questioned the process, questioned whether this team could ever come back to the top again. But they stayed together. The supporters never stopped believing.
And I have to say this… without Mikel Arteta, this would not have been possible. What he has done for this football club is unbelievable. He brought back the identity, the discipline, the connection with the fans and most importantly, the belief. He suffered, he learned, he stayed strong under pressure and today he deserves all the credit in the world.
Also, respect to Josh Kroenke and Stan Kroenke because they trusted the manager when many people wanted change. They supported the project, they stayed patient and today they are seeing the reward for that trust.
To the players… thank you. You gave everything for the badge. You fought for each other, for the fans and for the history of this football club.
And to the Arsenal supporters around the world… enjoy this moment. Celebrate it with your families, with your friends, with everyone who stayed loyal through the difficult years. Because tonight, Arsenal are back where they belong.
Champions of England again.” ❤️
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu".
Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan."
Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?
Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri.
Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya.
Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?
Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
Kata gua mah klu presiden punya waktu luang buat dateng ke kondangan artis, sempetin juga buat nonton ghost in the cell gih. Bagus bgt soalnya sangat menghibur ☺️
Na Willa nggak ganggu Ida salat, tapi Mak marah karena seprainya dipakai sampai kotor 😂
Polos, sederhana, tapi tetap menyentuh soal perbedaan ♥️
Tonton adegan lengkapnya di film Na Willa, sekarang di bioskop!
Kemarin abis nonton Na Willa, aku setuju klu filmnya sangat magical. Waktu nonton berasa lagi masuk ke dunia Na Willa dan teman2 nya, berasa balik ke masa kecil. Banyak sekali scene2 favorite yang bikin hati hangat. Superrrr loveeee! ✨🫶🏻🫶🏻