Realita di Gaza tetap berdarah. Seorang anak kehilangan kakinya akibat pengeboman "Israel", seolah-olah gencatan senjata tidak pernah ada.
Berapa lama penderitaan ini akan berlanjut?
@dn_osama_rabee@sahabatalaqsha
Ini adalah perpisahan terakhir antara tawanan Palestina dan orang-orang terkasih mereka—sebelum mereka dibawa pergi selamanya.
Pada 30 Maret 2026, ribuan orang dihukum dengan tuduhan "terorisme" palsu. Hampir 11.000 nyawa—sebagian besar masih muda—kini berada di ambang kematian.
Seorang anak diikat dan ditutup matanya … Ini bukan adegan dalam film, tetapi kenyataan yang dialami oleh anak-anak Palestina.
Apa pembenaran yang dapat diberikan untuk perlakuan kejam seperti itu?
@dn_osama_rabee@SahabatAlAqsha
Young Tamer Baraka and two others were killed in an Israeli airstrike targeting a civilian vehicle in the Al-Mawasi area of Khan Younis. Tamer passed away before he could celebrate the upcoming Eid in his new clothes.
Masjid Al-Aqsha telah ditutup 10 hari berturut-turut.
Tidak ada salat yang dilaksanakan di sana, wahai kaum Muslimin!
Tidak ada salat Tarawih, tidak ada salat Jumat, dan tidak ada salat lainnya.
@khaledsafi@sahabatalaqsha
Sebuah video yang baru dirilis penjajah Zionis mengungkap penyerangan dan penyiksaan serdadu penjajah "Israel" terhadap para tawanan Palestina di Penjara Ofer di wilayah Palestina terjajah.
@eye.on.palestine
@sahabatalaqsha
Rekaman BBC mengungkap bahwa seorang anak Palestina berusia 14 tahun, Jad Jadallah, ditembak dari jarak dekat oleh serdadu "Israel" selama penggerebekan di kamp Al-Far'a pada bulan November 2025.
@QudsNen@sahabatalaqsha
Dua warga Palestina syahid dalam serangan udara "Israel" yang menargetkan sekelompok warga sipil di kawasan Al-Tuffah, sebelah timur laut Kota Gaza.
@QudsNen@sahabatalaqsha
Tiga orang syahid dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan drone penjajah "Israel" di pos polisi di persimpangan Al-Maslakh, Kota Khan Yunis, Jalur Gaza selatan. Inilah nama para syuhada:
1. Khaled Al-Zayan
2. Hassan Hamed
3. Ali Abu Shamala
@aboo._.wael2
@sahabatalaqsha
Muhammad Halabi, seorang petugas tanggap darurat dari Pertahanan Sipil Palestina, menceritakan kengerian yang ia saksikan di Rafah setelah gencatan senjata Januari 2025:
Pesawat tempur "Israel" membombardir sejumlah rumah di lingkungan Al-Raqab bagian barat, Kota Bani Suheila, sebelah timur Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, subuh tadi (9-2-2026).
@ShehabAgency@sahabatalaqsha
Seorang anak mengalami luka parah setelah sebuah rumah yang kondisinya rusak akibat serangan udara "Israel" akhirnya runtuh di bagian utara Jalur Gaza.
@QudsNen@sahabatalaqsha
Serdadu "Israel" mengebom bangunan tempat tinggal berlantai empat di Kota Gaza pada hari Jumat (6-2-2026), yang sekali lagi melanggar kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi AS.
@MiddleEastEye@sahabatalaqsha
Video lain menunjukkan momen pertama setelah "Israel" membombardir gedung administrasi kamp pengungsi Ghaith di daerah Al-Mawasi, Khan Yunis, dekat tenda-tenda pengungsi.
@QudsNen@sahabatalaqsha
Seorang pemuda Palestina syahid akibat tembakan serdadu "Israel" di Jalan Al-Sikka di Syujaiya pada Sabtu (10-1-2026), di tengah meningkatnya agresi militer penjajah Zionis.
Setiap hari, "Israel" terus melakukan serangan di daerah tersebut.
@EyeonPalestine@sahabatalaqsha
Malam yang berat di Gaza. Keluarga-keluarga yang tinggal di tenda-tenda berjuang menghadapi hujan deras, angin kencang, dan udara yang sangat dingin.
@QudsNen@sahabatalaqsha
Penduduk Gaza tidak pernah merasakan ketenangan atau kenyamanan pada malam hari. Roket-roket penjajah yang telah merampas rumah mereka telah berhenti, tetapi penderitaan yang berat terus berlanjut setiap kali hujan turun.
@alqastalps@sahabatalaqsha
A baby died this morning in Gaza's displacement camps due to extreme cold, as severe weather continues to impact the war-torn region and reconstruction remains blocked by Israeli restrictions.