Kalau kamu mampu ngeluarin uang jutaan buat skincare, bodycare, haircare, makan di tempat yang kamu suka, dan penuhi gaya hidupmu dengan uang sendiri, jangan tipu diri sendiri dengan pura-pura bahwa kamu baik-baik aja sama laki-laki yang terus keberatan terhadap kebutuhan dan standar hidupmu.
Bukan berarti pasangan harus selalu biayain semua keinginanmu.
Tapi kamu juga gak perlu maksa diri buat hidup dengan standar yang sebenernya gak cocok sama kamu cuma karena takut kehilangan seseorang.
semakin dewasa, definition of “chemistry” juga kayaknya berubah.
dulu: someone who gives butterflies.
sekarang: someone who gives clarity.
someone yang ga bikin kita anxious waiting for their reply, ga bikin kita question their intentions, dan ga membuat us feel like we have to earn their presence. because sometimes, the healthiest love doesn’t feel exciting
it feels safe.
ternyata kelahiran tahun 2002-2004 an agak apes ya.
lulus SMA pas pandemi. pas awal kuliah banyak yang online. pas lulus, cari kerja full-time aja susah, bahkan buat posisi entry level.
ditambah skrg kondisi ekonomi juga lagi gak mudah. pegangan yg kuat yaa kita semua🥹🤝
normalisasi buat ngomong to the point:
“Klo kamu serius sama aku, perbaiki dulu komunikasi kamu biar gak bikin aku khawatir, terus-terusan nungguin balesan, bingung, anxious, dan overthinking.
Klo sekedar ngasih kabar aja udah berat, lebih baik kita pisah aja.”
Terus, nilai gimana responnya 🙏🏻
Tante gw jualan gorengan 12 tahun.
Bakwan, tempe, tahu semua laku keras.
Tapi ada satu pelanggan yang tiap hari bilang hal yang sama:
“Bu, gorengannya kok lembek pas sampe rumah?”
Sampai akhirnya dia beli di tempat lain. Dan tetap kriuk.
Tante gw shock. Gw yang akhirnya bantuin cari tahu jawabannya.