White phosphorus ignites instantly on contact with oxygen. It burns at over 800°C. It melts through clothing, skin, muscle — and bone.
In the bloodstream, it becomes a systemic poison. It attacks the heart, liver, and kidneys leading to multi‑organ failure and death.
Monsters.
@theultramilkkk Koreksi kl saya salah kak. Istilah UMR itu dipakai saat masih zaman Orba. Konsepsi upah minimum saat ini namanya UMP (Provinsi), UMK (Kota/Kabupaten), ada juga UMSK ( Upah Minimum Sektor Kota/Kabupaten)... Dan batas gaji sesuai UMK hanya untuk pekerja masa kerja 1 tahun kebawah
Untuk verifikasi, saya unduh videonya, saya transkripsikan dan terjemahkan dengan bantuan AI.
Berikut isi video di bawah ini:
Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, mengakui bahwa penyebaran paham Wahabi yang keras oleh negaranya merupakan permintaan dari pihak sekutu, dalam rangka menghadapi meluasnya pengaruh dan penetrasi Uni Soviet pada masa Perang Dingin.
Dalam wawancaranya dengan The Washington Post, ia menyatakan bahwa pemerintah-pemerintah Saudi sebelumnya telah menempuh jalur penyebaran paham Wahabi yang ketat. Ia menegaskan bahwa kini saatnya untuk mengembalikan keadaan ke jalur yang semestinya.
Dalam pernyataan yang sarat pengakuan, Muhammad bin Salman menyebut bahwa penyebaran paham Wahabi oleh negaranya merupakan sebuah keniscayaan yang didorong oleh kepentingan serta tekanan Barat terhadap Riyadh, guna membendung ekspansi pengaruh Uni Soviet selama Perang Dingin.
Akar dari investasi Saudi dalam pembangunan sekolah dan masjid bermula pada periode Perang Dingin, ketika sekutu meminta Arab Saudi untuk memanfaatkan sumber dayanya demi mencegah Uni Soviet memperluas pengaruhnya di negara-negara Islam. Ia menambahkan, “Saya percaya bahwa Islam itu rasional dan sederhana, tetapi ada pihak-pihak yang mencoba membajaknya.”
Dengan demikian, Perang Dinginlah yang, menurut pernyataan Putra Mahkota, mendorong Riyadh melakukan kebijakan tersebut. Namun, saat ini Riyadh harus menanggung konsekuensi dari pemanfaatan dana-dananya oleh Barat dalam perang melawan ideologi komunis.
Di sisi lain, terdapat pengakuan terbuka dari sang pangeran muda bahwa berbagai tuduhan yang diarahkan kepada rezim Al Saud, terkait pendanaan kelompok ekstremis dan teroris secara ideologis, merupakan akibat dari arah kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah-pemerintah Saudi sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa saat ini perlu dilakukan upaya untuk mengembalikan keadaan ke jalur yang benar. Pendanaan terhadap paham Wahabi saat ini, menurutnya, sebagian besar berasal dari lembaga-lembaga swasta yang berbasis di kerajaan, bukan dari pemerintah. Ia juga menyebut bahwa dialog dengan institusi keagamaan telah berlangsung lama.
Yang mencolok dari pernyataan-pernyataan ini adalah adanya kontradiksi yang jelas dengan fondasi Wahabi yang menjadi dasar berdirinya Arab Saudi modern. Penafsiran-penafsiran fikih yang khas dari lingkungan Saudi, yang di masa lalu turut memicu konflik dan bahkan menyeret sejumlah negara ke dalam perang saudara multidimensi, seperti di Aljazair pada tahun 1990-an, kini kembali menjadi sorotan.
Hal ini memunculkan pertanyaan: apa dampak dari pernyataan Mohammed bin Salman terhadap masa depan arus Salafi, khususnya di Aljazair?
Kisah tentang Piermario Morosini. Kisah si Pemilik Hati Emas dalam dunia sepakbola.
Ketika berusia 15 tahun, ia kehilangan ibunya.
Dua tahun kemudian, saat usianya 17, ayahnya juga meninggal.
Di usia yang masih sangat muda, Morosini harus memikul tanggung jawab besar. Ia menjaga keluarganya tetap bertahan.
Ia merawat saudara laki-laki dan perempuannya yang juga hidup dengan disabilitas.
Namun hidup masih mengujinya lagi.
Tak lama setelah ayah mereka meninggal, saudara laki-lakinya yang difabel memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri.
Meski begitu, Morosini tidak menyerah.
Ia tetap menjalani hidupnya sebagai pemain sepakbola. Berlatih, bekerja keras, dan terus mengejar mimpinya.
Karier profesionalnya membawanya bermain di beberapa klub Italia, termasuk Livorno.
Dirinya juga pernah membela timnas Italia U21 yang berlaga di Euro U21 tahun 2009 silam.
Namun takdir kembali menulis tragedi lain.
Pada 2012, dalam pertandingan antara Livorno melawan Pescara di Serie B, Morosini tiba-tiba kolaps di lapangan setelah mengalami serangan jantung.
Usianya baru 25 tahun.
Ia mungkin bukan pemain paling terkenal.
Tidak pernah mengangkat trofi besar.
Tapi kisah hidupnya jauh lebih besar dari sekadar gelar.
Piermario Morosini adalah seorang pejuang.
Seorang pria yang terus berjalan meski hidup berkali-kali menjatuhkannya.
"Dia merupakan anak muda yang baik. Dia tidak pernah minta sesuatu untuk dirinya tapi selalu berbicara untuk teman di timnya. Dengan karakter seperti itu maka wajar jika Piermario merupakan salah satu yang populer diantara pemain lainnya," kata Kepala Pembinaan Pemian Muda Atalanta, Mino Favini.
Atalanta adalah klub pertamanya.
Dan dalam sepakbola, ada pemain yang dikenang bukan karena trofi yang mereka raih.
Tapi karena keteguhan hati mereka ketika hidup mencoba menghancurkan mereka.
Beristirahatlah dengan tenang, Morosini. 💔
FIRST TIME PALESTINE 🇵🇸FOOTBALL TEAM HAS PLAYED IN EUROPE
Palestine national soccer team playing in front of Bilbao to honor more than 400 Palestinian athletes killed by Israeli occupation in Gaza strip since 2023.
Respect to Spain and its wonderful people✊🏼🇪🇸🇵🇸♥️
Israeli Embassy in Athens under siege last night as the city comes out to protest the holocaust in Gaza and the IDF kidnapping of comrades on the Global Flotilla. This is how we resist their fascism comrades.
Solidarity is our weapon.
Pro-Palestine activists repeatedly disrupted the speech of New York Senator Kirsten Gillibrand
because of her refusal to call for a Gaza ceasefire and her support for US aid to Israel.
Free Palestine 🇵🇸 , no more votes for genocide supporters.