Latihan Rolling (berguling) buat Baby 👶🏻
Selain rutin latihan kaya gini, stimulasi visual dan audio (dipanggil, suara-suara, mainan/gambar berwarna) dari samping juga penting pol buat bantu lebih cepat berguling
@insidefolkative Stoikisme; jgn habiskan energimu utk memikirkan atau bahkan berusaha mengubah hal-hal yg jauh di luar kendalimu, tp fokuslah pada hal hal yg dan kamu ubah/kontrol dan punya keberanian/kemauan utk mengubahnya.
"Kakak Ku Gaji 5 Juta, Tapi Bisa Biayain 3 Anaknya Sekolah Swasta. Pas KuTanya Rahasianya, Ku membeku 10 Detik."
Dia kerja di pabrik. Gaji 5 juta. Istri jaga warung kecil di depan rumah. Penghasilan warung? 1,5 juta sebulan, kadang kurang. Totalnya nggak sampai 7 juta.
3 anak. Semua sekolah swasta Islam. SPP per anak 650 ribu. Belum seragam. Belum buku. Belum uang jajan. ku selalu mikir: "Ini pasti ngutang."
Siapa yg plafond mobilnya kotor?
Coba bersihkan pakai cara ini.
Yg harus diperhatikan :
1. Gosok pakai busa/sikat lembut
2 .Gosok jangan terlalu agresif, pelan2 aja biar gk merusak plafond.
3. Gosok nya searah, dr bagian dalam/tengah, ke bagian luar/pinggir.
iPhone lo dicopet sekarang. Maling matiin HP lo. Find My nunjukin "Offline."
Data lo, foto lo, mobile banking lo, semuanya di tangan dia.
Tapi kalau lo udah setup 3 hal ini sebelumnya, maling itu cuma pegang lempengan logam seharga 15 juta yang ga bisa diapa2in.
Temen gw kerja di front office hotel bintang 4 di Bali.
Suatu malam gw tanya: "Kalau gw mau nginep di hotel lo, booking di mana yg paling murah?"
Dia bilang satu kalimat.
Satu kalimat yg bikin gw gak pernah lagi booking lewat Agoda atau Traveloka.
Dan setelah lo baca thread ini, lo juga gak akan.
Kalimatnya:
"Telepon langsung ke hotel. Bilang lo liat harga di Agoda Rp sekian. Minta harga lebih murah. Kita PASTI kasih."
Gw kaget.
"Serius?"
"Serius. Tiap tamu yg booking lewat app, hotel bayar komisi 15 sampai 25 persen ke app itu. Kamar Rp 1 juta? Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu masuk ke kantong Agoda. Bukan ke hotel."
"Jadi kalau gw telepon langsung?"
"Komisi itu gak ada. Hotel bisa kasih lo harga lebih murah DAN tetep untung lebih gede. Semua seneng. Kecuali Agoda."
Gw coba.
Hotel yg sama. Kamar yg sama. Tanggal yg sama.
Harga di Traveloka: Rp 1.250.000. Harga di Agoda: Rp 1.180.000.
Gw telepon hotel langsung. Bilang: "Saya liat di Agoda harga kamar deluxe tanggal segini Rp 1.180.000. Ada harga lebih baik kalau saya booking langsung?"
Jawaban resepsionis: "Bisa, Kak. Kami bisa kasih Rp 950.000. Sudah termasuk sarapan."
Selisih: Rp 300.000. Plus dapet sarapan yg di app BELUM termasuk.
Satu telepon. 2 menit. Hemat Rp 300 ribu.
"Kenapa hotel gak pasang harga murah itu di website sendiri aja?"
Nah. Ini bagian yg gelap.
Temen gw bilang: "Kita GAK BOLEH."
Hotel punya kontrak dg Agoda, Traveloka, Booking com. Di kontrak itu ada satu klausul yg namanya RATE PARITY.
Artinya: hotel DILARANG pasang harga lebih murah di channel lain, termasuk website sendiri, selama harga itu bisa diliat publik.
Kalau ketahuan, app bisa turunin ranking hotel di hasil pencarian. Hotel jadi gak keliatan. Booking anjlok. Revenue mati.
Jadi hotel terjebak. Mau kasih harga murah ke tamu, tapi gak boleh.
Kecuali lewat satu celah.
Celahnya: TELEPON.
Rate Parity berlaku buat harga yg DIPUBLIKASI. Website, app, iklan.
