Di samping talent pool Jerman yang memang lagi kurang bagus, tapi kritik terbesar tetap ada pada Nagelsmann
- kembali memanggil Neuer utk gantiin Baumann bbrp pekan sebelum World Cup
- ga nemu solusi tepat untuk cederanya Karl, malah mainin Sane terus
- ga nemu solusi untuk lini tengah Jerman, bahkan setelah sudah ada gejala di fase grup
- ga bisa menghandle situasi Undav & Woltemade
- tetap percaya pada satu pendekatan yang bahkan mudah terbaca oleh tim non-unggulan kaya Paraguay
Saatnya Klopp step up?
"Kiper adalah tahanan yang menunggu hukuman mati, namun penendang adalah algojo yang ketakutan karena ia tahu bahwa kegagalan akan mengubahnya menjadi korban yang sebenarnya."
Eduardo Galeano, El Futbol a sol y Sombra, Soccer in Sun and Shadow.
Film-film yang dapat lebih dari 1 nominasi di Oscars 2026!
SINNERS - 16*
ONE BATTLE AFTER ANOTHER - 13*
FRANKENSTEIN - 9*
MARTY SUPREME - 9*
SENTIMENTAL VALUE - 9*
HAMNET - 8*
BUGONIA - 4*
F1 - 4*
THE SECRET AGENT - 4*
TRAIN DREAMS - 4*
AVATAR: FIRE AND ASH - 2
BLUE MOON - 2
IT WAS JUST AN ACCIDENT - 2
KPOP DEMON HUNTERS - 2
SIRĀT - 2
*Masuk nominasi Best Picture.
Buat temen-temen Maiyah, simak videonya Mas Sabrang di Mocopat Syafaat tadi malam. Ada banyak clue yg dimunculkan.
Bukan untuk membuat kalian resah, tapi untuk mengajak kita menyiapkan antisipasi.
GORO- GORO ramalan Jayabaya rupanya adalah lintasan berlalunya PX ( Pari kesit) dalam jarak terdekat pergeseran kutub, dan makin meningkatnya perubahan di Bumi yg mempengaruhi Jawa menjelang minggu- Minggu terakhir ( tahap 9)
Banyak yg belum paham bahwa guru honorer Indonesia adalah satu2nya pekerjaan di dunia yg kerjanya sebulan tapi upahnya cuma seminggu. Begini hitungan upah mereka:
Jika dalam seminggu mengajar 20 jam berarti sebulan mengajar 80 jam. Upahnya berapa? Bukan 80 jam tetapi 20 jam!
Jika selama ini perusahaan swasta wajib mengupah pegawainya minimal senilai UMR maka aturan tersebut tdk berlaku di sekolah. Sekolah diperbolehkan mempraktekkan perbudakan di era modern ini. Entah kenapa @KemnakerRI tidak menerapkan aturan ketenagakerjaan pd mereka
@KemnakerRI Saran kami Wamen Noel dari pada sibuk show off cari2 kesalahan perusahaan swasta mending tegakkan aturan ketenagakerjaan di lingkungan sekolah, terutama terkait pengupahan yg bernuansa perbudakan ini.
Jika berani..
Yang mau nonton Australia 🆚 Timnas Indonesia tapi keSUsahan akses RCTI maupun yang udah berlangganan mahal Vision+ tapi ngelag-ngelag ketika dipakai buka streaming #TimnasDay silakan cek Link Haram komenan dari follower MW di reply bawah ini ya:
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
Dedi Mulyadi sudah memperlihatkan bahwa dia pantas maju Pilpres. Tinggal kita lihat gebrakannya selama 4 tahun ke depan.
Tapi menurut saya, nanti dia bakal diserang pakai isu agama seperti Ahok.
Orang jujur memang akan banyak musuhnya.
Kritikan Untuk Orang-orang NU
Oleh: Gus Baha
NU itu terlalu banyak pengajian umum. Tradisi ngaji (kitab) mulai hilang. Itu lampu merah. Orang kaya suka ulama. Suka kiai. Tapi maunya ngatur ulama, tidak mau diatur ulama.
Saya ga mau ngaji yang ribet itu. Harus pasang panggung, sound system, yang penting bupati datang. Ribet.
Mereka habis 50 juta, 100 juta tidak masalah. Tapi sesuai mau mereka, yang datang jamaahnya banyak. Coba, kalo nuruti maunya kiai, ulama, ngajinya menganalisa kitab, uangnya buat mencetak naskah, pasti tidak mau.
Saya ingin kebesaran ulama itu kembali, yaitu bisa mengatur orang kaya. Bukan seperti sekarang, diatur orang kaya.
