satu pelajaran besar yg gua dapet dari corona ini : BERSYUKUR
gapernah sebelum ini bersyukur karena jalanan macet, bersyukur krn harus ke kampus kelas pagi tiap hari, dan lain lain
Sosiologi UI.
Program Manager Demos Indonesia , lembaga riset demokrasi.
Koordinator proyek Bappenas sejak 2015 , dibayar APBN sampai sekarang.
Sambil masih PNS, Arie Putra bangun podcast Total Politik.
Narasumber yang hadir: Luhut Binsar Pandjaitan, Budi Arie Setiadi.
Lalu di depan publik, bilang dinasti politik itu "human right" dan "Asian value."
Jadi pertanyaannya: orang yang digaji rakyat, background-nya good governance dan riset demokrasi, podcastnya rutin disambangi para menteri paling berkuasa , kok yang paling nyaman membela konstitusi dibobol demi Gibran bisa maju cawapres?
Fun Fact :
1. Dulu yg dapet THR itu cuma PNS, tapi semenjak pekerja demo Pekerja swasta juga dapet THR
2. Dulu juga jam kerja 16 jam ++ tapi semenjak demo jadi 8 jam.
Macet mu yg dirasa sekarang bisa terkonversi jadi bahagia dan sejahteramu di masa depan.
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Indonesian President Prabowoโs $15B FREE school meals program is causing budget strain.
If that's not bad enough, it's been the source of food poisoning and corruption.
PRABOWO IS LOSING FISCAL CONTROL. THAT IS CREATING A CONFIDENCE PROBLEM AND A SINKING RUPIAH.
Inti perdebatan Fahri vs Feri:
Fahri (dalam istana):
- Prabowo punya niat baik, percaya dia akan berubah
- Demo boleh tapi jangan samakan dengan 1998
- Sistem demokrasi sudah lengkap, pakai jalur hukum saja
Feri (luar istana):
- Niat baik tidak cukup, yang dilihat adalah kebijakan nyata
- Situasi sekarang justru sedang menuju balik ke masa lalu
- Militer masuk ruang sipil, DPR tidak lagi independen
Titik paling beda pendapat:
Fahri: percaya presiden
Feri: percaya data dan fakta lapangan
Fahri: masuk istana untuk perbaiki dari dalam
Feri: di luar justru lebih bebas mengkritik
Keduanya sama-sama aktivis 98,
sama-sama bilang cinta Indonesia
tapi satu sudah nyaman di dalam kekuasaan,
satu masih gigih di luar.
Yang satu jaga image presiden,
yang satu jaga suara rakyat.
Yang menarik untuk didiskusikan:
Apakah aktivis yang masuk istana masih bisa kritis atau otomatis jadi pembela?
Media Inggris, BBC Sport, menyoroti standar ganda FIFA soal tuan rumah Piala Dunia.
"Indonesia, yang seharusnya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, dicopot hak tuan rumahnya setelah menyatakan bahwa Israel tidak akan diizinkan masuk.
Namun, ketika Amerika Serikat membuat keputusan serupa yang berdampak pada negara-negara peserta Piala Dunia, seperti Iran, FIFA menyatakan bahwa mereka tidak berdaya."
๐ @BBCSport
Ada yang ngespill surat pemecatan wowo dari TNI.
Salah satu alasannya:
"sering ke Luar Negeri tanpa ijin dari Kasab (Kepala Staf Angkatan Bersenjata) ataupun Pangab (Panglima Angkatan Bersenjata)"
Ohh pantes moment sih ini haha
16.000 AYAM MATI KARENA LISTRIK PLN PADAM,
SECARA UU BISA DITUNTUT !!!
Foto yang menyertai postingan itu lebih menyayat hati dari kata-kata manapun:
ribuan ayam broiler putih memenuhi lantai kandang, padat, siap panen dan kini terancam mati karena pemadaman listrik yang terjadi tanpa pemberitahuan.
