Kemarin dapat rezeki 565 ribu.
Tiba2 kedatangan 2 orang Pak A dan Pak E, ternyata keduanya belum makan dari pagi.
Pak E cerita kalo baru saja diberi beras sama Pak A.
"Tadi beras Pak A dibagi 2, mprop. Separuh diberikan pada saya. Itu berasnya ada di motor," katanya.
"Lha udah punya beras kok belum makan?" tanyaku.
"Hehe. Buat besok aja, mprop. Mudah2an besok ada rezeki untuk sekadar beli lauk untuk kami," kata Pak E.
Aku berpikir dan berkata dalam hati," Ini Pak A, meski gak punya uang, tapi masih mau membantu temennya dalam bentuk beras. Mosok aku yang baru aja dapat 565 ribu kok pelit amat gak mau membantu."
"Udah gini aja. Urusan besok ya besok kalian mau kerja apa sebagai ikhtiar. Biar adil karena beras sampeyan jumlahnya udah sama dengan beras Pak A, ini masing-masing kukasih hadiah 250 ribu. Setelah kopi ini habis, njenengan berdua pulang. Belilah telur, martabak atau apa gitu untuk lauk buat njenengan dan keluarga," kataku sambil nyerahkan uang ke Pak A dan Pak E, masing-masing 250 ribu.
"Gak usah, mprop. Kami ke sini gak mau minta bantuan, kok. Tadi tiba2 pengen mampir aja. Untuk lauk, insyaAllah besok ada rezeki."
"Gini. Aku hari ini tadi dapat uang 565 ribu dan saya pengen berbagi. Mosok sampeyan mau nerima pemberian beras dari Pak A, meskipun njenengan berdua sama2 gak punya duit, tapi gak mau nerima hadiah dari saya? Kan gak adil itu namanya. Bisa jadi, njenenga berdua digerakkan ke sini sama Allah dan Allah menggerakkan hatiku untuk berbagi pada njenengan berdua. Ya, silakan ditolak aja kalo njenengan berdua mau menolak rezeki dari-Nya," kataku.
"Aduh. Gak berani, mprop. Ya udah kami terima. Semoga menjadi kebaikan yang Allah ridhai untuk njenengan dan berkah bagi kami berdua," jawabnya.
Mereka berdua menerima uang hadiah dariku dan hampir bersamaannya mereka mengusap air bening yang menetes di ujung mata.
Untuk segera menetralisir suasana, akhirnya merka berdua kuajak untuk makan mie godog atau nasi goreng.
"Ini, masih ada 65 ribu di aku. Kita bertiga makan mie godog,yuk?" ajakku.
"Oke, mprop," jawabnya berbinar.
Sesampai di warung Lik Min, kami langsung disambut suara Lik Min. "Habis semua, Pak. Mohon maaf," katanya.
Aku berpaling kepada mereka berdua dan berkata," Lihatlah. Berarti memang 65 ribu ini rezekiku, bukan untuk njenengan berdua. Buktinya, mie godog dan nasgornya habis. Rezeki njenengan berdua ya 250 ribu tadi," kataku.
Mereka ngakak. "benar juga ya, mprop. Meski kami tadi udah membayangkan makan mie godog atau nasgor, tapi ternyata takdir berkata lain, hahahaha," jawab mereka.
Akhirnya kami berpisah di warung itu. Saya pulang dan mereka melanjutkan perjalanan untuk pulang. Harapanku, semoga yang sedikit itu bisa menggembirakan hati mereka dan tidak putus pengharapan.
Semoga segera ada jalan rezeki lain yang Allah bukakan untuk mereka berdua. Aamiin
⚠️ Video awan panas guguran di Gunung Merapi Minggu, 12/04/2026
- Pukul 05:45 WIB, estimasi jarak luncur 1.500 m dengan amplitudo maks 47,9 mm durasi 166,4 detik mengarah ke hulu Kali Boyong.
📢 Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi.
➡️ Pantau informasi Gunung Merapi disini : https://t.co/wmSP67G4Hm
🌋Tingkat Aktivitas Gunung Merapi saat ini SIAGA (Level III). Tetap patuhi rekomendasi
Kami dulu pernah disebut orang gila krn menanami lahan pasir tailing timah di belitung timur.
Lahan yg dihadapi sungguh ekstrim. Menurut ahli tanah, mungkin 20 tahunan rumput baru mau tumbuh lahan itu. Tapi gapapa. "orang gila" kan bebas. Tanam aja lah.
Tp sebenarnya, apakah kami yg berjasa?
