Bayangkan kamu sedang bersiap untuk final sebuah lomba.
Kamu sudah mempersiapkan fisik, teknik y mental.
Kamu sudah membayangkan mengangkat trofi.
Kamu sudah siap memeluk ayahmu usai turun podium.
Lalu 10 jam sebelum itu, ibumu menelepon
"Hans, bapakmu wafat"
September 2025. Gavi lagi di rumah sakit, ngejalanin operasi buat cedera lututnya.
Besok paginya, Gavi masih tidur sekaligus recovery. Sekitar jam 8 pagi, dia denger suara seorang bapak-bapak yg ngebangunin buat nanyain kabarnya.
Bukan suara bapak kandungnya, tapi pelatihnya yg udah dia anggap kayak bapak sendiri, Hansi Flick.
Gavi inget banget pas dia lagi recovery cedera ACL di tahun sebelumnya. Flick yg baru dateng ngelatih Barca kayak pengen jalin hubungan intens buat bantu ngasih suntikan moral ke dia. Gavi nda bisa bahasa Enggres, Flick nda bisa ngomong Spanesh, tapi namanya obrolan hati ke hati, pasti sampe dengan baik.
Bukan cuma ke Gavi, Flick juga ngasih suntikan moral itu ke Marc Bernal. Ini juga sedih banget, prospek DM masa depan Barca kena cedera ACL di umur 17 tahun dan mesti absen setahun.
Waktu si Bernal lagi ngejalanin prosedur operasi dan recovery, Flick juga dateng ke rumah sakit dan ngebawain dia buku berjudul "Supera tus Limites" karya Jordi Gil, yang isinya self-help buat terus semangat dan push above limit sebagai manusia.
Di halaman belakang cover bukunya, Flick nulis note yg jelas bakalan selalu diinget Bernal: "kamu itu gelandang bertahan masa depan Barca."
Semua cerita soal jiwa kebapakan Flick tadi diceritain The Athletic. Hari ini, Flick baru aja kehilangan bapaknya yang meninggal dunia. Barca's father figure lost his dad. 🕊️
Vinicius Junior: “Rasisme adalah topik yang rumit untuk dibicarakan, tapi hal ini masih sering terjadi. Semoga kita bisa terus menjalankan perjuangan ini."
"Dengan bicara nya Lamine Yamal, itu sangat penting & itu membantu orang lain. Kami (para pesepakbola) terkenal & punya uang sehingga lebih mudah menghadapi ini, tetapi orang kulit hitam & orang-orang kekurangan yang tidak punya uang menghadapi kesulitan yang lebih besar daripada kita. Itulah kenapa kita harus bersatu”
“Saya tidak mengatakan bahwa Spanyol, Jerman, atau Portugal adalah negara rasis, tetapi ada orang-orang rasis di berbagai negara, termasuk di Brazil. Tapi jika kita terus berjuang melawan bersama, saya percaya nantinya para pemain lain dan masyarakat juga akan berhenti menderita karena hal-hal seperti ini.”
Apakah kamu capek setiap kali membuka X rasanya ingin marah-marah tiap kali membaca berita?
Coba deh tinggalkan X, lihat kondisi di dunia nyata, dan dengarkan cerita orang-orang di sekitarmu.
Percayalah juga akan marah-marah tapi offline aja bedanya.
Presiden pidato tentang sawit, partai partai pidato tentang koalisi, sementara rakyat saling membantu dan menguatkan sekuat tenaga
Begitulah hal hal terjadi di negeri para bedebah
Betapa mengerikannya seseorang yang menjadikan penderitaan orang lain sebagai panggung.
Ketika ribuan orang berjuang hidup, ada yang justru sibuk memilih angle terbaik.