@tanyakanrl trabas aja nder cowoku sama mantannya 8 tahun kok dan profesi aku sama mantannya sama sama guru, tpi ya bismillah aja 🤲 cuma bedanya si mantan udh tunangan sama cowo lain
trs surprisingly ada yg angkat, disitu suaranya mas2, dia bilang klo
kmrn nemu hpku di jalan, trs dia minta tolong ke tmnnya buat cas hpku sama kartunya dipindah ke hpnya biar bisa dihubungi, akhirnya hpku dibalikin dan aku kasih imbalan. bnr bnr bersyukur bgt ketemu org baik 😭
iphoneku juga pernah hilang, sialnya wktu itu aku blm setting hpnya ke mode yg klo hilang bisa dikunci gitu, trs posisinya waktu itu hpku lowbat parah cuma 6%, udh pasrah bgt sampe dibantuin mantan wkwk tpi nihil. eh besokannya aku iseng coba telfon biasa ke nmr yg ada di hpku
@worksfess gapapa kak, gausah merasa bersalah, aku disini posisi guru honorer yg mungkin sering dibentrokkan sama para pekerja sppg perihal gaji. tpi aku samsek gaada benci ke para pekerjanya kecuali yg emg menghina duluan, even tmn dktku ahli gizi mbg tpi kita tetep temenan kok
Bapak itu kalo habis balik kampung ke Cirebon ke Jkt. Sampe sekarang gua selalu dibawain oleh-oleh, dia atau Istrinya yang kerumah kirim oleh-oleh. Mempermudah yang ada di Bumi, maka kau akan dipermudah dengan yang ada di Langit ☺️
Guru:
1) Kapur sama spidol beli sendiri,
2) Kertas buat kegiatan siswa di kelas beli sendiri,
3) Laptop, mic, dan speaker beli sendiri,
4) Printer buat ngeprint soal ulangan harian beli sendiri,
5) Fotokopi administrasi pakai uang sendiri,
6) Langganan software-software buat keperluan ngajar bayar sendiri,
7) Proyektor juga ada yang beli sendiri.
Itu gaji apa dana operasional sekolah?
Uda gila ya media nasional, masa gak ada yang memberitakan ini. Apa karna kejadian di sumatera 😭😭😭
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sekali lagi haya omong kosong.
Dear anak FKIP, pikir dulu 99x sebelum nyemplung jadi guru/dosen. Sudahlah kadang kurang dibela negara, dijadiin tumbal konflik horizontal pula.
Saya gak bosan-bosannya menyayangkan keputusan dikti untuk oprec mahasiswa ppg prajab dengan iming-iming pengangkatan asn dan gaji 2x (gaji + serti) waktu itu. Jadinya pada nagih janji kan? Pengen segera jadi asn dan ngajar di sekolah. Ya wajar, namanya aja dikasih janji.
Saking terbuainya dg janji manis, sampe gak aware kalo masalah keguruan di lapangan itu ruwet. Konflik kepentingannya banyak. Mau diurai pun susah karena terlanjur kayak benang kusut. Persoalan honorer aja banyak kastanya dan belum rampung, eh ketambahan lulusan prajab. Semua saling audiensi dan memperjuangkan golongannya. Akhirnya di proses seleksi ASN lahirlah kasta prioritas, P1 P2 P3 P4 P5 P15281735 yg berlapis-lapis itu.
Adanya sistem prioritas ini bukan solusi, tapi nambah masalah baru yaitu konflik horizontal senggol bacok di sosial media. Semua merasa gak puas dan marah, karena pas "marah ke atas" gak ada yg gubris, akhirnya pada marah ke sesama.
Lulusan prajab ngejek honorer. Prajab berbekal serdik, merasa punya titel guru profesional, ngatain honorer gak kompeten dan ilegal. Padahal bestie, kalau memang profesional, semestinya kita bisa lebih manusiawi. Ketidakadilan yg kita terima, usahakan jangan di-channeling secara horizontal. Kemudian honorer pun gak terima, balik ngatain prajab.
Jujur getir banget ngelihat rakyat kecil gontok-gontokan kayak gini. Padahal kita semua korban sistem.
Honorer ada karena negara gak kunjung adain seleksi cpns, padahal angka pensiun semakin meningkat. Kelas yg kosong, mau diajar siapa? Lahirlah honorer. Ini namanya korban sistem.
Prajab ada karena negara pengen kualitas guru meningkat, tapi belum menyediakan sistem untuk menyerap lulusannya dengan baik. Ini namanya korban sistem.
Pppk ada karena negara tak kuasa sanggup bayar pensiun tenaga kerja. Ini namanya korban sistem.
Pns (asn) guru gajinya segitu tanpa dapet tukin karena pemda gak sanggup bayar, sementara pns kemenkeu dapet tukin sultan. Ini namanya korban sistem.
Jangan sampai sistem yang ruwet ini sukses memecah kita. Ketika sesama pendidik saling merendahkan, yang diuntungkan bukan kita. Sometimes we just need to step back and see the bigger picture, so that we can understand bahwa yg perlu dikritik adalah sistemnya, bukan manusianya.
@tanyakanrl gue yg guru honorer dan sudah S1 + PPG prajab 1 tahun yg dulu dijanjiinnya lgsg penempatan gataunya skrg jdi guru honorer pun boro boro ikut p3k/CPNS masuk dapodik aja susah 😄🫵 lu anjj coba ikut seleksi ppg prajab dulu sana, baru ngatain gue ga mampu otaknya