SAVE INI. 🥺🤍
Kalau kamu lagi punya hajat besar, lagi ngejar sesuatu, atau cuma pengen hidup terasa lebih dekat sama Allah… mungkin ini bisa jadi salah satu rutinitas yang kamu coba.
“Jalur langit” yang selama ini aku amalin:
🌙 Tahajud 4 rakaat → Ratib Al-Haddad
🌅 Subuh → sunnah 2 rakaat + Al-Waqi'ah
☀️ Dhuha 4 rakaat
🕌 Dzuhur → Yasin
🌤️ Ashar → Al-Waqi'ah + Al-Insyirah
🌇 Maghrib → Surah Yunus
🌙 Isya → Al-Mulk + Al-Baqarah 285–286
Nggak harus langsung sempurna. Pelan-pelan, yang penting istiqamah.
Semoga Allah bukakan jalan dari arah yang nggak pernah kita sangka. Aamiin 🤍✨
carilah yang sama-sama butuh
setiap hari, yang mengabari tanpa diminta, yang menghubungi lebih dulu tanpa harus di chat lebih awal terus.
biar kamu tau rasanya dimiliki dan disayangi.
afirmasi positif :
mulai detik ini banyak hal baik datang kepadaku. aku sehat, aku hebat, aku bahagia, aku berharga, aku beruntung. rezeki datang dari segala arah. aku dikelilingi orang-orang baik yang tulus menyayangiku.
Seporsi adab :
Jangan pernah talk shit atau ngejelek-jelekin orang yang rezekinya atau duitnya pernah lo nikmatin. Sumpah, it’s just not cool and gak pantes banget.
Mau gimanapun hubungan lo sama dia sekarang, minimal respect sama kebaikan yang pernah dia kasih dulu. Punya adab dikit lah, jangan kayak lupa daratan gitu.
dicintai itu emang penting, tapi diusahakan, dimengerti, dan dijaga mentalnya itu jauh lebih penting. karena banyak orang bisa bilang sayang, tapi ga semua orang benar benar tahu cara memahami, menjaga perasaan, dan bikin pasangannya merasa tenang.
Kalau seisi dunia membuatmu berada di posisi paling sesak, tenanglah. Sebab selama Allah masih menjadi penolongmu, siapa lagi yang mampu mengalahkanmu? 🥺🤍
The saddest type of trauma tuh bukan cuma pas disakitin, tapi pas lo akhirnya ketemu yang genuinely baik banget, tapi otak lo malah standby di mode fight or flight.
Asli, it’s giving hypervigilance. Karena udah terlalu terbiasa sama chaos dan bare minimum, pas dikasih healthy love dan di-treat dengan bener, lo bukannya tenang tapi malah waiting for the other shoe to drop. Otak lo sibuk nyari: "Ini red flag-nya ngumpet di mana ya? Kok dia baik banget, ada maunya ga ya?"
sebelum bikin list panjang soal pasangan ideal yang emotionally mature dan punya good communication skills, coba tanya ke diri sendiri 'aku udah jadi sosok yang kayak gitu juga belum buat orang lain?' attract what you are.
semua orang keliatannya fine. tapi once u sit n talk, kamu bakal sadar, banyak yang sebenernya lagi struggle. senyumnya manis, fotonya bagus, tapi dalemnya penuh akan sesuatu yang gapernah bisa di ceritain.
we're all just trying to look okay while figuring out how to survive.
Tadi ini aku ketemu bapak penjual kopi.
Beliau bilang,
"Rezeki nggak harus ramai, yang penting cukup."
Entah kenapa,
kalimat sesederhana itu bikin hariku lebih tenang.
gue lebih suka relationship yang rasanya kaya rumah, di mana kita bisa jadi patner buat grow, ketawa bareng, saling usil, cerita hal-hal random, dan saling dijadiin tempat pulang satu sm lain. Menurut gue, hubungan yang paling enak itu pas kita bisa jadi diri sendiri tanpa takut dihakimi.