"Kakak mau pindah ke meja yang tengah?"
Tanya pelayan.
"Enggak" jawabku sambil tersenyum. --
Aku datang lebih dulu di Bakmi GM, lalu sebuah keluarga menginginkan meja milikku karena malas ke lantai 2. Di GM First Come First, karena aku datang lebih dulu ya tentu aku merasa memiliki kuasa atas meja itu.
Pelayan niatnya baik, mau mendahulukan yang ber4 mungkin, ia juga merespond penolakanku dengan baik.
Kalau kondisinya resto seramai itu, beda cerita. Aku tentu akan tetap bersimpati & mengalah.
Jika pertanyaan itu muncul 5 tahun lalu, Filo yang dulu tidak akan ragu mengatakan "Iya enggak apa", kemudian mengorbankan kenyamanan pribadi.
Ternyata menolak SEMELEGAKAN ITU YA.
30 tahun aku hidup, sampai umur 25 aku tidak bisa menyatakan "Aku tidak Mau", "Aku tidak suka", "Aku tidak terima". Aku terus dihantui rasa takut tak beralasan, mengutamakan pikiran dan perasaan orang, hingga akhirnya hancur oleh ekspektasi karena tak ada yang memikirkan diriku.
Kesimpulan, kamu bertanggungjawab atas kebahagiaanmu sendiri. Menolak disaat kamu punya hak itu tak apa loh.
Namun jika diam adalah pilihanmu, maka telan saja ketidaknyamanan itu selamanya, itu murni salahmu, bukan orang lain.
cc:threadfilo_sebastian
@radenrauf Cheating is a choice, not a mistake. Bagiku, perselingkuhan itu cuma dilakuin sama orang orang yg jelek aja. Jelek hatinya, jelek wajahnya,jelek akalnya, jelek kelakuan nya! Mereka lbh milih selingkuh dan menukar harga dirinya dengan hal yg gak seberapa. Ew