Tapi harga yg dikasih lewat telepon? Itu PRIVATE. Gak dipublikasi. Gak bisa ditrack sama Agoda.
Makanya temen gw bilang: "Telepon langsung."
Bukan lewat WhatsApp resmi hotel (bisa diaudit). Bukan lewat website (bisa ditrack).
TELEPON. Suara ke suara. Gak ada jejak digital buat Agoda trace
Ini bukan cheat. Ini cara hotel kasih harga yg SEHARUSNYA lo dapet dari awal. Sebelum 15-25% dipotong buat komisi app
Gw tanya lebih jauh: "Trs kenapa gak semua orang tau ini?"
Temen gw ketawa.
"Krn Agoda dan Traveloka spend MILIARAN buat iklan. Google Ads. Instagram Ads. Influencer. Cashback. Promo.
Semua itu biar lo TERBIASA booking lewat mereka.
Biar lo gak pernah kepikiran buat telepon langsung.
Biar lo gak pernah tau bahwa Rp 150 ribu dari setiap booking lo itu masuk ke kantong app, bukan ke hotel yg ngelayanin lo."
Dan satu lagi yg temen gw bilang.
"Kalau lo telepon dan bilang lo MEMBER loyalty program hotel, harga bisa turun lebih jauh lagi."
IHG Rewards. Marriott Bonvoy. Accor ALL. Daftar GRATIS.
Member rate kadang 10-20% lebih murah dari harga publik. Dan itu SAH. Krn member rate masuk kategori "private rate" yg gak kena aturan Rate Parity.
Jadi stacknya:
Harga Traveloka: Rp 1.250.000. Harga telepon langsung: Rp 950.000. Harga member rate: Rp 850.000.
Selisih total: Rp 400.000. Buat yg PERSIS SAMA
Senjata lo:
Satu. JANGAN langsung booking di app. Liat harga di sana, catat, tapi JANGAN klik bayar.
Dua. Telepon hotel langsung. Bilang: "Saya liat harga di Agoda Rp sekian. Ada harga lebih baik kalau booking langsung?" Kalimat itu aja. Gak perlu negosiasi keras.
Tiga. Daftar loyalty program hotel GRATIS. IHG, Marriott, Accor , semua bisa daftar di app tanpa bayar. Member rate bisa lebih murah lagi.
Empat. Kalau hotel chain besar: cek website resmi mereka. Banyak yg punya "Best Rate Guarantee" kalau lo nemu harga lebih murah di app lain, mereka MATCH dan kadang kasih diskon tambahan.
Lima. Kalau hotel independen atau boutique: WhatsApp atau DM Instagram mereka. Hotel kecil LEBIH fleksibel soal harga krn gak seketat chain besar soal Rate Parity.
Agoda dan Traveloka bukan musuh.
Mereka berguna buat CARI hotel. Bandingin fasilitas. Baca review. Liat foto.
Tapi begitu lo udah tau hotel mana yg lo mau?
Tutup app. Buka dial pad. Telepon.
2 menit. Satu kalimat. Rp 300-400 ribu lebih murah.
Temen gw bilang ini ke gw. Sekarang gw bilang ke lo.
Dan sekarang lo tau kenapa Agoda gak mau lo tau ini.
cc : emmawithai
Di tiktok sering liat komen, "aku sih USG selalu pake yg 4D biar keliatan jelas" atau "ke fetomaternal tuh yg USG-nya pake 4D, jadi bisa keliatan semua".
Did you know kalau obgyn tuh sebenernya lebih jelas liat organ sampe ke daleman2nya (kondisi ginjal, sekat jantung, bola mata, panjang tulang paha, dll) pake USG 2D? Iya, USG yg gambarnya datar dan item putih itu.
Kenapa?
Karena USG 2D memberikan resolusi terbaik untuk melihat potongan organ tubuh janin secara detail.
Lewat USG 2D, dokter dapat menilai:
• Struktur otak
• Wajah dan bibir
• Bola mata
• Sekat dan ruang jantung
• Lambung
• Ginjal
• Kandung kemih
• Tulang belakang
• Panjang tulang paha
• Letak plasenta
• Jumlah air ketuban
dan masih banyak lagi.
Makanya, saat pemeriksaan fetomaternal, sebagian besar waktu dokter justru menggunakan mode 2D.
Lalu USG 3D atau 4D buat apa?
