@cloudyvolav@oxfara Aku juga gini wkwkw apalagi untuk murid kelas 1, uda di kasih tau beberapa kali juga kadang lupa. Dan sebagian orang tua murid juga yang minta kalau ada info di share di grup supaya tau
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil.
Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect.
Anak kecil teriak dikit
"Gak diajarin ortunya ya?"
Anak kecil nangis
"Kok cengeng sih?"
Anak kecil slow to warm up
"Masih kecil udah introvert ya"
Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain
"Rewel ya ternyata"
Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.
Opini kedua
Salahin kurikulum juga percuma.
Siswa saat ini tidak bodoh, tapi rebel
Sementara kalian tertawa melihat video toktok anak salah jawab pertanyaan mudah.
Dibelakang mereka tertawa menikmati hidup.
They chose to fail.
Masih bisa main ML, post IG, post VT
Faktor utama penyebab dibutuhkannya BPJS itu adalah SAKIT pak. Jadi kalau BPJS tidak digunakan setahun, tandanya ya nggak sakit, bukannya nggak miskin. Asal pernah sekolah sebentaaaaaar aja kayaknya bisa ngerti masalah beginian mah pak.
Pergi ke pasar dan liat anak kecil nangis di kaki ibunya karena dibentak gak boleh jajan. Gak lama, udah digendong dan peluk ibunya kenceng.
Aku mikir, insting anak tuh emang cinta ke ortunya ya.
Kalau suatu hari insting sedasar itu hilang, pasti gak berubah dalam semalam.
Orang yg punya anaknya dengan kesadaran milih untuk punya anak, maka dia akan memahami orang yg milih childfree.
Begitu juga, orang yg childfree & itu bener-bener keputusan sadar, maka dia akan memahami orang yg milih punya anak.
Ketidaksadaranlah yg bikin agresif dgn yg beda.
Kalo kerjanya bagus, responsif, sat set, gak banyak statement aneh2, publik jg pasti bakal ramein dan kasih atensi positif kok.
Ada contohnya? Ada.
Damkar.
Matematika itu kudu latihan. Secerdas apapun kalau nggak latihan, bakal kesulitan. Meski tahu konsepnya kalau jarang berlatih soal, akan gelagapan. Ini pengalaman saya pribadi dan saya sampaikan ke anak-anak.
Dulu saya satu kost sama anak-anak jurusan matematika. Mereka bisa semalaman belajar berlatih soal, hampir tiap hari. Biasanya mereka tidur habis sholat Isya, lalu bangun jam 12 malam, belajar sampai pagi.