at least, kalau kita gapunya siapa siapa yang bisa nemenin disaat kita sendiri, kita harus jadi orang baik itu dan nemenin orang yang butuh kita, biar mereka gak ngerasa sendiri seperti yang kita rasain
tapi di sisi lain, aku memikirkan jika hal ini dilakukan berdua dengan pasangan, momentnya akan nambah gak sih?
rasa hangat, rasa dilindungi, rasa di dengarkan.
tapi mungkin sekarang belum waktunya, suatu saat pasti akan ada waktunya
tapi aku tau satu hal, aku pengen benar benar hidup di setiap menitnya. mungkin itu juga kenapa aku nyaman sendiri. karena disana, semuanya tetap utuh milikku. tanpa distraksi, tanpa salah paham, tanpa penilaian, hanya ada aku dan rasa yang jujur. dan disitu, aku menemukan tenang
karena sekarang sibuknya udah beda, bukan lagi sibuk ngejar cinta, tapi sibuk mengejar wishlist : rumah, mobil, travelling dan kebebasan finansial, demi menciptakan keluarga cemara itu
at the end of the day, kayaknya target gua cuma mau bahagiain orang tua, dan pergi ke kota atau negara yang belum pernah gua kunjungin. gua sadar, gua enggak bakat di urusan cinta-cintaan, capek banget. kalau nantinya gua gapunya istri dan anak, kayanya hidup gua juga gapapa deh
terimakasih itu gak ada di mata pelajaran tingkat studi manapun, tapi seenggaknya belajar sendiri biar ngerti caranya gimana. biar gak nyakitin orang, biar lebih manusiawi
someday, ada hal yang harus dilepaskan demi hal lain. karena tidak semua bisa digenggam bersamaan. kadang di titik seperti ini kita diuji bagaimana menentukan prioritas dan bagaimana mendahulukan hal yang lebih pantas