Pernah gak, mengalami sakit hati yang begitu dalam sampai kamu merasa seperti kehilangan dirimu sendiri?
Tiba-tiba jadi pelupa, sulit mengingat detail kejadian, merasa kosong, mati rasa, atau seperti sedang menjalani hidup tanpa benar-benar hadir di dalamnya.
One person will take home 100 usdt in this giveaway. I’ll choose the winner in 72 hours. Re-post this post and follow the sponsor @komarglobal re-post his last post [BG 1086]
A Catholic priest in Guayaquil, Ecuador died after a large wooden crucifix fell on him during a livestreamed Mass.
Father Patricio Alfredo Sánchez Molinari was struck on the head when the cross mounted behind the altar detached and fell forward.
I’m giving away 10 usdt, with one winner to be selected after 8 hours. Re-post this post and follow the sponsor @Next100XGEMS engage his last posts. [BG 1085]
Dulu dia salah satu wajah paling besar di dunia crypto.
Namanya Ben Armstrong, dikenal sebagai BitBoy.
Channel YouTube-nya tembus 1,5 juta subscriber. Dia bilang sudah beli Bitcoin sejak 2012. Ada Lamborghini, ada klaim kekayaan puluhan juta dolar, dan setiap hari ribuan orang nonton dia kasih “sinyal” dan rekomendasi proyek.
Orang-orang bilang: “Kalau ikut BitBoy, bisa kaya.”
Tapi di balik layar, semuanya pelan-pelan hancur.
Agustus 2023, dia dipecat dari perusahaan sendiri. Partner-nya bilang ada masalah penyalahgunaan zat, merusak karyawan, dan masalah pengelolaan dana. Channel yang dia bangun sendiri tetap dipegang perusahaan, lalu di-rebrand jadi Discover Crypto. BitBoy kehilangan brand yang membuatnya terkenal.
Tidak berhenti di situ.
Istrinya mengajukan cerai. Ada tuduhan affair. Dia sempat live-streaming sendiri di depan rumah mantan partner sambil marah-marah soal Lamborghini yang dia klaim dicuri. Polisi datang, dia ditangkap. Di mobilnya ditemukan senjata dan obat-obatan. Mobil mewah itu akhirnya tidak kembali padanya.
Uang yang dulu melimpah juga habis. Biaya pengacara katanya bisa tembus $100.000 per bulan. Kekayaan yang dulu diklaim puluhan juta anjlok drastis.
Lalu masalahnya makin berat.
Maret 2025, dia ditangkap di Florida. Tuduhannya: mengirim email yang dianggap ancaman ke seorang hakim di Georgia. Dia menghadapi dakwaan felony yang bisa berujung 5–10 tahun penjara. Beberapa bulan kemudian, dia ditangkap lagi karena kasus telepon yang dianggap pelecehan.
Tidak cukup sampai situ. Dia menuduh Kevin O’Leary (Shark Tank) terlibat pembunuhan terkait kecelakaan kapal tahun 2019, bahkan menyebarkan nomor telepon pribadinya. Akibatnya, di Februari 2026 pengadilan federal menjatuhkan putusan default judgment sebesar $2,8 juta kepadanya.
Dari influencer crypto terbesar, sekarang hidupnya dipenuhi masalah hukum, utang, dan reputasi yang hancur.
Banyak orang bilang ini contoh nyata betapa kejamnya dunia crypto influencer.
Dari puncak, ke dasar, dalam waktu yang relatif singkat.
Kadang yang terlihat paling percaya diri di depan kamera, justru yang paling rapuh di belakangnya.
Dulu dia salah satu wajah paling besar di dunia crypto.
Namanya Ben Armstrong, dikenal sebagai BitBoy.
Channel YouTube-nya tembus 1,5 juta subscriber. Dia bilang sudah beli Bitcoin sejak 2012. Ada Lamborghini, ada klaim kekayaan puluhan juta dolar, dan setiap hari ribuan orang nonton dia kasih “sinyal” dan rekomendasi proyek.
Orang-orang bilang: “Kalau ikut BitBoy, bisa kaya.”
Tapi di balik layar, semuanya pelan-pelan hancur.
Agustus 2023, dia dipecat dari perusahaan sendiri. Partner-nya bilang ada masalah penyalahgunaan zat, merusak karyawan, dan masalah pengelolaan dana. Channel yang dia bangun sendiri tetap dipegang perusahaan, lalu di-rebrand jadi Discover Crypto. BitBoy kehilangan brand yang membuatnya terkenal.
Tidak berhenti di situ.
Istrinya mengajukan cerai. Ada tuduhan affair. Dia sempat live-streaming sendiri di depan rumah mantan partner sambil marah-marah soal Lamborghini yang dia klaim dicuri. Polisi datang, dia ditangkap. Di mobilnya ditemukan senjata dan obat-obatan. Mobil mewah itu akhirnya tidak kembali padanya.
Uang yang dulu melimpah juga habis. Biaya pengacara katanya bisa tembus $100.000 per bulan. Kekayaan yang dulu diklaim puluhan juta anjlok drastis.
Lalu masalahnya makin berat.
Maret 2025, dia ditangkap di Florida. Tuduhannya: mengirim email yang dianggap ancaman ke seorang hakim di Georgia. Dia menghadapi dakwaan felony yang bisa berujung 5–10 tahun penjara. Beberapa bulan kemudian, dia ditangkap lagi karena kasus telepon yang dianggap pelecehan.
Tidak cukup sampai situ. Dia menuduh Kevin O’Leary (Shark Tank) terlibat pembunuhan terkait kecelakaan kapal tahun 2019, bahkan menyebarkan nomor telepon pribadinya. Akibatnya, di Februari 2026 pengadilan federal menjatuhkan putusan default judgment sebesar $2,8 juta kepadanya.
Dari influencer crypto terbesar, sekarang hidupnya dipenuhi masalah hukum, utang, dan reputasi yang hancur.
Banyak orang bilang ini contoh nyata betapa kejamnya dunia crypto influencer.
Dari puncak, ke dasar, dalam waktu yang relatif singkat.
Kadang yang terlihat paling percaya diri di depan kamera, justru yang paling rapuh di belakangnya.