ASTAGA !!!!
GELAP DI SUMATERA,
PEMADAMAN BERGILIR DIJAWA
MATI TOTAL DI KALIMANTAN
YANG DILAKUKAN PEMERINTAH?
JUAL LISTRIK KE SINGAPURA?
LOGIKA APA INI?
WAHAI ANTEK-ANTEK ASING !!!
warga blak-blakan ga rela lagi bayar pajak ke pemerintah
"tahun ini saya ga bayar pajak. uangnya dialihkan iuran benerin jalan, saya belikan semen"
"nunggu dari pemerintah lama, udh rusak parah. inisiatif dari masyarakat, jadi bangun sendiri ajalah"
Lulus S3 dari Australia dan jadi dosen dengan gaji pokok hanya 2,6 juta rupiah.
Para menteri rangkap jabatan.
TNI dobel job.
Polisi juga dobel job.
Tenaga pendidik terpinggirkan.
Kelompok elite jarah tambang & penghidupan warga lokal
Kelompok menengah jarah uang publik liwat SPPG
Kelompok bawah jarah muatan orang kecelakaan
Polisi jadi centeng perilaku korupsi. Tentara sibuk mencelakai sipil. Pancasilais sekali :)
🇮🇩 Pajak buku di Indonesia : 12%
🇲🇾 Pajak buku di Malaysia : 0%
🇬🇧 Pajak buku di Inggris : 0%
🇮🇳 Pajak buku di India : 0%
Di mana bumi dipijak, di situ rakyat dipalak 🙏🏻
funfactnya adalah dr. Icha sudah melapor sejak 14 Juni. ke Badan Kehormatan DPRD, ke Dinkes TTU dan ke IDI.
semua jalur resmi sudah ditempuh. tapi yang membuat kasus ini akhirnya "bergerak cepat" bukan laporan itu, melainkan "kematiannya"
dinkes TTU memang sudah menyatakan keprihatinan sejak awal. tapi keprihatinan saja tidak menghentikan apa pun. tidak ada tindakan tegas dan konkret yang membuat dr. Icha merasa lebih aman untuk kembali bertugas.
RS Leona baru menemui Bupati untuk minta maaf, setelah dr. Icha meninggal dan kasusnya ramai di media, setelah izin operasionalnya terancam. bukan saat dokternya "masih hidup dan ketakutan" untuk kembali bekerja.
"dimana perlindungan RS terhadap dokternya??"
Golkar baru menugaskan pemanggilan kadernya hari ini. PKB baru berencana tabayun. Semua "akan", dan "baru menugaskan", serta baru "berencana".
kata- kata kerja masa depan, padahal kasusnya sudah berlangsung dua minggu sebelum dr. Icha menghadap yang kuasa.
sungguh miris "kepedulian itu baru muncul" setelah ada yang harus meninggal lebih dulu.
"apakah harus ada nyawa melayang dulu baru peduli?"
Ini pola yang lazim dan sering kita lihat di negeri ini. Institusi bergerak cepat untuk pemulihan citra, tetapi lambat untuk pencegahan.
surat keprihatinan dikirim cepat. izin RS dibekukan cepat. tapi perlindungan nyata, yang seharusnya hadir SEBELUM seseorang putus asa, "datang terlambat."
dr. Icha sudah melakukan semua yang seharusnya. Melapor lewat jalur resmi, mengikuti SOP, mencari pendapat dari yang lebih ahli, berusaha bertahan. sistem yang gagal menjaganya bahkan di tengah ia berusaha menjaga dirinya sendiri. beliau menjadi korban.
RS gagal melindungi karyawannya, dinkes gagal melindungi tenaga kesehatannya, IDI gagal melindungi anggotanya, badan kehormatan DPRD gagal membina anggotanya. MIRIS