Gue pernah lagi sharing perihal saham dengan rekan kerja A. Tiba-tiba, ada rekan kerja B nyeletuk,
"Bukannya saham itu haram ya kaya judi?"
Busyet! Gue Kaget!
Dari manakah pengertian perihal saham yang di dapat olehnya?
Btw, kemaren si B gak masuk gegara all in Argentina 😆
Sebagai sales gue sering suudzon sama customer.
Kalo ada customer beli barang mahal tanpa ba bi bu, isi kepala gue langsung:
"Habis korupsi apa nih orang?!"
Nycta Gina di postingan terbaru Threads-nya,
"Gara2 kebanyakan baca berita, jadi bertanya-tanya apa masih ada orang Indo yg super kaya raya tajir melintir crazy rich tapi dengan cara yg HALAL??🤔"
Kerja di tempat baru, gue udah mulai gak suka sama HRDnya.
Gak lama dia resign.
Lalu, ada staf lain juga yang gue gak sreg.
Sekarang orangnya udah ngajuin resign.
Nah, ada satu lagi nih senior yg gue gak suka. Kalo sampe dia juga ikutan resign. Fix gue punya kekuatan super nih 😭
PERNAH MIKIR NGGAK , KENAPA AMERIKA UTANGNYA TEMBUS RATUSAN RIBU TRILIUN RUPIAH , TAPI NEGARANYA NGGAK BANGKRUT-BANGKRUT? JAWABANYA BUKAN KARENA MEREKA PINTAR BISNIS, TAPI KARNA SATU SISTEM LICIK BERNAMA ......
1. Awal Mula Skema (The Origin Story)
Balik ke tahun 1974. Waktu itu Dolar AS lagi loyo karena udah nggak di-back up sama emas murni. Terus, otak geopolitik AS, Henry Kissinger, dateng ke Arab Saudi bawa deal yang nggak mungkin ditolak. Ini adalah barter Security for Currency. AS ngasih jaminan keamanan militer absolut buat keluarga Kerajaan Saudi. Syaratnya cuma satu: Arab Saudi (dan pelan-pelan seluruh OPEC) hanya boleh jual minyak pakai mata uang Dolar AS (USD). Deal done.
2. Permintaan Buatan (The Synthetic Demand)
Nah, di sini jeniusnya. Bayangin, seluruh negara di bumi ini butuh minyak, kan? Buat nyalain pabrik, ngisi bensin tank, sampai logistik makanan. Karena belinya wajib pakai Dolar, mau nggak mau semua negara harus nyari Dolar. Ini namanya Synthetic Demand (permintaan buatan). Amerika cukup modal mesin cetak buat nge-print kertas hijau, sementara negara lain (termasuk kita) harus nukerin keringat, sumber daya alam, dan barang manufaktur demi dapetin kertas hijau itu
3. Duitnya Muter Balik (Petrodollar Recycling)
Terus, triliunan Dolar yang diterima Arab Saudi dari jualan minyak lari ke mana? Ditaruh di bawah kasur? Jelas nggak. Uang itu wajib "diputer balik" ke Wall Street buat beli surat utang Amerika (US Treasuries). Plot twist-nya: Secara nggak sadar, seluruh negara di dunia yang beli minyak pakai Dolar, lagi patungan nombokin defisit anggaran Amerika dan nyeponsorin militer mereka. Gila, kan?
4. Dolar Dijadikan Senjata (Weaponization of Currency)
Ini bagian paling dark-nya, karena semua transaksi Dolar harus lewat sistem clearing bank AS atau SWIFT, Amerika punya akses "tombol mati" buat negara mana pun. Dalam geopolitik, ini disebut Weaponized Interdependence. Kalau ada negara yang berani ngelawan agenda Washington, AS tinggal pencet tombol sanksi. Akses mereka ke Dolar ditutup. Dalam semalam, negara itu nggak bisa ekspor-impor dan ekonominya mati kelaparan. Ini senjata pemusnah massal tanpa perlu buang rudal.