TPP PNS PROVINSI DI JAWA
Tunjangan Pegawai
di K/L = Tunjangan Kinerja (Tukin)
di Pemda = TPP
Tukin ditetapkan berdasar Perpres, sehingga jarang diperbaharui.
TPP ditetapkan berdasar Pergub, sehingga sering di-update, bahkan ada yg hampir tiap tahun, walau tidak setiap tahun ada tabel nilainya.
TPP di setiap Pemerintah Daerah berbeda.
- Basic TPP berbeda
- Faktor pengali berbeda
- Cara penetapan berbeda
- Setiap uker/dinas/bidang/Biro berbeda
Ada yang:
- TPP Pelaksana dan fungsional berbeda
- TPP Keterampilan dan Keahlian berbeda
- TPP Jabatan tertentu berbeda
- TPP Pejabat berbeda, walau kelas sama
- TPP golongan berbeda, walau kelas sama
- Dipisah berdasar beban kerja, kondisi kerja, tempat bertugas
Yang kami tampilkan adalah yang basic, tanpa pengaruh hal-hal diatas, tanpa potongan (jika ada).
Data pada tabel diambil dari Pergub/Kepgub yang menampilkan Tabel Nominal TPP (karena banyak Pergub terbaru yang merupakan Pergub perubahan dari Pergub sebelumnya, tapi tidak menampilkan tabel nominal TPP)
Banten no56/2021
DKI no69/2022
Jabar no10/2022
DIY no21/KEP/2023
Jateng no43/2022
Jatim no100.3.3.1/121/013/2025
Walau hampir semuanya berbeda antara Tukin dan TPP, namun ada hal yang sama, yaitu penetapan kelas serta jenjang karir.
Jenjang Karir Jabatan Fungsional (JF) Ahli Pertama dimulai dari kelas 7:
Kelas 07 : Keahlian Pertama
Kelas 08 : Keahlian Muda
Kelas 09 : Keahlian Madya
Kelas 10 : Keahlian Utama
Jenjang Karir Jabatan Fungsional (JF) Terampil dimulai dari kelas 6 :
Kelas 06 : Keterampilan Pemula
Kelas 07 : Keterampilan Terampil
Kelas 07 : Keterampilan Mahir
Kelas 07 : Keterampilan Penyelia
Sementara Jabatan Pelaksana (JP) tidak memiliki jenjang Karir seperti Jabatan Fungsional:
Kelas 04 : Pelayan Terampil
Kelas 04 : Pelayan Ahli
Kelas 05 : Operasional Terampil
Kelas 05 : Operasional Ahli
Kelas 06 : Administrasi Terampil
Kelas 06 : Administrasi Ahli
Kelas 07 : Teknis Terampil
Kelas 07 : Teknis Ahli
TPP tersebut digabung dengan sumber penghasilan PNS lainnya, yaitu
1. Gaji Pokok
2. Tunjangan Keluarga
3. Tunjangan Beras
4. Uang Makan
5. Tunjangan lainnya
Gaji Pokok
PP no5 tahun 2024, masa kerja 0 :
Lulusan S1 : IIIa = Rp2.785.700
Lulusan D4 : IIIa = Rp2.785.700
Lulusan D3 : IIc = Rp2.485.900
Lulusan SMA : IIa = Rp2.184.000
Kenaikan gaji berkala setiap 2 tahun.
Tunjangan Keluarga (untuk yang sudah menikah)
- Tunjangan Suami/Istri : 10% dari Gaji Pokok
- Tunjangan Anak : (max 2) 2% dari Gaji Pokok
Tunjangan Beras
10kg beras/jiwa
Maksimal : si PNS + Pasangannya + 2 anak
Diberikan dalam bentuk uang
Uang Makan
Rp37.000/hari kerja – PPh 5%
Menurut kamu, cukup ga penghasilan segitu untuk memenuhi kebutuhan hidup kamu sebulan?
Kalau cukup, apa alasan kamu untuk tidak ikut daftar CPNS?
Apakah kamu merasa terlambat kalau mau belajar sekarang?
Jangan khawatir, karena jika pengumuman CPNS 2026 pada bulan Juni (seperti perkataan Plt Direktur Perencanaan ASN BKN RI tanggal 17/04/2026 yg lalu), maka test SKD masih 2 bulan setelah pengumuman, yg artinya kamu masih ada waktu sekitar 3 bulan untuk belajar.
Nah, untuk kamu yg belum mulai belajar,
dan bingung mau mulai dari mana,
atau penasaran bagaimana soal CPNS
maka kamu harus ke https://t.co/HG9uJmAX7s
karena belajar pemetaan pola soal disitu bisa buat kamu ngerjakan 110 soal SKD CPNS, dari platform apapun, dalam 45-50 menit.
