Pernah ada anak tantrum di pesawat, ibunya duduk dkt gue. Gue cukup dewasa utk mengerti kalo org tuanya juga frustasi, yg paling gamau anaknya tantrum ya ortunya lah, tau gak apa yg bisa lo lakukan? Segampang pasang earphones lo & dengerin tu spotify yg udh lo bayar tiap bulan.
Salah satu rule teknik terapi bernama DBT berkata "Setiap orang sudah melakukan yang terbaik yang mereka bisa, menurut sumber dayanya pada saat itu". Rule ini semakin lama semakin terasa benar di saya.
Apapun keputusanmu dulu, itu yang terbaik yang kamu lakukan di masa tersebut
Sejak utas tentang hamil di luar nikah viral, puluhan pesan masuk ke DM saya. Banyak kasus KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) yg disebabkan oleh that fucking FWB-FWB-an atau cuddling taik kucing.
Jadi untuk adik-adik, terutama perempuan, Teteh punya nasihat buat kamu:
Sudah beberapa kali ketemu pasien balita yang awalnya oke2 saja perkembangannya, tiba-tiba begitu ketemu dengan gadget, perkembangannya melambat, bahkan mandeg, gak bisa ngomong, gak mau main sama yang lain, bahkan tantrum. Kenapa gitu? ~a thread~
mulai besok kantor WFO 75% WFH 25%, mungkin siap2 menuju full WFO. mau nulis pengalaman selama setahun plus minusnya work from home. dan sebagai pengingat aja kalo pernah ngalamin pandemi dan kerja dr rumah, juga bedanya dulu kerja sebelum dan setelah pandemi.
Kesalahan Tersering Orang Tua ketika mengajar Anak Berjalan..
“Nursemaid’s Elbow”
~Thread~
Bingung tiba2 si kecil ko nangis, sambil ngusap2 siku nya..
Mungkin dia terkena ini..
Baik relasi orang tua-anak, maupun relasi suami-istri, relasi pasangan...
Semakin setiap pihak bertanggung jawab atas kebahagiaannya sendiri, atas hidupnya sendiri... relasinya akan semakin sehat.
Kalau semakin “bahagiaku adalah tanggung jawabmu!”, semakin berisiko gawat.