Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya
Ada hal yang jauh lebih mahal dari sekedar hasil pertandingan, yaitu kebencian yang perlahan dilupakan, dan persahabatan yang selalu di semogakan.
Boleh jadi kita pernah berseteru, tapi lusa kita pertahankan sapaan hangat itu.
Apa yang kita tanam hari ini, hasil baiknya akan dituai oleh generasi setelah kita nanti.
Salam hangat dari kami kawan-kawan Surabaya, selamat datang di Jakarta.
Tips puasa lancar tanpa drama lapar & lesu
KURMA + PISANG
Bahan :
โช๏ธ 3 butir kurma
โช๏ธ 1 buah pisang matang
โช๏ธ 150 ml air / susu
Cara buat :
โช๏ธ Masukkan semua bahan ke blender
โช๏ธ Blender hingga halus
โช๏ธ Tanpa gula tambahan
Dari tribun Gelora Bung Tomo, kami belajar bahwa sepak bola tak berhenti pada skor akhir. Di balik gemuruh 90 menit, ada kepedulian yang selalu tumbuh. Di luar stadion, masih banyak adik-adik berangkat sekolah dengan mimpi besar, meski perlengkapan mereka sederhana.
Bonek dan Bonita pernah berbagi boneka, pernah menunjukkan bahwa kebaikan tak pernah absen dari tribun GBT. Hari ini, semangat itu kami lanjutkan lewat gerakan donasi alat tulis. Pensil, buku, penghapus, mungkin kecil bagi kita, namun besar artinya untuk masa depan mereka.
Karena dari tribun GBT, dukungan tak hanya bergema di pertandingan. Ia juga mengalir, pelan tapi pasti, untuk masa depan. Dari Tribun GBT, Untuk Masa Depan. ๐๐
Mari ambil bagian dalam gerakan ini. Dukungan dapat dilakukan langsung di Gate 1 dan Gate 13 saat match vs Bhayangkara Presisi Lampung, tanggal 14 besok.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi +62 813-3668-9883.
#Persebaya #persebayauntuksemua
Kakรก: "Ia melindungi saya. Saya dapat menyerang dengan bebas karena saya tahu Gattuso berjaga di belakang saya."
Carlo Ancelotti: "Gattuso adalah penyeimbang bagi Milan. Tanpa kehadirannya, pemain lain tidak akan mungkin bisa bersinar."
Francesco Totti: "Bermain melawan Gattuso sangatlah melelahkan. Ia tidak memberikan Anda ketenangan, waktu, maupun ruang sedikit pun."
Xavi: "Ia bukan sekadar tentang agresivitas. ia adalah tentang kedisiplinan, penempatan posisi, dan kecerdasan taktik."
Marcello Lippi: "Gattuso sangatlah krusial. Ia melakukan pekerjaan yang tidak pernah muncul dalam cuplikan pertandingan, namun mampu memenangkan turnamen."
Zinedine Zidane: "Gattuso tidak pernah berhenti. Anda menyadari bahwa meski berhasil melewatinya sekali, ia akan kembali menghadang Anda, lagi dan lagi."
Persebaya Surabaya are enjoying an impressive run of form, going unbeaten in their last 13 Super League matches this season ๐คฏ
Their last defeat came on 18 October, when they fell to a 3-1 loss against Persija Jakarta at the Gelora Bung Tomo Stadium.
๐ท: @persebayaupdate
ุงูููููฐููู ูู ุฅููููู ุฃูุณูุฃููููู ุนูููู ูุง ููุงููุนูุง ููุฑูุฒูููุง ุทููููุจูุง ููุนูู ููุงู ู ูุชูููุจูููุงู
(Allahumma innii as-aluka โilman naafiโan, wa rizqon thoyyibaan, wa โamalan mutaqobbalan)
Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yg halal, dan amal yg diterima.
Hector Souto, Masterclass.๐ง ๐ช๐ธ๐ฎ๐ฉ
Memaksa para pemain Iran untuk bermain dengan individual skill, karena terlihat sistem yang dimainkan oleh Iran secara kolektif tidak jalan sepanjang pertandingan.
Membuat Iran bermain hingga babak adu penalti.
Respect!
Ambrosini Bongkar Kisah Nyata Kamar Ganti Milan di Istanbul 2005: "Tidak Ada Pesta, Gattuso Justru Berteriak"
Legenda AC Milan, Massimo Ambrosini, kembali meluruskan mitos lama yang menyelubungi final Liga Champions 2005 di Istanbul. Selama bertahun-tahun, beredar rumor bahwa skuad Rossoneri telah merayakan kemenangan di babak pertama saat unggul 3-0 atas Liverpool, sebelum akhirnya kalah tragis lewat adu penalti.
Dalam sebuah wawancara terbaru yang dikutip dari Calciomercato, Ambrosini yang saat itu tidak bermain karena cedera membagikan kesaksian langsung dari dalam ruang ganti Stadion Atatรผrk.
Ketegangan, Bukan Perayaan
Ambrosini menampik keras tuduhan bahwa para pemain Milan bersantai atau membuka botol sampanye saat jeda. Sebaliknya, suasana justru penuh ketegangan dan diskusi taktis yang panas.
"Saya akan ceritakan apa yang terjadi saat jeda. Saya berada di kamar mandi dan mendengar keributan," ungkap Ambrosini, Minggu (8/2/2026).
"Saya mendengar Rino (Gennaro) Gattuso berteriak kepada Andrea Pirlo. Sementara itu, Alessandro Nesta berusaha menenangkan situasi dengan meminta semua orang tetap tenang," lanjutnya.
Intervensi Ancelotti
Situasi yang memanas akibat adrenalin tinggi tersebut akhirnya diredam oleh pelatih Carlo Ancelotti. Sang pelatih, yang dikenal dengan ketenangannya, langsung mengambil alih kendali untuk memastikan tim tetap fokus pada babak kedua.
"Kemudian pelatih (Ancelotti) masuk dan berkata: 'Cukup! Duduklah, ada dua atau tiga hal yang harus kita lakukan'," tutur Ambrosini menirukan ucapan Ancelotti. Instruksi tersebut membuktikan bahwa fokus tim saat itu sepenuhnya pada penyesuaian taktik, bukan euforia kemenangan.
Takhayul Jersey Ambrosini
Selain suasana tim, Ambrosini juga membagikan kisah pribadinya yang melibatkan sedikit takhayul. Karena cedera, ia menonton babak pertama dengan mengenakan setelan olahraga (tracksuit) tim. Namun, karena skor 3-0 yang begitu meyakinkan, ia memutuskan mengganti pakaiannya.
"Saya menonton babak kedua dengan mengenakan tracksuit. Tapi saat jeda, saya keluar dari ruang ganti dengan mengenakan jersey pertandingan," kenangnya.
Dengan nada menyesal, mantan kapten Milan itu menambahkan, "Dan bisa dibilang, hal itu tidak membawa banyak keberuntungan."
Kesaksian Ambrosini ini menambah daftar panjang bantahan dari para punggawa Milan saat itu, termasuk Paolo Maldini dan Cafu, yang selalu menegaskan bahwa profesionalisme tim di bawah Ancelotti tidak pernah membiarkan mereka merayakan laga yang belum usai.