Banyak yang datang minta pengajian umun, bawa alphard, saya jawab kalo mau ngaji datang ke sini saja. Kalo kiai diatur-atur, kan ribet.
Bukan saya anti. Dan itu perlu. Tapi sudah over. Tapi tradisi ngaji yang sebenarnya, yang jadi standar NU, sudah mulai ditinggalkan.
Ditambah, kiai yang kedonyan, cinta dunia. Klop. Yang kaya, tahunya memuliakan kiai dengan uang, kiainya juga senang. Musibah. Terutama di Jawa Timur.
Saya keluar dari kantor PWNU Jawa Timur, langsung dikasih voucher umroh. Saya jawab, tidak, saya kiai Jawa Tengah.
Makanya saat saya diundang di Tebu Ireng, Pondok Syaikhona Kholil, Termas … Saya mau asal, disediakan naskahnya Mbah Hasyim Asy’ari, Mbah Kholil, Syaikh Mahfudz Termas.
Ya, saya ngajinya kitab para pendiri pesantren itu. Bukan ngaji Gus Baha tapi ngaji Mbah Hasyim Asy’ari, dll.
Ini kan musibah. Selama ini dzurriyah, para cucu tidak peduli dengan naskah pendiri. Padahal ada ahli filologi, pengumpul naskah. Naskah masyayikh kita ada di luar negeri, cucunya ga punya.
Saya punya naskahnya Syaikh Mahfudz yang tidak ada di Termas. Saya dikasih Mbah Moen. Akhirnya, para cucu ngaji ke sini.
Coba, Sirojut Tholibin di cetak di mana-mana, termasuk Yaman. Namun, kita tahu nasibnya di Jampes.
Kiai-kiai NU itu sudah alim. Ngerti hukum secara tafsil, kok malah hobi bicara yang mujmal. Ini kan sudah mau pinter, di suruh goblok lagi.
Anda itu ngaji, sampai buka kamus, meneliti tiap kata, harusnya ngajarnya seperti itu. Agar tetap alim.
Ada kiai yang sehari manggung 3 kali. Padahal, pasti dia tidak paham problem dakwah di setiap tempat itu. Dia tidak tahu objeknya, tidak tahu obatnya. Pasti bicaranya standar, itu-itu saja, yang penting lucu dan menarik. Mana ada waktu untuk belajar lebih dalam?
Akhirnya ada orang ceramah ditambahi musik macam-macam. Karena dia tidak alim. Tidak terkontrol, yang penting menarik.
Akhirnya ya goblok beneran. Pondok NU juga ikut-ikutan tren. Bikin acara, ya pengajian umum. Yang datang banyak.
Masak, pondok NU mengundang Ustad/Kiai yg tidak jelas. Karena ikut tren tadi. Tidak tahu, keduanya itu kategorinya apa, detailnya mereka. Musibah lagi, warga NU membaca tulisan Gus Ulil, Nusron bahkan Abu Janda tapi tidak tahu naskahnya Mbah Hasyim Asy’ari.
Saya hanya ingin, tradisi ilmiah di NU itu kembali. Kiai tidak boleh diatur orang kaya. Jika tidak, NU bisa habis (orang alimnya). Saya di NU ditugasi ini, bukan yang lain. Maka, saat saya di Lirboyo, saya bilang ‘Gus Kafa, saya lebih senang disambut 4 santri yang benar-benar niat ngaji, daripada banyak santri yang niatnya tidak jelas’. Kemudian, setiap kali saya ke Lirboyo, anak, mantu, cucu dikumpulkan dulu ngaji sama saya.
Jika, kita 5 tahun saja memulai. NU akan hebat. Jika bukan anak kita yang jadi alim, cucu kita akan jadi ulama. Itulah NU. NU itu harusnya melahirkan kiai – allamah, bukan kiai-mubaligh seperti sekarang. Dan saya melihat sudah lampu merah. Padahal di zaman kakek saya, bahasa Arab itu seperti bahasa Jawa. Saya punya tulisannya Mbah Hasyim Asy’ari yang surat-suratan dengan kakek saya dengan bahasa Arab.
Keilmuan, kealiman ini jangan habis. Dulu para pendiri, kakek kita, allamah, punya naskah. Jika kita terus begini, bisa habis.
Copas FB Samsul Arifin
GAYA HIDUP MEWAH PENGKHIANAT BANGSA FAKHRI DZULFIKAR, PEGAWAI KOMDIGI YANG MERANGKAP JADI KAKI TANGAN JUDI ONLINE
*Kami lanjutkan thread setelah banyak yg RT