Bukan. Nek Inah ini salah satunya yang berjasa.
Nenek berusia sekitar 74 tahun bersepeda menempuh jarak 10 km (pulang-pergi) dari rumahnya ke lahan bekas tambang untuk membantu menanam.
Mantap abangnya nemu 'obat alami' di sekitar rumah.
si Sirih Cina (atau nama bekennya Peperomia pellucida) ini mmg jd jagoan buat ngusir asam urat.
Jd gini, tanaman yg sering kt liat tumbuh liar di pinggir tembok lembab ini sbenernya pny "kekuatan rahasia".
Salah satu keputusan terbaikku dalam hidup adalah aku gak berhenti jualan koran
Dulu saat kuliah pada rentang waktu 1992 - 1997, aku jualan koran di RS Sardjito, hanya untuk sekadar bisa makan di hari itu.
Selepas sholat subuh, aku ngambil koran KR, Suara Merdeka dan Kompas di depan RS Panti Rapih, kemudian berjalan ke RS Sardjito utk menjualnya.
Akhirnya: Kue Tradisional!
Kami udah lama pengen bahas kue tradisional, cuma yang paling susah: menentukan harus mulai dari mana.
Bersama Puji Purnama, kami dipertemukan dengan sosok yang layak disebut legenda kue tradisional Indonesia, Ibu Lanny Rustan!
Di videonya terbaru, Mas Sabrang tetep gondrong dan rokok'an.
Akan tayang nanti malam jam 19.00 WIB di channel Youtube-nya Mas Sabrang, https://t.co/hdTYdX1Dg5
Info Baru lur
Ada 57 budaya asal Jawa Tengah yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2025 meliputi:
Ratiban Pandansari
Horog-Horog
Batik Jepara
Grebeg Tanjungsari
Tata Rias Pengantin Srimpi Priyayi
Tahok
Manganan Janjang
Wukon Warga Adat Kalikudi
Sedekah Bumi Banjarwaru
Ilir-Ilir
Baratan Kalinyamatan
Pindang Serani
Memeden Gadhu
Sop Snerek
Kesenian Brendung
Kesenian Manongan
Laesan Lasem Kabupaten Rembang
Kriya Seni Tatah Sungging Wayang Kulit Sonorejo Sukoharjo
Gempol Pleret Sukoharjo
Bedhaya Duradasih
Bedhaya Sukoharjo
Canthik Kyai Rajamala
Lagu Bengawan Solo
Pengantin Basahan Gaya Surakarta
Srimpi Lobong
Tari Adaninggar Kelaswara
Tari Golek Lambangsari Pura Mangkunegaran
Bangilun
Arab Pegon Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu
Ukir Kaligrafi Jepara
Kaligrafi China Semarang
Tradisi Bubur Samin Masjid Darussalam Surakarta
Bubur India Koja Semarang
Tradisi Ambeng Desa Tieng
Lam Koan
Sidekah Kupat
Guyang Cekathak
Syawalan Lopis
Sego Megono Pekalongan
Barongsai Semarangan
Wingko Babad Semarangan
Ganjel Rel
Batik Rifa’iyah
Perlon Unggahan Masyarakat Adat Banokeling
Buncisan
Wayang Gagrag Banyumas
Reog Naluri Brijo Lor
Kethoprak Pati
Gong Cik
Selametan Giling Tebu Pabrik Gula Sragi
Gendukan
Jemparingan Surakarta
Kembar Mayang Surakarta
Srimpi Gandakusuma
Tari Prawira Watang Surakarta
Wayang Kedu Gagrag Wonosaban
Mie Ongklok
(Pd/Ul, Diskominfo Jateng)
Gelaran Siksorogo Lawu Ultra (SLU) 2025 yang digelar di lereng Gunung Lawu, Minggu (7/12/2025), memakan korban jiwa.
Dua peserta lomba lari lintas alam itu meninggal dunia saat mengikuti perlombaan.
Hingga kini, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan kepolisian. Korban masing-masing bernama Sigit Joko Purnomo, 45, pegawai Kabiro Hukum Kementerian Pariwisata, dan Pujo Buntoro, 55, pegawai Kementerian Agama Solo yang juga suami Kabag Perekonomian Setda Karanganyar, Asih Srihandayani.
Keduanya dilaporkan kolaps di jalur berbeda. Dugaan sementara, keduanya mengalami kelelahan setelah menempuh rute dengan elevasi tinggi. Kepala BPBD Karanganyar Hendro Prayitno membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini, lanjutnya, masih dalam proses visum oleh tim medis.