The most suitable career for _(Username)_ is Officer of the Fatui Armory Palace.
Participate in the test to receive Primogems ×160 and a chance to win Intertwined Fate ×10. You can participate multiple times. #SnezhnayaCareerTest@GenshinImpact
https://t.co/qj2OYaIvMQ
misandri sama menjijikkannya dengan misogini. nothing justifies violence or killing in relationship conflicts. be careful with poisonous mindsets, especially for young girls
'Naruto Ultimate Ninja Storm' Creators CyberConnect2 are RUMORED to Announce a NEW Jujutsu Kaisen Game on February 16th, 2026 for their 30th Anniversary.
@ultrainsthink Yang satu hidup di mode survival dan dikonfirmasi punya keterbelakangan mental.
Yang satu punya kuasa dan kesempatan cari info sebelum bertindak.
Nope, they're not the same.
@ayaayazz05@m00ncherry Untuk semua yang baca ini, i will give my 600 RIBU RUPIAH CV from her for free. Isinya tinggal diganti sesuai keinginanmu. I dont wanna make that bitch any richer. Just DM me.
Gw paling benciiii lihat para middle class di twitter mengutuk orang yang ga mampu, mana pake kata ‘mereka’.
Ada twit tentang orang miskin banyak anak. Terus ada mahasiswi kontol dari muka/postingannya aja ga kelihatan orang settle apalagi mampu, nge twit:
‘Gini ya guys, mereka tuh punya anak karna hiburan satu-satunya bagi mereka tuh ya cuman sex’.
Lah anjing.
1. Kalau ga ngasih solusi dan cuman hujat orang ga mampu mending you stfu
2. LU SIAPAA ANJINGG, KITA SEMUA HIDUP HAMPIR PAYCHECK-TO-PAYCHECK, nganggur 2-3 bulan aja jatuh miskin lu anjing
3. Ini semua sistemik. Ga usah merasa si paling kaya.
4. Mending kalau elu komen begitu karna sesama orang yang pernah merasakan lahir di keluarga begitu, lah ini dengan elu pake kata ‘mereka’ terus ‘hiburan mereka cuman sex’ artinya lu yg begoo anjing, lu bego dan norak, illiterate, mencoba memisahkan kelas, kalau lu dan mereka itu beda, mana ga solutif, cuman hujat TOLOL
“orang miskin dilarang beranak”
eh kontol, emang itu buruh-buruh yang produksi barang-barang yang lu pake sehari-hari kebanyakan dari kelas apa gua tanya? orang miskin nih beranak pinak endingnya juga lu sedot tenaganya iya gak?
Fyi aja, populasi dunia ada 8,3 miliar manusia dengan perjuangan yg beda2. Banyak yg terlalu sibuk bertahan hidup sampe ga sempet ngikutin isu2 terkini. Kalo semisal ketemu org yg ga tahu apa2, cukup beri tahu aja, ga perlu ngehujat. Edukasi itu merangkul, bukan memukul.
Grafik yg menarik.
High math x high social = gaji gede
Low math x high social = gaji gede juga
High math x low social = stagnan
Low math x low social = nyungsep
32 tahun Soeharto berkuasa adalah momen penuh kesia-sian. Entah Park Chung-hee, Pinochet, dan Soeharto. Ketiganya menciptakan stabilitas kekuasaan dgn membunuh. Bedanya, Chili dan Korsel berhasil menerjemahkan otoritarianisme menjadi industralisasi & lompatan ekonomi.
Indonesia memiliki momen stabilitas yg panjang selama Orde Baru, tapi itu gak serta melahirkan transformasi ekonomi struktural yang serius.
Energi doi lebih banyak dihabiskan buat ngurusin rengekan anaknya, bagi-bagi kue dgn kroni, bukan ngebangun basis industri nasional yg berkelanjutan.
Padahal Park Chung-hee, Pinochet, dan Harto tuh ampir sama: Anti kelompok progresif, melakukan serangkain pembunuhan selama berkuasa, akrab dengan Amerika, menerima bantuan ekonomi dari Barat, dan yang paling penting sama-sama diktator militer yang brutal.
Tapi hasilnya kontras, Chili jadi salah satu negara terkaya di Amerika Latin. Korea Selatan jadi raksasa ekonomi Asia. Dan Indonesia masih kejebak dalam kasus keracunan makanan siang sekolah 😐
Ya hasilnya Indonesia ga jadi apa-apa
Jika ini bukan “kediktatoran yang sia-sia”, lalu istilah apa yang lebih tepat?
Orang Tiongkok kerja 9-9-6 bukan karena kapitalisme, tapi karena prinsip 吃苦 (eat bitterness).
Lebih baik hidup susah daripada harga diri dipermalukan oleh bangsa luar seperti, *uhuk*, Amerika Serikat, *uhuk*.
Lihat Eropa yang mendewakan work-life balance. Mereka jadi museum. Jadi tempat main turis Amerika. Industri terbesar Eropa adalah tas/sepatu mewah. Greenland bakal dicaplok AS.
Tidak mau hidup susah, yah, siap-siap di-bully musuh luar.
Kita tidak hidup di dunia di mana kita berpegangan tangan dan menyanyikan Kumbaya atau We are the World-nya Michael Jackson.
We live in the world where the strong do what they can and the weak suffer what they must.
Kegagalan besar Indonesia sejak merdeka adalah kegagalan menciptakan Golongan Abu ⚪, yaitu kelas pengusaha non-crony.
Dengan kata lain, pengusaha yang kaya lewat inovasi, bukan koneksi.
Mana BYD, Samsung, Bayraktar kita?
Oligarki kita maunya lewat jalur kuning 🟡. Tidak ada yang mau lewat jalur abu yang lebih susah.
Padahal, kedua golongan ini harusnya dipisah. Selama tidak dipisah, Indonesia akan selamanya menjadi negara preman yang penguasa-penguasanya hanya mampu merampok dan memalak.
Padahal, hanya lewat jalur abu-lah perusahaan Indonesia bisa berkompetisi di pasar domestik dan internasional, dan bukannya hanya berlomba-lomba mendapat proyek dan lahan dari pemerintah.
Samsung yang awalnya dibeking pemerintah Korea bisa lulus menjadi perusahaan betulan yang benar-benar memproduksi barang bagus dan mengekspor ke luar negeri.
Kalau Korea diibaratkan orang tua dan Samsung diibaratkan anak, Samsung berhasil keluar dari rumah orang tuanya dan mulai nyicil KPR rumah sendiri.
Kita tidak ada yang seperti Samsung atau BYD. Semuanya gagal. Semuanya masih tinggal di basement orang tua bernama Rezim. Semuanya masih tinggal di jalur kuning.
"Bagaimana dengan Polytron?" Oke mungkin Polytron (yang dibangun oleh Robert & Michael Hartono) adalah pengecualian. Itu saja?
"Bagaimana dengan perusahaan-perusahaan teknologi seperti Traveloka, Gojek, dll" Hmm. Mungkin bisa dianggap Golongan Abu sih. Itu saja? Bagaimana dengan di dunia fisik?