BERAPA KERUGIANNYA? MARI HITUNG DENGAN JUJUR
16.000 ekor ayam broiler "siap panen" adalah frasa yang memiliki nilai ekonomi yang sangat konkret. Ayam yang sudah siap panen berarti sudah melewati masa pemeliharaan 28โ35 hari, sudah memakan pakan senilai ratusan juta rupiah, dan tinggal selangkah lagi dari keuntungan.
Dari sisi biaya produksi, harga DOC (Day Old Chick) atau anak ayam 1 hari berkisar Rp 7.000โ9.000 per ekor. Untuk 16.000 ekor:
sekitar Rp 112โ144 juta hanya untuk bibit. Biaya pakan selama 4โ5 minggu untuk ayam siap panen sekitar Rp 25.000โ30.000 per ekor, total sekitar Rp 400โ480 juta. Biaya operasional lain seperti vaksin, listrik, tenaga kerja, dan obat-obatan sekitar Rp 50โ80 juta.
Total biaya produksi yang sudah dikeluarkan: sekitar Rp 560โ700 juta.
Dari sisi nilai jual, harga ayam hidup siap panen berkisar Rp 22.000โ28.000 per kg, dengan berat rata-rata ayam broiler siap panen sekitar 1,8โ2 kg per ekor.
Nilai jual 16.000 ekor: sekitar Rp 633 juta hingga Rp 896 juta.
Potensi keuntungan yang hilang ditambah modal yang terancam hangus: total kerugian bisa mencapai Rp 600โ900 juta dalam satu siklus ini saja.
Dan ini baru satu peternak, di satu lokasi, di Aek Nabara, Labuhan Batu. Berapa banyak peternak lain yang mengalami hal serupa di enam provinsi yang terdampak blackout Sumatera malam itu?
KENAPA LISTRIK SANGAT KRITIS UNTUK PETERNAKAN AYAM?
Ini yang perlu dipahami publik: kandang ayam modern bukan sekadar gudang dengan ayam di dalamnya. Ini adalah sistem hidup yang sepenuhnya bergantung pada listrik.
Mesin overhead atau exhaust fan adalah sistem ventilasi yang menjaga sirkulasi udara di dalam kandang. Tanpa sirkulasi udara, dalam hitungan jam kandang bisa mencapai suhu 35โ40 derajat Celsius. Ayam broiler sangat sensitif terhadap panas โ mereka tidak berkeringat dan mengandalkan pernapasan untuk mengatur suhu tubuh. Ketika exhaust fan mati, ayam bisa mati massal akibat heat stress dalam waktu 2โ4 jam.
Selain exhaust fan, sistem pemberian pakan dan minum otomatis juga bergantung listrik. Pemanas untuk anak ayam kecil pun demikian. Semua lini kehidupan di dalam kandang modern terhubung ke satu sumber: PLN.
SECARA HUKUM, BISAKAH PLN DITUNTUT?
Ini pertanyaan yang paling penting dan jawabannya lebih kompleks dari yang terlihat.
Secara hukum perdata, PLN sebagai badan usaha milik negara yang menyediakan layanan publik memang dapat dimintai pertanggungjawaban atas kerugian yang ditimbulkan akibat kelalaiannya. Dasar hukumnya ada di beberapa titik.
Pertama, UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, khususnya Pasal 29 huruf b, yang menyatakan konsumen berhak mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang merugikan akibat kesalahan dan atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik.
Kedua, Pasal 1365 KUHPerdata yang mengatur perbuatan melawan hukum siapapun yang karena perbuatannya menimbulkan kerugian pada orang lain wajib memberikan ganti rugi.
Ketiga, UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999, yang mewajibkan pelaku usaha bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat layanan yang tidak sesuai standar.
Namun ada satu hambatan besar dalam praktiknya:
PLN selalu menyelipkan klausul force majeure atau keadaan kahar dalam perjanjian berlangganan.
Gangguan pada sistem transmisi, kerusakan peralatan akibat faktor teknis, atau kondisi di luar kendali PLN sering diklaim sebagai force majeure yang secara hukum membebaskan mereka dari kewajiban ganti rugi penuh.
Tapi force majeure tidak bisa diklaim sembarangan. Jika terbukti bahwa blackout Sumatera ini terjadi karena kelalaian manajemen