USG 3D dan 4D berfungsi sebagai pelengkap pada kondisi tertentu. Misalnya untuk membantu menilai kelainan permukaan tubuh seperti bibir sumbing, kelainan ekstremitas, atau memperjelas temuan yang sudah terlihat pada USG 2D. Selain itu, tentu juga memberikan gambaran wajah janin yang lebih mudah dipahami oleh orang tua.
Bahkan pedoman internasional dari ISUOG (International Society of Ultrasound in Obstetrics and Gynecology) maupun AIUM (American Institute of Ultrasound in Medicine) menyebutkan bahwa pemeriksaan anatomi janin rutin dilakukan terutama menggunakan USG 2D. Pemeriksaan 3D/4D bukan pemeriksaan wajib dan digunakan bila memang ada indikasi atau untuk melengkapi evaluasi tertentu.
Jadi jangan kecewa kalau dokter fetomaternal lebih sering memakai USG 2D.
Bukan karena alatnya kalah canggih.
Justru karena itulah standar pemeriksaan untuk mendeteksi kelainan bawaan pada janin.
USG 4D lebih menarik untuk dilihat.
USG 2D lebih penting untuk ditegakkan diagnosis.
Pak, coba sekarang.
Panggil nama anak Bapak.
Dari belakang. Tanpa sentuh. Tanpa tepuk. Cukup suara. Jarak 2 meter.
Satu kali.
Dia noleh? Berapa detik? Atau ga noleh sama sekali?
Tes ini butuh 3 detik.
Tapi jawabannya bisa mengubah 3 tahun ke depan kehidupan anak Bapak.
Coba Pak
Anaknya 9 bulan, posisinya blum bisa duduk sendiri. Ibunya mulai khawatir.
Neneknya bilang: "Biasa. Anak zaman dulu juga gitu. Sabar aja."
Tetangganya bilang: "Anak saya dulu juga telat. Sekarang udah normal kok."
Bidannya bilang: "Tiap anak beda, Bu. Jangan dibanding-bandingin."
Temannya bilang: "Loh, anak temen gue malah baru jalan umur 2 tahun. Santai."
Semua menenangkan.
Semua bermaksud baik.
Ga ada yang bermaksud meremehkan.
Jadi ibunya nunggu.
Menunggu.
Dan menunggu.
FINANCIAL SYSTEM
1. Rekening Utama (Gaji Masuk)
Bank Central Asia (BCA) / bank utama lo
Fungsi: buat nerima uang + distribusi
2. Rekening Simpan (Nabung + Dana Darurat)
Pilih (Bank Jago atau SeaBank)
Aturan:
Auto transfer di awal gajian
Target: minimal 20-30% gaji
Jangan disentuh kecuali darurat
3. Investasi (Naikin duit lo)
Bibit → reksadana (buat yang masih basic)
Stockbit → saham (kalau udah ngerti)
Aturan:
Mulai dari kecil (100-500k/bulan)
Konsisten > besar tapi jarang
4. Rekening Operasional (Hidup Sehari-hari)
Bisa tetap di BCA / pisahin rekening kedua
Isi: 50-60% dari gaji
Dipakai untuk:
makan
transport
kebutuhan harian
Kalau habis = tetap atur pengeluaran
biar lo gak ambil uang dari tempat lain
5. Jajan (E-Wallet Maks 1-2)
ShopeePay atau GoPay
Aturan:
Isi secukupnya (misal 500k/minggu)
Jangan auto top-up dari rekening utama
sepupu sakit dbd, trombosit rendah di RS lama ga sembuh-sembuh pas gw saranin ini besoknya langsung membaik…
temen gw punya anjing anemia diresepin ini jg sama dokternya 😭🤏🏻
dan ini jg andalan gw kalo haid ga lancar… JUJUR ini suplemen DEWA BGTTT😭🙏🏻
iPhone gue panas banget, lemot & lag pas buka apk. Udah mikir mau beli baru
Tukang service ambil iPhone gue, swipe 4 layar doang, terus kasih balik.
Katanya, "HP mu masih oke-oke aja. Cuma 4 setting yang ngecekik performanya. Tiap hari saya liat yg ginian."
Ini yang dia ubah:
temen kantor gw mulai minum zinc pagi, magnesium malem, sama vitamin d pas sarapan krn disuruh psikolognya
dia jalanin literally 30 hari lurus
terus...... kepribadiannya berubah 180 derajat gak ada candaan