Itu telah menjadi solusi bagi ratusan followers kami di X yg bisa lulus CPNS 2024 tanpa harus bayar tryout yang seharga ratusan ribu hingga jutaan.
Hal ini berlaku juga untuk kamu yg sudah mulai belajar,
tapi merasa belajar kamu ga berkembang,
atau nilai kamu belum sesuai harapan,
atau stuck belum bisa ngerjakan 110 soal SKD <90 menit
Menurut Purbaya (sambil cengengesan): daya tahan bagus buat yang real pemain & punya duit, yg jelek2in adalah yg ga punya duit. Sebuah pernyataan yg 1) classist dan dismissive; dan 2) sounds economically illiterate for someone of his position yg hobi flexing PhD econ nya.
Dini hari ini, temanku Andrie Yunus disiram air keras ketika sedang mengendarai motor. Dia mengalami luka yang cukup parah.
Andrie adalah pemberani yang terus melawan kejahatan HAM, militerisme dan ketidakadilan. Dia tidak pernah bisa dibungkam.
Mengerikan sekali negara ini.
Hanya bertanya, sebenarnya Mas @ainunnajib ada masalah apa dengan Muhammadiyah, ya?
Aku bukan warga Muhammadiyah, bukan juga warga NU.
Tapi melihat QRT Mas Ainun pagi ini melaga-laga sesama ormas Islam antara NU dan MU, ini benar-benar enggak masuk akal.
Kalau saat ini banyak netizen yang menyerang NU, harusnya NU atau Mas Ainun sendiri evaluasi dan merenung lebih dalam, kenapa banyak yang hate comment ke NU dan kenapa banyak yang tidak suka dengan NU?
Analisis sederhanaku, terlalu banyak oknum di NU yang berlebihan sampai-sampai membuat malu nama NU itu sendiri.
Tak perlu kita cari contohnya jauh-jauh, sesederhana sikap Mas Ainun di Twitter/X saja dari kemarin penentuan awal puasa misalnya sampai pagi ini perihal korupsi Kementerian Agama yang jelas-jelas pimpinannya diiisi orang NU.
Berhentilah menyalah-nyalahkan pihak luar kalau masalahnya ada di dalam, Mas.
Tak elok rasanya.
Lagian, pimpinan Kementerian Agama juga selalu diisi oleh orang NU. Kalau diisi orang Muhammadiyah, sudah pasti Muhammadiyah yang akan dihujat habis-habisan.
Wajar itu, Mas. Namanya juga rakyat marah.
Enggak ada kaitannya mau menjatuhkan NU, dll.
Karena, NU itu jadi buruk karena kelakuan warganya sendiri.
Jadi, sebelum menyalah-nyalahkan pihak luar, lebih baik benahi dulu internalnya, termasuk pola pikir Mas Ainun dalam topik ini.
Sadarkah kalian kalau program MBG ini dampaknya 3 kali lebih besar sehingga hidup rakyat kelas bawah semakin susah?
1. Rp335 triliun pertahun dari uang pajak kita dipakai untuk program ini.
Akibatnya?
Pos penting lain kekurangan dana.
Alokasi untuk membangun jalan, perbaikan sekolah, rumah sakit, menaikkan gaji guru, dan lain-lain yang seharusnya prioritas menjadi terkesampingkan.
2. Dari data yang ada, MBG menjadi kontribusi penyebabnya defisit anggaran, utang negara tambah banyak, bunga utang membengkak, dan ruang fiskal negara menyempit.
Akibatnya?
Negara nggak punya "cadangan" lagi buat bantu rakyat karena fokus untuk menutupi defisit.
3. Kebijakan terpaksa harus diambil untuk menutup defisit anggaran, seperti: menaikkan PPN, memotong subsidi BBM/listrik, mengurangi bansos lain.
Akibatnya?
Harga bahan pokok semakin mahal. Beras, minyak goreng, bensin naik, tagihan listrik melonjak, daya beli rakyat biasa langsung semakin tertekan.
Baru jalan 1 tahun saja dampaknya sudah sangat terasa bagi masyarakat kelas bawah, bayangkan bagaimana 3-4 tahun ke depan.
Sudah saatnya pemerintah meninjau ulang MBG supaya benar-benar hemat dan bermanfaat sehingga tidak semakin membebani masyarakat kelas bawah.
HP Android lo bukan lemot karena tua dan udah waktunya diganti.
Samsung, Xiaomi, Oppo, mereka install 30+ app sampah dari pabrik. Gak bisa di-delete.
Jalan terus di belakang. Makan RAM. Makan baterai.
Lo pikir HP lo udah waktunya ganti. Padahal belum.
