Anak SD bundir karena tidak mampu membeli peralatan sekolah.
Jika yang diberitakan itu benar. Maka kini nyawa tak lebih berharga dari se-ompreng makan siang yang katanya bergizi itu.
*"Kesalahan Khalid Basalamah"* (1/2)
Kalau Anda sudah melihat podcast Uztaz Khalid Basalamah kemudian menyimpulkan bahwa Ustaz Khalid tidak bersalah dalam kasus jual beli kuota haji, berarti Anda kemakan ucapannya di podcast itu.
Saya jelaskan di mana salahnya.
Ustaz Khalid itu punya travel dan punya rombongan haji. Rombongannya adalah orang-orang kaya yang siap bayar mahal untuk bisa haji tanpa antri.
Satu-satunya cara tanpa antri yang resmi itu hanyalah: visa Furoda!
Kalau dapat visa Haji Khusus tapi nggak antri, itu namanya mencuri hak jemaah yang sudah antri. Perlu Anda tahu antrian Haji Khusus itu sekitar 8 tahun.
Bagaimana mungkin Ustaz Khalid nggak tahu bahwa kalau dia ambil visa Haji Khusus, itu berarti dia menyerobot antrian? Punya travel haji, tapi nggak tahu kalau dia menyerobot antrian???
Makanya aneh sekali kalau dalam podcast, Ustaz Khalid justru membanggakan diri bahwa sejak awal sudah memberi info ke jemaahnya bahwa hajinya bukan lagi Furoda tapi Haji Khusus.
Lalu soal angka USD 4.500, itu adalah nilai untuk DAFTAR HAJI KHUSUS. Semua travel pasti tahu itu.
Itu artinya jemaah Ustaz Khalid didaftarkan Haji Khusus TAPI LANGSUNG BERANGKAT, tanpa antri.
Apakah menyerobot antrian jemaah haji yang sudah bayar USD 4.500 sejak bertahun-tahun lalu itu bukan perbuatan zalim? Coba Anda tanyakan itu ke Ustaz Khalid. Betapa lucunya kalau dia tidak tahu bahwa itu menyerobot antrian.
Lalu saya mau perjelas, ini kejadiannya adalah musim haji tahun 2024 di mana saat itu masih ada Haji Furoda.
Andai Ustaz Khalid tetap memakai jalur "normalnya" yaitu visa Furoda, mungkin tak akan ada masalah seperti ini. Tapi memang tawaran "menyerobot antrian" itu sangat menggoda, karena ada kepastian. Kita tahu, visa Furoda itu tak pernah ada kepastian hingga menjelang keberangkatan.
Ustaz Khalid tergoda jalan zalim ini. Jika Anda tahu ini, apakah Anda masih mau membela kesalahan itu? Kalau bagi saya, bukan hanya Ustaz Khalid yang salah di posisi ini, semua jemaahnya yang ikut dia pun juga salah karena mereka menyerobot antrian jemaah haji khusus yang sudah mendaftar bertahun-tahun sebelum mereka.
LALUUU, apakah Kemenag juga salah? IYA! JELAS!
Banyak orang anggap ketika saya menyalahkan Ustaz Khalid itu karena saya membela Kemenag.
Oh, tidak! Kalau bicara level kesalahan, level kesalahan tertinggi ya di Kemenag! Bahkan sumber kesalahannya itu Kemenag. Ustaz Khalid hanyalah potongan gambar kecil dari gambar besar kesalahan Kemenag.
Namun gambar kecil ini sudah jelas orangnya, sedangkan pixel di gambar besar, belum jelas wajah-wajahnya. Masih loading...
_-bersambung-_
Mojokerto, 17 September 2025
*Hasyim Muhammad*
Indonesia saat ini tidak butuh MBG!
Bayangkan jika anggaran gendut MBG dialokasikan untuk perbaikan pendidikan yang lebih mendasar.
Akses pendidikan di negara kita masih sangat sulit dan terbatas. Sekarang bukan saatnya makan, karena makan tidak akan pernah mencerdaskan.
New York bisa mendapatkan walikota sosialis dan Pro-Palestina.
Perhitungan saat ini, Zohran memimpin di urutan pertama sebesar 43%.
Apakah kita akan menyaksikan seorang sosialis memimpin pusat kapitalisme dunia? 👀
Kekacauan besar rebutan birokrasi (1) Kemendikbud, (2) Kemenpan, (3) Kemenag, (4) Pemda, dan (5) siapalah itu yang mengatur transfer dana pusat ke daerah adalah satu sebab besar bencana pendidikan Indonesia.
"Guru tidak digaji." "Jumlah guru kurang". "Guru jelek dan tidak kompeten".
Oke, siapa yang paling berkuasa merekrut, memyeleksi, dan menggaji guru pas zaman Jokowi 2? Apakah Nadiem?
Lah, ternyata malah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), Azwar Anas???
(Dinamika ini sudah lama ada sebelum zaman Nadiem dan Azwar).
Karena dipisah, perekrutan guru yang diselenggarakan Kemenpan jadi tidak nyambung dengan demand Kemendikbud dan Pemda, baik dalam kompetensi maupun jumlah. Kalau Kemenpan mengurangi jumlah perekrutan ASN, krisis guru dong.
Terus gimana? Tambal sementara dengan guru honorer. Karena butuh segera, kualifikasi diturunkan. Siapapun boleh masuk. Kualitas kompetensi guru honorer pun sangat jelek.
Terus saja gitu. Lama-kelamaan guru honorer malah mendominasi sistem pendidikan. Gajinya sangat kecil karena bukan ASN.
Semua do'a itu pasti dikabulkan. Hanya saja kita sama sekali tidak tau do'a yang mana yang akan lebih dulu dikabulkan. Do'a yang sudah dilupakan atau yang baru saja terucap.