Gue bikin Redmi Note 10 yang udah 3 tahun kerasa kayak baru lagi pake cara simpel ini:
Gak percaya?
Kita pakai pembuktian sederhana aja buat seru2an.
List nama sekolah negeri dan swasta, kita acak random—ambil masing-masing satu. Lalu tanya standar gaji gurunya...
Saya berani pasang "taruhan" besar, gaji guru di negeri masih worth it secara umum.
Kalau digabungin chartnya kira-kira seperti ini:
- yg masuk kategori 5% terkaya di Indonesia masih masuk ke kategori pendapatan rendah di Malaysia
- Malaysia memiliki distribusi pendapatan yg lebih merata
Karena aku baca koran (hampir) tiap hari, aku jadi tahu para statistician BPS itu juga mengkritisi penerjemahan data mereka.
Misalnya ini:
➡️ Ketahanan pangan nggak bisa diukur HANYA dari naiknya produksi pangan atau nggak adanya impor
➡️ Angka pengangguran turun bukan artinya terserap ke sektor ‘aman’, justru banyak pekerja informal yg nggak terlindungi haknya
Mirip kayak dua buku ini:
1️⃣ How to Lie with Statistics: teknik manipulasi angka, grafik, dan data untuk memenangkan argumen atau menyesatkan publik tanpa perlu “bohong”
2️⃣ The Tiger that Isn’t: melatih common sense untuk mengenali manipulasi data
KALAU LU BINGUNG DENGAN APA YANG SEBENARNYA SEDANG TERJADI, GINI CERITANYA.
Federal Reserve + Bank of Japan berpotensi melakukan intervensi bersama. Artinya sederhana: The Fed menjual USD untuk membeli JPY (yen Jepang). Tujuannya ada dua:
→ Menghentikan pelemahan yen
→ Mengurangi stres di pasar global
Ini kejadian langka, dan biasanya cuma dilakukan saat risiko sistemik sudah besar.
KENAPA CASE INI PENTING BUAT LU TAHU?
Karena ada yang disebut yen carry trade, dan Jepang punya suku bunga super rendah.
Praktiknya seperti ini: investor meminjam yen dengan bunga rendah, menukarnya ke USD, lalu membeli saham, crypto, dan risk asset. Selama bunga stabil dan yen tidak menguat tajam, strategi ini aman.
Masalah muncul saat kondisi berubah. Kalau bunga pinjaman naik atau yen menguat terlalu cepat, utang yen otomatis jadi lebih mahal. Di titik ini, investor dipaksa menjual aset untuk melunasi pinjaman.
Crypto dijual bukan karena fundamentalnya jelek, tapi karena investor butuh cash sekarang juga.
Di fase ini biasanya kita melihat:
→ BTC dump cepat
→ Altcoin dump lebih dalam
→ Likuidasi besar-besaran terjadi
Analoginya sederhana: bukan karena orang benci crypto, tapi karena harus bayar utang sekarang juga.
Menurut gua, case ini juga bisa signal bullish jangka panjang.
Kalau The Fed benar-benar ikut intervensi, mereka kemungkinan akan mencetak dolar dan mendistribusikannya ke market. Dampaknya, likuiditas global meningkat, tetapi nilai USD cenderung melemah. Saat USD melemah, investor biasanya mulai mencari penyimpan nilai di luar fiat, seperti:
→ Gold
→ Commodities
→ Emerging markets
→ Crypto
Kenapa crypto punya setup unik di posisi ini? Karena banyak aset tradisional sudah naik lebih dulu, sementara crypto, terutama Bitcoin belum sepenuhnya melakukan repricing terhadap kondisi makro ini. Kalau likuiditas global benar-benar masuk, crypto terutama Bitcoin bisa jadi late mover tapi fast mover.
Bagaimana opini lu?
Ada lembaga penelitian mengatakan, bahwa kehadiran kecerdasan buatan/ AI tidak akan menghapus kemampuan dasar manusia, melainkan menggeser cara kemampuan tersebut diterapkan.
Keterampilan interpersonal dan kognitif tingkat tinggi seperti negosiasi, penyelesaian masalah, dan kepemimpinan justru tdk akan tergerus, malah makin komplit.
Dalam ekosistem kerja masa depan, manusia tidak lagi bekerja sendirian, kedepan akan berkolaborasi dengan partner cerdas berupa AI, yang mana kemampuan manusia berfungsi sebagai pengambil keputusan stratehis dari data / saran yang disajikan oleh AI.
negosiasi gaji, milih jurusan kuliah, milih lokasi kuliah, milih caleg waktu pemilu, bahkan milih lokasi jualan capucino cincau pun bisa lebih efektif dg didampingi AI.
Berdasarkan Skill Change Index dari McKinsey, terlihat adanya pemetaan jelas mengenai keterampilan mana yg paling rentan dan paling tahan terhadap otomatisasi dalam lima tahun ke depan.
Keterampilan yang bersifat teknis rutin dan administratif cenderung lebih terpapar risiko otomatisasi, sementara keterampilan yang mengandalkan empati, kreativitas, dan penilaian kompleks akan tetap menjadi aset utama.
@PNS_Ababil di kantor sih, bakal banyak terdampak. terus samsat, bappeda, dst.
Tantangan bagi tenaga kerja saat ini adalah beradaptasi untuk menggunakan AI sebagai alat penunjang guna memperkuat nilai unik manusia di dunia profesional.
dari gambar ini, guru dan dosen kira-kira tergusur AI atau tidak?
kalau wapres?
Hari ini rasanya epik :
- Japan bond meltdown
- Lalu ada pidato PM Kanada yg begitu luar biasa. Intinya deklarasi perlawanan total pd hegemoni amerika.
Dua event diatas berasa black swan. So shocking.
Dan terjadi di hari yg sama. Hari ini benar2 amat bersejarah.
Ini bukan memecoin.
Ini bukan emas.
Ini bukan harga beras.
Ini adalah chart imbal hasil obligasi 10-tahun milik pemerintah Jepang.
Apa artinya? Sini gw jelasin.
Dari dulu, Jepang dikenal sebagai sumber "uang murah". Karena, suku bunga mereka yang begitu rendah, yang tercermin dari bond yield juga rendah, membuat pinjaman hutang menjadi sangat murah.
Sehingga, karena untuk berhutang ke Jepang itu sangat murah, semakin banyak pihak yang ingin meminjam dari negara mereka. Akhirnya, semakin banyak uang atau likuiditas di perekonomian.
Sekarang, dengan bond yield berada di level tertinggi dalam 20 tahun terakhir, ini menandakan bahwa borrowing cost dari Jepang sudah tidak semurah itu.
Sehingga, semakin sedikit orang yang mau meminjam dan semakin dikit juga likuiditas global.
Oleh karena itu, naiknya bond yield 10-tahun pemerintah Jepang ini bukan tanda biasa.
Melainkan, tanda perubahan struktural di perekonomian global yang membuat likuiditas mengering.
Naiknya yield obligasi Jepang adalah salah satu peristiwa penting yang bisa menyebabkan "kiamat finansial" di seluruh dunia
Di global market, selama ini banyak investor yang make gameplay "Yen Carry Trade" alias orang minjem duit di Jepang (Yen) buat beli aset-aset di negara lain karena bunganya hampir 0% (akibat Bank of Japan (BOJ) melakukan yield control dengan beli secara masif obligasi pemerintah Jepang/QE)
Kalo yield yang awalnya hampir 0% kemudian melonjak menjadi 3,87%, dampaknya luar biasa besar:
Karena banyak investor yang minjem di Jepang dengan 0% buat beli aset, kemudian tbtb melonjak jadi 3,87%, maka pada harus cepet2 jual aset buat lunasin utang di Jepang yang bunganya akan melonjak
Kemudian karena pada jual aset (misal saham, BTC, dsb), maka harga aset2 tsb bisa jatoh - dan praktis likuiditas global berkurang banyak
Saking pentingnya Jepang, pada waktu 2013 ketika terjadi "taper tantrum" (likuditas global kesedot) akibat The Fed mau menghentikan Quantitative Easing pasca Krisis Keuangan Global 2008, technically malah Jepang yang nopang likuditas global karena BOJ melakukan QQE (Quantitative and Qualitative Easing) yang mompa likuiditas global, salah satunya dengan carry trade
Apakah The Fed yang dulu ditopang BOJ sekarang bisa gantian nopang likuditas global? Mari kita lihat
BREAKING: MIT just completed the first brain scan study of ChatGPT users & the results are terrifying.
Turns out, AI isn't making us more productive. It's making us cognitively bankrupt.
Here's what 4 months of data revealed:
(hint: we've been measuring productivity all wrong)
Belanja Negara APBN 2025 terealisasi Rp3.451,4 T atau 95,3% dari rencana APBN yang Rp3.621,3 T. Persentase terendah 5 tahun, namun tetap nilai tertinggi selama ini. Upaya efisiensi yang dinarasikan belum maksimal, lebih realokatif. Efektivitas mendorong ekonomi belum terbukti.
Berikut artikel saya di Kompas, 14 Januari 2026, “ APBN 2026 Berlari di Ruang Sempit”. Kerja keras Kemenkeu patut diapresiasi. Namun persoalan sesungguhnya justru menunggu di 2026. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi tantangan ini?
https://t.co/wTJqSBRYEr